Jumat, 19 Juli 2019 |
Ekonomi

Warga Tanjabbar Keluhkan Kenaikan Harga Gas Subsidi

Kamis, 29 September 2016 07:22:00 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY EKONOMI-Sejumlah warga Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengeluhkan kenaikan harga gas subsidi, hingga Rp 25 ribu per tabung 3 Kg.

Kenaikan harga diatas ketentuan telah terjadi sejak minggu terakhir ini, sangat membebani masyarakat ditengah kelesuan pereknomian yang tengah dihadapi.

"Kalau pendapatan kita Rp 30 ribu perhari, Gas naik, gimana kita mau beli keperluan lain,"keluh Lisma, salah satu warga setempat.

Dia berharap, Pemerintah melalui instansi terkait kenaikan harga gas subsidi, yang seyogyanya memang diperuntukkan untuk masyarakat.

"Mudah-mudahan tidak lama lah. Kalau seperti ini terus, semakin beratlah beban kita sebagai masyarakat berpenghasilan kecil,"ungkapnya, kemarin kepada jambidaily.com.

Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Dedi Hadi SH, meminta Pemkab melalui Disperindag, agar tanggap dengan kenaikan harga gas subsidi itu, karena memberatkan masyarakat.

"Masak iya, untuk memenuhi kebutuhan Gas bagi warga Tanjabbar saja tidak bisa,"tegasnya.

Dia juga mengingatkan, dengan letak Geografis Daerah Tanjabbar yang berbatasan dengan Tanjab Timur, dan Kabupaten Inhil(Riau), perlu pengawasan, jangan sampai ada permainan, monopoli dan pengalihan suplai.

"Kita berbatasan dengan Kepri, jadi peluang menjual gas keluar Daerah Tanjabbar sangat terbuka lebar. Saya rasa pengawasan itu juga sangat penting dilakukan,"tandasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Tanjung Jabung Barat, Syafriwan mengaku terkejut dengan kondisi harga gas tersebut, dan hingga saat ini  mengaku, belum mendapat laporan resmi dari pihak terkait (Disperindag-red).

"Saya baru tahu kalau harga gas mengalami kenaikan,"Sebutnya terlihat kaget.

Atas keluhan warga ini, pihaknya berjanji segera melakukan crosschek ke lapangan dan akan mencari tahu penyebab kenaikan harga.

"Secepatnya kita bakal turun untuk mengeceknya,"janjinya.

Dia juga mengingatkan, bila nanti ditemukan ada agen-agen yang melakukan penimbunan dan bermain harga, maka dipastikan Pemkab akan bertindak tegas.

"Kalau sengaja bermain, maaf jangan salahkan Pemkab mengambil tindakan tegas, baik sanksi hingga pencabutan izin usaha,"tandasnya.(*)

Penulis   : Reza Hariyanto
Editor    :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top