Senin, 24 September 2018 |
Peristiwa

Waduh...Perambahan Hutan di Merangin Kian Merajalela

Senin, 30 November 2015 23:32:41 wib
Pemantauan Perambahan Hutan di Merangin

JAMBIDAILY MERANGIN-Aksi perambahan hutan di Kabupaten Merangin, sepertinya kian merajalela. Bahkan masyarakat sepertinya makin berani untuk mengkapling kapling hutan. Ini terjadi diwilayah Kecamatan Sungai Tenang, Jangkat dan Lembah Masurai.
 
Kasi Perlindungan Hutan Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Bunhut) Kabupaten Merangin, Eko Bambang, mengatakan, pengkaplingan hutan dilakukan oleh perambah yang mayoritas berasal dari luar provinsi Jambi.
 
“Ya, ada laporan dari petugas kita. Bahwa terjadi pengkaplingan yang mengatasnamakan SPI (Serikat Petani Indonesia) terhadap hutan di Tanjung Mudo, Tanjung Alam dan Beringin Tinggi (Kecamatan Sungai Tenang),” ungkapnya.
 
Eko mengatakan tulisan hutan Negara yang terdapat dibeberapa pohon besar didalam hutan, diganti dengan tulisan SPI.
 
“Mereka menukar tulisan hutan negera dengan SPI dibeberapa batang kayu yang kita pasang merek. Itu mereka mengkapling,” tambahnya lagi.
 
Dilanjutkan Eko, para pelaku perambahan hutan sepertinya kian berani dalam mengkapling hutan Negara. Bahkan petugas dan warga setempat tidak segan segan diancam oleh pelaku permbahan hutan. Sepertinya para perambah ini tidak takut apa-apa.
 
“Mereka sudah disuruh keluar tapi menolak, mereka bilang mereka layak hidup dimana saja. Bahkan (Polhut) mau matok saja, diusir. Kami sudah berupaya, sebenarnya bisa dibilang sudah letih,” ucap Eko Bambang.
 
Terkait luas hutan yang sudah dirambah, dikatakan Eko, sejak 2010 lalu pihaknya tidak ada lagi mengukur luas yang dirambah. Meski demikian, disebutnya terjadi berkali-kali lipat dari lima tahun lalu.
 
“Terakhir 2010 kita mengukur luasnya. Bagai mana kita mau ukur, masang patok saja kita diusir mereka. Yang jelas makin bertambah luas saja,” katanya.
 
“Dikawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat) sudah lebih 5000 hektar. Diluar itu berdasarkan pantauan kita mungkin sudah puluhan ribu,” ujarnya lagi.
 
Ditegaskannya, bukannya tidak ada upaya yang dilakukan Polhut dan aparat. Tapi beberapa kali dilakukan operasi dan penangkapan pelaku perambahan selalu saja mendapat perlawanan yang luar biasa.
 
“Sepertinya ada yang mengerakkan mereka untuk tidak takut dan berani melawan. Kita lakukan razia gabungan dari Polhut, Polisi dan juga dari TNKS mereka berani menghadang kita,” imbuhnya.
 
“Kita berdiri serba sulit, mau kita tegas betul malah terhalang HAM (Hak Azasi Manusia). Dulu saja saat ada sejumlah pondok perambah dibakar dan dirusak, malah saya beberapa kami dipanggil Komnas HAM,” tegasnya.
 
Untuk jumlah jiwa pendatang yang sudah merambah hutan di tiga kecamatan tersebut, disebutnya, sudah mencapai 35 ribu jiwa.
 
“Itu menurut keterangan Azari orang yang mengatas namakan SPI, jumlah penduduk pendatang sudah 35 ribu jiwa. Untuk menuntaskan perambah di wilayah Merangin, menurut saya harus ikut campur negara,” tuntasnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top