Selasa, 16 Oktober 2018 |
Peristiwa

Wawako Sungai Penuh Zulhelmi Sambangi Goro komunitas Vespa bersama Masyarakat Desa Koto Tinggi

Minggu, 21 Januari 2018 18:40:02 wib

JAMBIDAILY SUNGAI PENUH - Komunitas Vespa Sakti dan Scooteris peduli lingkungan Kota Sungai Penuh gagas kegiatan bakti sosial gotong royong (Goro) bersama masyarakat desa Koto Tinggi (Minggu, 21/1/18) bertempat dipembuangan sampah akhir (TPA) bukit sentiong. 

Ketua komunitas Vespa Sakti, Weli Prinando didampingi ketua Scooteris M.Ikhsan saat berbincang-bincang dengan Jambidaily.com mengatakan 

“kami mengadakan goro bersama dibukit Sentiong membersihkan TPA dan lingkungan sekitar, karena kami lihat banyak sampah berserakan sampai ke jalan ditambah dengan rumput dipinggir yang telah menghalangi pandangan pengguna jalan, dalam goro ini kami berkoordianasi dengan aparat desa mulai dari kades, kadus, staf desa, ketua karang taruna beserta Babinsa," Terang Weli.

Weli menerangkan bahwa komunitas Vespa sakti berdiri sejak tahun 2005, bersama komunitas lainya aktif mengadakan bakti sosial, tidak hanya itu para anggota mengumpulkan iuran tiap bulan Rp.15.000 yang digunaan bila ada kejadian seperti kebakaran, longsor dan lainya. 

"kami turut membantu walaupun dananya terbatas tapi kepeduliaan itu yang terpenting. Jumlah anggota komunitas vespa Sakti terdiri atas 32 anggota dan Scooteris Vespa peduli lingkungan 5 orang anggota. Lalu kami sering melaksanakan touring keluar daerah tentu saja mematuhi safety riding biar aman dalam berlalu lintas," tandas Weli.

Selain itu Kades Koto Tinggi, Darsono didampingi ketua BPD, Sekcam Sungai Bungkal dan Babinsa memuji kepedulian nyata yang ditunjukkan komunitas ini.

“kami sangat mengapresiasi kegiatan komunitas ini yang peduli lingkungan dan masyarakat merasa terbantu dengan adanya bakti sosial ini," ujar Darsono.

Pada saat goro berlansung wakil walikota Kota Sungai Penuh H.Zulhelmi menyambangi Goro tersebut. 

"Saya Apresiasi dengan komunitas vespa mau peduli lingkungan, serta pemerintahan desa Koto Tinggi yang juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan desa," Ucapnya. 

Ketika Zulhelmi disinggung masalah TPS Bukit Sentiong yang dipakai untuk pembuangan sampah akhir apalagi juga adanya sampah kiriman desa lain. 

"saya terima kasih masyarakat beserta aparat desa mau membersihkan lingkungan karena kita terkendala masalah kewenangan, TPA sentiong itu dekat dengan kantor bupati Kerinci, jadi masalah anggaran siapa yang harus mengurus TPA Sentiong itu yang jadi kendala. Tapi mohon bersabar rencananya Bukit Sentiong akan dibuat tempat wisata menjadi daerah elit, tempat orang berkunjung, kalau sudah dibentuk dengan baik, bisa jadi pusat kuliner, tinggal kita mengelola saja," Terang Zulhelmi. 

"Lalu surat keberatan masyarakat desa Koto Tinggi yang dikirim ke lingkungan hidup kota Sungai Penuh tentang permasalahan TPA Sentiong, tembusan suratnya dikirim kepada saya, biar ditindaklanjuti," Pungkas Zulhelmi (gsm) 

KOMENTAR DISQUS :

Top