Rabu, 22 November 2017 |
Wisata & Budaya

Workshop dalam Suluk Bambu akan Dipandu Tony Broer "Sang Doktor Teater"

Minggu, 15 Oktober 2017 19:04:33 wib
Tony Broer di Performance THE 11th INTERNATIONAL BUTOH FESTIVAL THAILAND 2016/Photo: bacc.or.th

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Dalam rangkaian kegiatan Suluk Bambu yang akan dilaksanakan Teater Tonggak Jambi pada 10 s.d 12 November 2017 di Arena terbuka Taman Budaya Jambi (TBJ) akan dipandu oleh Tony Broer sang pemilik Gelar Doktor dibidang Teater.

"saya sudah melakukan komunikasi dengan Tony Broer, tentang adanya materi Workshop dari Teater Tonggak yang bekerjasama dengan TBJ, jika tidak ada sesuatu diluar dugaan, dia akan datang dan berada di Jambi," Ungkap Didin Sirojudin,S.Sn Kepala TBJ UPTD Dinas Budaya dan Pariwisata provinsi Jambi, Minggu (15/10/17).

Dalam penjelasan Didin dengan adanya Workshop teater dalam Suluk Bambu, tentunya juga memberikan sumbangsih akan pembinaan bagi generasi muda akan dunia seni.

"inilah peran TBJ sebagai laboratorium, Workshop seperti sangat bermanfaat, kita jangan berhenti melakukan pengenalan serta pembinaan kepada generasi muda terkait seni, jika tidak dilakukan, siapa yang meneruskan seni pada umumnya. Terkhusus generasi Jambi dalam meneruskan seni dan budaya Jambi," Terang didin.

Hendry Nursal selaku ketua pelaksana kegiatan ditempat terpisah menyampaikan apresiasinya kepada Tony Broer atas waktunya untuk Workshop.

"senang sekali, dan TBJ memberikan peluang luar biasa, karena Tony Broer adalah tokoh teater, ilmunya sangat bermanfaat, workshop ini langkah awal pengenalan seni kepada pelajar yang pada akhirnya akan menumbuhkan kecintaannya," Jelas Hendry.

Dalam kesempatan ini Hendry mengharapkan dukungan demi kesuksesan Suluk Bambu dari berbagai pihak untuk menggeliatkan seni dan budaya di Jambi.

"dukungan semua pihak tentu sangat kita harapkan, nanti dulu Teater Tonggak nya, namun kegiatan Suluk Bambu adalah salah satu bentuk kepedulian kami untuk pendidikan, tanpa dukungan acara ini tidak ada apa-apanya. ya...maaf di Jambi sangat lambat respon calon sponsor dan agak kurang berminat, kalau udah berbau seni," Ujar Hendry sambil tertawa.

Suluk Bambu rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 s.d 12 November 2017, seluruh pergelaran akan ditampilkan pada malam hari Mulai Pukul: 20.00 Wib. Khusus Workshop akan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2017 dan hasilnya akan dipentaskan pada pertunjukkan malam.

“Workshop rencana tanggal 11 November dan kita akan pentaskan malamnya. Untuk pameran tentunya selama tiga hari baik Instalasi bambu, seni rupa lainnya, rencana juga ada pameran karya-karya Sakti Alam Watir, kalau pertunjukkan khusus di malam hari, jika ada perubahan kami akan informasikan kembali," Terang Hendry. 

"Gratis tidak ada tiket masuk, rencananya kita juga akan ada lomba Swafoto atau Selfie terbaik yang di posting via Instagram dapat hadiah menarik dari Teater Tonggak,” Pungkas Hendry menambahkan.

(Tony Broer/Photo: ist/facebook.com/tony.broer)

Bagi Pelajar yang akan mengikuti Workshop, sudah kenal belum dengan Tony Broer,? Dari laman payunghitamfoundation.com menulis, bahwa Bernama Asli Tony Sopartono alias Tony Broer, lahir di Jakarta. Pendidikan Seni formal A.Md. Keaktoran di ASTI Bandung, S1 Penyutradaraan di STSI Bandung, S2 Penciptaan Teater di Pascasarjana ISI Yogyakarta dengan judul karya: Badaya Tubuh Badaya, dan sekarang masih dalam program S3 Penciptaan Teater di Pascasarjana ISI Yogyakarta dengan judul disertasi: TubuhKata Tubuh.

Aku dengan “TubuhKataTubuh”
Proses pertemuan dengan O3, sebuah wadah kreatif anak muda Yogya, melahirkan program dengan nama “TubuhKataTubuh,” yang isinya adalah kolaborasi antara fotografer dengan aktor. Aktor di sini mengeluarkan tubuhnya sebagai esensi, dan fotografer mencoba menangkap esensi tubuh itu sendiri, yang diharapkan akan melahirkan impresi baru dari hasil karya fotonya.

