Selasa, 19 Februari 2019 |
Ekonomi

Warga Nantikan Peredaran Uang Emisi 2016

Jumat, 13 Januari 2017 14:09:19 wib
Uang pecahan rupiah Tahun Emisi 2016

JAMBIDAILY EKONOMI-Terlepas dari kontroversi sejumlah "Hoax" yang beredar di Medsos atas penerbitan uang baru Emisi 2016, sejumlah warga menantikan peredaran uang tersebut secara luas ditengah masyarakat.

Baca juga : "Hoax" Palu Arit pada Pecahan Uang Baru, BI Jambi Gelar FGD

"Wah senang sekali saya bisa menerima uang baru.  Tapi kalau sepintas kayak uang mainan,"ungkap salah satu pemilik warung manisan dikawasan Thehok, sambil membolak balik uang tersebut, saat menerima pembayaran uang pecahan Rp 20 ribu dari jambidaily.com, Jumat (13/01/2017).

Menurutnya, sejak mendengar berita peluncuran uang baru, Dia penasaran ingin tahu seperti apa bentuknya.  Hanya saja saat meminta anaknya mencari pecahan uang baru emisi 2016 tersebut belum beredar luas.

Tak hanya pemilik warung saja, ternyata salah satu teller Bank Flat Merah merasa senang saat transaksi menggunakan uang pecahan emisi 2016.

"Wah hebat Bapak bisa punya pecahan uang baru.  Nukar langsung ya?"ungkap wanita cantik tersebut menerima pembayaran dari jambidaily.com.

Dia sebagai teller Bank sering diminta nasabah menukarkan uang baru.  Namun jumlah ketersediaan pecahan uang emisi 2016 sangat terbatas.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi, V Carlusa, bersama sejumlah elemen masyarakat dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), menyampaikan, hingga saat ini uang pecahan emisi 2016 yang mulai diberlakukan sejak 19 Desember 2016 lalu itu, masih diedarkan dalam jumlah terbatas.

"Secara nasional baru Rp 30 Triliun.  Khusus sebaran untuk Provinsi Jambi Rp 650 milyar.  Bagi masyarakat yang ingin uang pecahan baru dapat menukarkan semua pecahan emisi 2016 senilai Rp 188.000,"ungkap V Carlusa.

Sementara itu, Deputi Kepala Pewakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Poltak Sitanggang, menyampaikan, dengan penggunaan Rectoverso (Gambar saling mengisi) untuk ornamen logo BI singkatan dari Bank Indonesia yang dijadikan "hoax" sebagai palu arit, pada pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 justru lebih aman dari pemalsuan.

"BI mengeluarkan uang rupiah tahun emisi 2016 dengan memperkuat unsur pengamanan berupa, Colour Shfting,Rainbow Feture,Laten Image, ultra violet feature, blind code dan Rectoverso itu sendiri,"jelas Poltak.(*)


Editor    : Hery FR

 

KOMENTAR DISQUS :

Top