Senin, 23 April 2018 |
Advetorial

Wabup Tutup Serangkaian Lomba HUT RI di Bukit Bungkul

Selasa, 15 September 2015 20:11:38 wib
Wabup Merangin, H Khafid Moein menyerahkan piala kegiatan peringatan HUT RI ke 70/2015

JAMBIDAILY BANGKO-Serangkaian lomba yang digelar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-70 di Desa Bukit Bungkul, Selasa (15/09) berakhir. Penutupan kegiatan yang berlangsung lebih satu pekan itu, dilakukan Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein.

Wabup merasa bangga dan kagum dengan masyarakat Bukit Bungkul, karena disaat kondisi perekonomian warga yang sedang lesu pasca turunnya harga sawit dan karet, masyarakat tetap bisa menggelar acara yang berlangsung cukup meriah tersebut.

‘’Saya sangat memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada adik-adik Karang Taruna Subina Karya Dusun Margosari Desa Bukit Bungkul ini, yang telah bekerja keras melakukan kegiatan positif ini,’’ujar Wabup.

Melalui berbagai lomba yang digelar itu lanjut Wabup, para pemuda dan pemudi Desa Bukit Bungkul akan terhindar dari pengaruh bahaya Narkoba. Diakui Wabup saat ini pengaruh bahaya Narkoba sedang ‘menyerang’ Kabupaten Merangin.

Berbagai lomba yang digelar diantaranya, sepakbola, tenis meja, panjat pinang, aneka permainan dan yang lebih menarik lomba volly pakai layar. Volly yang satu ini antara satu tim dengan tim lawan tidak saling terlihat, karena netnya diganti dengan penutup layar.

Pada kesempatan itu, Wabup mendapat laporan atas kekeringan yang terjadi di desa itu.

Warga juga mengungkapkan proyek pembangunan sumur bor di desa itu tidak dikerjakan sampai tuntas, sehingga belum bisa difungsikan.

Padahal proyek air bersih yang menelan dana ratusan juta itu, telah mendapat dana tambahan Rp 40 juta. Sayangnya sumur itu belum juga difasilitasi dengan pompa dan listriknya.

‘’Karena warga sangat membutuhkan air bersih, akhirnya secara swadaya adik-adik dari Karang Taruna menyewa disel dan dan pompa untuk menyedot air dari sumbur bor itu,’’ujar Kades Bukit Bungkul Suratman.

Air dari sumur bor itu kemudian didistribusikan ke warga dengan harga Rp 70 ribu untuk 1.000 liternya. Warga sangat mengharapkan Wabup bisa mengusut tuntas mafia proyek sumur bor tersebut, sehingga warga tidak dirugikan.(jambidaily.com/HMS/TEG)
 

KOMENTAR DISQUS :

Top