Sabtu, 25 Januari 2020 |
Wisata & Budaya

Waspada Serangan Budaya Luar, Kadisbupar ajak Pelajar ke Museum

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:02:33 wib
Slide materi/Photo: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY BUDAYA - Kepala dinas Kebudayaan dan pariwisata provinsi Jambi, Drs Ujang Hariadi, menyiratkan semakin banyaknya budaya luar yang masuk ke Indonesia sehingga minimnya pengetahuan Pelajar akan budaya dan kearifan lokal sendiri.

"siapa yang tahu krinok, siapa yang tahu dul muluk, siapa yang tau selampit delapan, semua itu memiliki nilai-nilai filosopis yang sangat bagus ada budaya, kemanusiaan, persatuan disitu dan lainnya cuma tidak paham, mungkin tidak belajar dan mungkin tidak diajarkan," Jelas Drs Ujang Hariadi.
 
"coba kalau ditanya K-POP, drama korea semua tahu, memang tidak dilarang boleh saja, namun ada kearifan lokal kita," Ungkap Drs Ujang Hariadi saat menyampaikan materi selaku pembicara dalam Sarasehan yang digelar oleh Alumni parade cinta tanah air (PCTA) provinsi Jambi, Sabtu (21/10/17) di Hotel Ratu.

Kadisbudpar mengajak kepada para peserta Sarasehan, agar mendapatkan pemahaman tersebut dengan cara datang ke Museum banyak literatur yang bisa dibaca

"silahkan ke museum, ada literatur yang bisa dibaca yang mempunyai nilai-nilai sejarah tentang Jambi, atau ke dinas pariwisata. Silahkan saja," ajaknya.

Dalam kesempatan ini Drs Ujang Hariadi juga menyampaikan sejarah lokal, bagaimana keteguhan hati seorang Sultan Thaha yang tidak bergeming atas bujuk rayuan bahkan tawaran harta kekayaan dari penjajah kala itu

"rumah seorang Sultan Thaha Syaifuddin, tidak megah dan besar tetapi sangat sederhana karena dia tidak sedikitpun tergiur atas kekayaan yang ditawarkan Belanda sebab dia tidak ingin menghianati rakyatnya. Sebegitu cintanya dia akan tanah air. Sultan Thaha memiliki panglima bernama Raden Mattaher, panglima yang aktif melakukan perlawanan dan meyakinkan penduduk untuk juga melawan," Terang Ujang Hariadi.

"itulah Jas merah kita, bagaimana mereka berjuang, dimasa sekarang ada serangan yang tidak kalah hebatnya, serangan budaya. Budaya-budaya luar sebegitu derasnya masuk ke kita. Ini akan menjadi tugas kita agar bisa membendung atau membentengi diri kita dengan cara memupuk rasa cinta air," Tambahnya.


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top