Minggu, 17 Desember 2017 |
Hukum

Warga Desak Pemerintah dan Aparat Kembali Hentikan Kegiatan Illegal Drilling di Desa Pompa Air

Senin, 04 Desember 2017 22:54:45 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Masyarakat Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari kembali mendesak pemerintah dan aparat untuk menghentikan kegiatan illegal drilling yang terjadi di desa tersebut. 

Sekitar 170 orang mendatangi Rumah Legiono alias Jono pada Minggu (03/12/17) menuntut penghentian aktivitas illegal drilling. Pada kesempatan tersebut hadir Camat Bajubang, Agung Wihadi S.Pd, dan perwakilan Polsek Bajubang.

Para pihak bersepakat untuk kembali menggelar rapat di Kantor Desa Pompa Air pada Senin (04/12/17). Kegiatan illegal drilling di Desa Pompa Air sudah ditutup secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Jambi pada Senin, 2 Oktober 2017 lalu. 

Hal tersebut ditandai dengan penutupan sumur ilegal secara simbolis serta pemasangan papan peringatan dan larangan kegiatan illegal drilling oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari, H. Bakhtiar S.P., didampingi Ketua Tim Penutupan illegal drilling, Ir. Tagor Mulia Nasution,  MM. 

Pada hari yang sama, di tempat terpisah juga dilakukan serah terima bantuan untuk masyarakat Desa Pompa Air. Hingga Bulan Oktober lalu, Tim Penutupan illegal Drilling telah berhasil menutup 26 sumur ilegal di Desa Pompa Air. Nyatanya, pasca penutupan secara resmi oleh pemerintah, kegiatan illegal drilling diam-diam masih berlanjut dan meresahkan masyarakat. Bahkan sampai saat ini terdapat 10 (sepuluh) sumur illegal baru yang ditambang oleh oknum masyarakat.

Pada pertemuan yang digelar di Kantor Desa Pompa Air pada Senin (04/12/17) pukul 11.00 hingga 13.00, warga Desa Pompa Air tetap bersikukuh menuntut penghentian total segala aktivitas terkait illegal drilling di desanya karena dinilai membahayakan masyarakat dan lingkungan.

Hasil dari pertemuan tersebut disepakati bahwa mulai saat itu juga kegiatan illegal drilling sepenuhnya dihentikan. Camat Bajubang, Agung, berjanji akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut ke Tim Penutupan Illegal Drilling. (*)

KOMENTAR DISQUS :

Top