Kamis, 19 Juli 2018 |
Peristiwa

Waaaw...Ati Loreng Terkuras Milliaran Rupiah di Bank, Apa Mungkin Tanda Tangan "Siluman" diloloskan Bank,?

Selasa, 01 Agustus 2017 06:37:13 wib
Ilustrasi/google.co.id

JAMBIDAILY PERISTIWA-Permasalahan Ati Yanto (36) alias Ati Loreng tentang Uang miliknya yang terkuras bahkan ada juga info Dugaan Pinjaman hingga Miliaran di Berbagai Bank tersebut, berada pada Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan, Apakah mungkin,?

Viva.co.id melansir Menurut ahli Grafologi, Heru Kustriyadi Wibawa, ketika melakukan aktivitas tanda tangan kita melakukan gerakan bawah sadar. Ia mengklaim, hanya melihat tanda tangan seseorang, dia bisa menilai karakteristik atau sifat seseorang. Meskipun belum pernah bertemu sama sekali.

Maka dari itu, Heru kerap dipanggil oleh sejumlah perbankan besar untuk mengajarkan grafologi (menganalisa tanda tangan) kepada karyawan, khususnya teller maupun customer service.

“Biasanya, yang diajarkan itu karyawan bank yang frontliner seperti customer service maupun teller, begitu juga divisi kartu kredit. Mereka harus paham betul mana tanda tangan asli atau palsu,” kata Heru di Jakarta, Minggu, 30 Juli 2017.

Kasus Ati Yanto ini sebelumnya pernah dihebohkan tentang aksinya yang datang penuh amarah ke Bank Mega, Pada 27 September 2016, saat itu terkuak beberapa kejanggalan adanya Transfer bertahap ke Rekening berbeda dengan Nilai yang tidak sedikit, ada Senilai 25 Juta, 80 Juta bahkan 250 juta.

Amarah Ati Yanto saat itu meledak karena dia mengaku telah datang bukan hanya sekali, namun sebelumnya juga datang untuk mempertanyakan tentang peristiwa tersebut tetapi tidak digubris pihak Bank Mega.

Hari itu terkuak dan diperlihatkan kepada Media data-data banyak Hal-hal yang tidak dimengerti oleh Ati, Misalkan adanya Mutasi Rekening, adanya Fotocopy KTP yang berbeda yaitu Namanya sama tetapi Alamat dan Nomor Induk terlihat berbeda. Selain itu juga dari Rekening Koran yang di Print Penerima Transfer ada nama baru selain Cheng Hua, yaitu Djoni, Ati mengaku tidak mengenal nama tersebut.

Sementara Pihak Bank Mega, seusai peristiwa menuturkan bahwa Mereka memiliki Bukti dan ada data setiap Transaksi di Bank Mega, tertanda tangan Ati Yanto.


Safe Deposit Box di Bank Mega
Ati menunjukkan dari Data bahwa dia telah menyewa SDB di Bank Mega dengan sewa 50 juta Rupiah, namun uangnya tetap lolos keluar.

Menurut wikipedia.org Kotak simpanan (bahasa Inggris: Safe Deposit Box atau SDB) adalah suatu wadah atau kotak penyimpanan harta atau surat berharga, yang biasanya ditempatkan pada suatu ruang khazanah yang dirancang secara khusus dari bahan baja yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan dan kenyamanan penggunanya.

Umumnya penyewa atau nasabah membayar sejumlah biaya kepada bank sebagai biaya sewa kotak tersebut, yang hanya dapat dibuka dengan kombinasi kunci khusus, tanda tangan yang valid dari penyewa, dan mungkin kode-kode tertentu yang ditetapkan oleh bank.

tentunya dengan keamanan yang sedemikian rupa, kok masih bisa lolos ya,??


Masalah di BCA
Lelaki yang juga dikenal dengan sebutan Ati Loreng ini menuturkan bahwa dia tidak pernah mengeluarkan surat kuasa seperti yang ditunjukkan Pihak Bank kepadanya sebagai bukti pengambilan.

"Anehnya, BCA tanpa konfirmasi ke saya langsung mencairkan uang tersebut. Nilainya juga besar mencapai Rp 600 juta, saya tidak pernah mengeluarkan surat kuasa, itu jelas palsu," kata Ati, Senin (31/07).

Sebagaimana yang dilansir Portal inilahjambi.com (Senin,31/07) bahwa Yang menjadi pertanyaan, kata Ati, mengapa BCA tidak melakukan konfirmasi saat mencairkan uang di rekeningnya. Padahal, seharusnya BCA mengontaknya, sebab uang yang dicairkan itu sangat besar.


Masalah Pinjaman Milliaran di Bank Lainnya
Didalam perkembangan, Ati ternyata juga mengalami masalah di Bank yang lain "Total kerugian saya hampir mencapai Rp.100 milyar. Bukan hanya di BCA, tapi juga di Bank Mega, Bank Panin, Bank Bukopin dan Bank Mandiri," Jelas Ati, sebagaimana portal inilahjambi.com, melansirnya (Senin,31/07) 

Berdasarkan Sumber Terpercaya kepada jambidaily.com Selasa Dinihari (01/08) menuturkan bahwa Ati di waktu yang berbeda pernah dikagetkan dengan adanya tagihan pinjaman dari Bank mandiri Cabang Sipin Kota Jambi dengan nilai yang juga Fantastis, sebesar 2,4 milliar Rupiah.

