Minggu, 19 Januari 2020 |
Peristiwa

Warga Luhak 16 Minta Aparat Tangkap Perusak Asset Negara

Rabu, 06 Januari 2016 22:04:52 wib
Demo blokir jalan oleh warga pendatang beberapa waktu lalu(jd.doc)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Pasca aksi demo blokir jalan yang dilakukan warga pendatang (Eksondus) di Jembatan Sungai Sisin antara Desa Dusun Tuo dan Sungai Tebal, Warga Luhak 16 minta aparat menangkap perusak asset negara.

Dalam aksi yang menuntut Bupati Merangin, H Al-Haris mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga(KK).  Dan dalam demo tersebut, ada yang menghacurkan pagar jembatan, lalu mengambil besi pengaman untuk dijadikan plang penghalang jalan.

"Kita sangat menyayangkan sikap dan tindakan dari pihak pendatang, gara-gara minta KTP dan KK mereka  telah berani merusak jembatan, yang merupakan aset negara, kita minta penegak hukum tangkap pelaku perusakan tersebut,"tegas tokoh pemuda luhak 16, yang juga aktivis Forum Merangin Menggugat (FMM), Albert Trisman, kemarin, kepada awak media.

Jika diteliti tindakan warga tersebut, bukan melakukan aksi damai, melainkan adanya unsur premanisme.

"Asset tersebut, sudah terpaut dalam aturan perundang-undangan, maka dari itu aparat jangan sampai diam bagi perusak asset negara."
 
"Itu aksi premanisme, aksi itu jelas telah merugikan negara,  ini tidak bisa ditolerir lagi. Silahkan Menagih janji kepemerintah, tapi jangan ada perusakan. Aparat dalam hal ini juga jangan sampai diam,"tegas Albert.
 
Senada, tokoh pemuda senior dari luhak 16, Maburi Hasan, mengecam aksi tersebut.

"Mereka seharusnya tau diri bahwa mereka pendatang, jika ingin menuntut pemerintah dipersilakanlah. Namun, jangan menjadi  preman ditengah pasar,"kecamnya pria yang akrab disapa Bohok ini.

Sebelumnya, Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, ketika dikonfirmasi, Selasa (5/1), terkait permintaan warga, sudah mengetahuinya.

Tapi saat ini pihaknya menunggu laporan dari dinas terkait yang mengetahui teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum(DPU).
 
"Soal itu, kita sudah tahu, saat ini kita menunggu laporan dari instansi teknis Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Merangin, untuk mengkajinya, jika menurut dinas tersebut sudah dirusak para perusuh, pihak kami siap menangkap pelakunya,"tandas Kapolres.

Selain itu, warga luhak 16 sendiri juga harus melaporkan tindakan perusak tersebut, supaya laporannya bisa ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top