Kamis, 23 November 2017 |
Pendidikan & Teknologi

Wawasan Kebangsaan Pramuka Diuji dalam Lomba Pidato Bela Negara

Jumat, 27 Oktober 2017 09:11:26 wib
Sumber: Kwarnas Gerakan Pramuka

JAMBIDAILY PRAMUKA, Pendidikan - Pidato bela negara adalah salah satu dari sekian banyak jenis kegiatan yang dilombakan di Lomba Tingkat Lima (LT-V) Gerakan Pramuka. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 26 Oktober 2017 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur. Dalam lomba ini, wawasan kebangsaan Pramuka diuji.

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Pembinaan Anggota Dewasa, Mardani Zuhri mengatakan, lomba pidato bela negara secara khusus membahas tema-tema berkaitan dengan rasa dan aksi bela negara. Misalnya bagaimana sikap Pramuka ketika melihat kebudayaan atau kekayaan alam Indonesia dicuri.

“Nah, di sini mereka akan mengeksplor sejauh mana wawasan dan kemampuan mereka memahami berbagai persoalan negeri ini. Seperti tadi misalnya, tentang kekayaan negara dalam hal sumber daya alam, kebudayaan, keberagaman dan yang lainnya,” ujar Mardani.

Menurutnya, bela negara sendiri adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.

“Dengan kata lain, bela negara adalah upaya-upaya kita sebagai bangsa untuk membela, menjaga dan memperjuangkan kesatuan dan keutuhan negara Indonesia,” jelasnya.

Hanya saja dalam konteks kekinian, Mardani menyebut perlu konsep atau ide yang menarik bagaimana anak muda bisa menerapkan jiwa patriotisme sehingga lebih membekas. Salah satu cara Gerakan Pramuka adalah dengan mengadakan lomba pidato bela negara dan debat kenegaraan.

“Kawan, bukan waktunya melipat tangan di bawah meja, berlindung di bawah selimut tebal. Kawan, jangan biarkan asing berkuasa, sumber daya dikerok di mana-mana, bangkitlah pemuda, negeri ini milik kita,” teriak lantang salah satu peserta Pidato Bela Negara putri asal Riau.

Pidato itu sontak membuat juri dan penonton tepuk tangan meriah. Mereka merinding. Kemudian, gadis cilik itu meneruskan pidatonya kembali membakar semangat Pramuka Penggalang yang menonton lomba itu. “Kawan, gelangkanlah tanganmu, langkahkan kakimu, tunjukkan prestasi,” ungkapnya.

Dalam lomba ini nantinya peserta diminta berpidato dengan waktu maksimal tujuh menit. Jika pidato yang disampaikan terlalu pendek atau terlalu panjang akan mempengaruhi penilaian. Selain itu, isi pidato dilarang mengandung unsur SARA atau menyerang pribadi/personal.

Pemenang ditentukan dengan akumulasi nilai dari para juri berdasarkan beberapa kriteria, yakni memastikan ide dan gagasannya orisinil, kecocokan antara tema dan materi debat, kemampuan berargumentasi, penggunaan bahasa yang baik dan benar, dan terakhir adalah kesopanan.

 

Sumber: Kwarnas Gerakan Pramuka 

KOMENTAR DISQUS :

Top