"Bank menjelaskan saat itu, adanya pinjaman Senilai 1 Milliar pada Desember 2015 dan 1 milliar di Februari 2016, dan telat selama 270 hari (9 Bln) kira-kira Bulan September 2016 belum dibayarkan sehingga total 2,4 milliar, peminjaman tersebut berupa agunan sertifikat tanah dan Termasuk Rumah Tinggalnya saat ini," Kata Sumber yang meminta namanya tidak diketahui Umum.

Pengusaha satu ini memiliki aset berupa Tanah, Ruko, Tempat karaoke bahkan Hotel "Dia sering sekali merasa bingung, hasil penjualan Ruko yang di tabungnya ke Bank, tidak diketahui Uangnya, karena ada yang mengambil tanpa sepengetahuan dia, belakangan juga diketahui Hotelnya juga telah menjadi jaminan di Bank, itu juga dia tidak mengetahui sebelumnya" Tambah Sumber tersebut. 


Adanya Dugaan Kecurangan "Berjamaah" dan Ati dianggap Terganggu secara Psikis
Dalam Perjalanannya diketahuilah bahwa Salah satu rekening yang menerima transferan diduga bernama Djoni orang yang tidak dikenalnya, lalu Cheng Hua yang diakui saudara iparnya sendiri dan tak kalah mencengangkan Pinjaman di Bank Mandiri itu dilakukan Sang istri.

Pada saat "Kecurangan" ini Mulai terkuak, Ati Yanto sempat didengungkan sedang mengalami gangguan dari sisi Psikisnya, sementara sangat Wajar jika sikap penuh Emosinya meledak karena dia merasa begitu banyak Transaksi di Berbagai Bank yang tidak dia lakukan, dengan Kerugian Milliaran bahkan harus membayarnya, tentu dia terlihat "tidak terkendali".

"dia tidak mengalami itu, saya jadi berpikir negatif bahwa ini ada pengkondisian saat Masalah ini mulai terkuak, sehingga Ati tidak didengarkan karena dianggap terganggu secara Psikis kejiwaannya," Ungkap Sumber.


Adanya Perbedaan Nilai; 600 Juta atau 600 Ribu
Merujuk dari salinan pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan kasus Ati dari Polresta Jambi tertanggal 15 Mei 2017, bahwa Pihak Polresta sudah mengumpulkan dokumen yang ada kaitannya dengan perkara tersebut.

Anehnya dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan tersebut, inilahjambi menjumpai nilai uang yang disebutkan dalam laporan tidak sama dengan jumlah uang yang tertulis di pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan itu. Jika  dalam laporan, Ati menyebutkan nilai uang yang ditarik di BCA sebesar 600 juta rupiah, dalam pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan tertulis 600 ribu rupiah.


Lantas Apakah Modusnya,?
Dari Peristiwa ini Modusnya, sedikit Mirip dengan Kejahatan Perbankan yang pernah terjadi, contohnya:

1. Pembobolan Kantor Kas BRI tahun 2011, Modusnya membuka rekening atas nama tersangka di luar bank. Uang ditransfer ke rekening tersebut sebesar USD6 juta kemudian uang ditukar dengan dollar hitam (dollar AS palsu berwarna hitam) menjadi 60 juta dollar AS.

2. Pemberian kredit dengan dokumen dan jaminan fiktif pada Bank Internasional Indonesia (BII) pada 31 Januari 2011. Melibatkan account officer BII Cabang Pangeran Jayakarta. Total kerugian Rp 3,6 miliar.

3. Pencairan deposito dan melarikan pembobolan tabungan nasabah Bank Mandiri yang melibatkan lima tersangka, salah satunya customer service bank tersebut. Kasus ini dilaporkan 1 Februari 2011, dengan nilai kerugian Rp 18 miliar. (Dikutip dari sindonews.com/27 Juli 2015)

Tentunya kejahatan yang tidak mudah dalam pengungkapan dan membutuhkan waktu yang tentunya tidak sebentar. Dugaan jambidaily.com melalui pembeberan sumber yang sama diatas, Ati Yanto mendapatkan perbuatan "Curang" dari dalam Keluarganya sendiri, apakah termasuk dari Pihak lain juga terlibat, apakah mungkin juga Dugaan bisa dialamatkan pada Oknum Bank dan Oknum Aparat,? Kita Tunggu saja perkembangannya. 

Kasat Reskrim Polresta Jambi yang menangani kasus ini belum dikonfirmasi, termasuk Kapolresta dan pihak Bank terkait.(Hendry Noesae/TimJD)


Sumber: *berbagai sumber
Editor   : Redaksi


Berita Terkait:

  1. Diduga 600 Juta Rupiah uang Nasabah Disedot, BCA Cab.Talang Banjar Jambi dipertanyakan.
  2. Ati Yanto: Saya akan Laporkan ke Kapolri dan Presiden.

KOMENTAR DISQUS :

Top