Minggu, 23 September 2018 |
Hukum

Warga Koto Rayo Segel SPBU, Ini Pelajaran Bersama

Jumat, 03 Juli 2015 01:05:44 wib
Warga melakukan penyegelan SPBU di Koto Rayo Kecamatan Tabir (01/07)

JAMBIDAILY BANGKO-Kejadian Warga Koto Rayo Kecamatan Tabir mendadak ramai mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Koto Rayo Kabupaten Merangin, kiranya menjadi pelajaran bersama betapa pentingnya perusahaan memberi perhatian terhadap pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di lokasi usaha.

Menurut Plt Kepala Desa Koto Rayo, Sapwan, menceritakan, Kejadian pada Rabu (01/07) ini bermula disaat Karang Taruna desa setempat mengajukan proposal kepihak SPBU beberapa waktu lalu. Namun setelah mengajukan proposal tersebut warga yang berharap mendapatkan bantuan lebih, nyatanya tidak. Disini warga hanya diberi Rp.50 Ribu.     

“Sejakberdiri tahun 2008 lalu warga kami tidak pernah mendapat perhatian dari pihakSPBU. Kami merasa dilecehkan apalagi SPBU itu beroperasi didaerah kami. Ini yang kami kesalkan tidak ada pemberdayaan masyarakat sedikitpun. Terlebih lagi sejakberoperasi hingga sekarang tidak ada karyawan pribumi dari desa kami,”ungkapnya menyesalkan kejadian itu.

Warga yang tersulut emosi membuat suasana semakin panas, seketika itu juga warga menutup kantor dan membentangkan tali jalur masuk kendaraan. Beruntung  situasi yang semakin panas itu dapat diredakan pihak Kepolisian Kecamatan Tabir (Kapolsek) yang seketika itu  mendatangi SPBU setempat. Setelah melakukannegosiasi akhirnya warga desa Koto Rayo bersama pihak SPBU yang juga dihadiri Camat setempat melakukan rapat diruangan SPBU setempat.
 
“Setelah melakukan rapat, pihak SPBU sepakat memberikan sumbangan Rp.1 Juta perbulan untuk masyarakat desa Koto Rayo. Kemudian kami juga meminta warga kami diprioritaskan apabila ada lowongan kerja di SPBU setempat,”ujarnya.    

Terpisah Kapolsek Tabir IPTU Ridha Aditya membenarkan kejadian tersebut, Berdasarkan keterangan warga Ia mengatakan awalnya kejadian itu bermula disaat warga setempat mengajukan proposal turnamen sepak bola yang akan diselenggarakan didesa setempat.

Menurutnya, warga yang tak terima hal itu langsung menyegel SPBUsetempat. Namun Ridha menjelaskan, setelah melakukan negosiasi dan melakukan rapat bersama akhirnya setelah mendengar penjelasan masing-masing kedua belah pihak sepakat berdamai sesuai tuntutan warga.

Sementara, pengelola SPBU Koto Rayo Dayat, mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama pihaknya sepakat memberikan sumbangan Rp.1 Juta perbulan untuk desa Koto Rayo.   

“Kita sepakat berdamai dan tidak kita tidak merasa keberatan karena ini sudah menjadi keputusan bersama,”pungkasnya(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top