Bentuk dari program ini, disuguhkan layaknya pentas teater tapi dengan satu kekhususan, yaitu penontonnya adalah mata kamera dari fotografer-fotografer yang terlibat sebagai peserta dalam program ini. Dalam proses ini, teknik foto pun dikembangkan dengan berbagai kemungkinan saat menangkap objek yang bergerak dalam pementasan. Hasil dari setiap proses pemotretan kemudian bisa diolah atau tidak, sementara semua teknik yang sudah ada atau yang masih dicoba terus dilakukan pada event ini. Program ini dilaksanakan dari akhir tahun 2008 sampai akhir tahun 2009, dengan 4 event pentas (in door dan out door). Karya yang lahir pada proses ini adalah, Tubuh Ruang Meja, Tubuh Sensual, Tubuh Bumi dan Tubuh Perang. Program dengan O3 ini juga melahirkan buku pertama dengan judul Tubuh Buku, berisi tentang tubuh teater dalam mata kamera para fotografer.

Tahun 2010 proses ruang pribadi terus dikembangkan, dengan mencoba menjadikan “TubuhKataTubuh” sebagai sebuah metoda latihan yang bisa digunakan oleh semua orang. Tujuannya, untuk menyadarkan orang pada narasi tubuhnya. Selama tahun 2010 juga, dari hasil mencoba metode ini lahir 6 nomor Tubuh Jalan, yang rencana akan dijadikan buku kedua.

Tahun 2011, masuk di Pascasarjana ISI Yogyakarta untuk mengambil Program Doktoral Penciptaan Teater, yang sampai sekarang sedang proses memasuki tahapan untuk menyelesaikan ujian akhir. Dalam bingkai pengembangan metode itu, tahun 2012 terlibat sebagai aktor dalam kolaborasi 5 negara (Indonesia, Jepang, Cina, Korea, Inggris), memainkan naskah Yaneura (Loteng), karya/sutradara Yoji Sakate bersama Rinko-Gun Theatre Company, Jepang. Selama tahun 2013, melakukan proses riset-pelatihan dari metoda ‘TubuhKataTubuh’ dengan mengadakan workshop di beberapa kota.

Tahun 2014 pada bulan Agustus s/d Desember, mendapat program Sandwich-Like DIKTI, untuk riset/penelitian tentang teater fisikal dan Butoh di kota Osaka (Osaka City University) dan kota Tokyo. Tanggal 18 Oktober 2014, aku berpentas bersama Gekidan Kaitaisha di Gedung Shakespeare–Meisei University, Tokyo, membawakan adaptasi naskah Machbett, karya Shakespeare. Selama bulan November-Desember 2014, aku mengikuti latihan di Studio Dance Kazuo Ohno, bersamaYoshito Ohno.

Tahun 2015, tanggal 15 Januari, membawakan pentas tubuh Sebuah Mimpi Boneka dalam pameran tunggal Franziska Frennet di Sangkring Art–Yogyakarta, bulan Februari, memberikan materi Workshop Tubuh di dua peristiwa. Workshop pertama di Teater Camus di Jakarta, yang hasil workshopnya dipentaskan di halaman kampus, dan kemudian di Taman Budaya Kalimantan Selatan dengan 13 komunitas teater, yang hasil workshopnya dipentaskan di jalan dan panggung. 

Melakukan proses riset di beberapa tempat dengan melakukan pentas tubuh lalu di baca langsung oleh penonton juga pembicara, seperti di Sanata Dharma, UGM. Pentas Tubuh di jalan dengan membawakan “ Tubuh Setengah Ranting “ di mulai dari kampus Pasca ISI Yogyakarta sampai jalan Malioboro, menginterogasi tubuh publik. Pentas Tubuh pada pameran seni rupa Hanafi, membawakan “Tubuh Miring”, Workshop Tubuh di fakultas Sastra Inggris Unpad Jatinangor, Pentas Tubuh pada Ujian Progres II dengan membawakan “ Tu(m)buh Terbalik “, Pentas Tubuh pada eksplorasi Ruang, dengan membawakan “ Tubuh Taman”. Pentas Tubuh pada pameran seni Patung Lindu, membawakan “Tubuhku kakiku”. Kegiatan Workshop Tubuh di ISI Surakarta “ Dasar Tubuh Aktor “ dengan metoda TubuhKataTubuh. Bersama Teater DIDIK “ Pengenalan Dasar Tubuh Aktor “ di STAIN Purwokerto. Workshop Keaktoran di Taman Budaya Jawa Timur – Surabaya dengan tema “ Spirit Kidungan “

.Akhir tahun 2015, Nopember sebagai aktor tubuh (Partikel Bebas) dalam Restropective Sardono’s dengan judul “Fabriek Fikr”, di Pabrik Gula Colomadu – Karanganyar, Solo.Tahun 2016, workshop tubuh di Madura (Pamekasan), TBS dalam rangka HATEDU#3 – Solo, Festival theatre Cirebon #2 – Cirebon . Diskusi Teater Tubuh, Aidil (Jakarta ),Mekti (Yogyakarta) – Yogyakarta( pendopo ). Program SIFA di Singapore sebagai aktor dalam “ BLACKSUN “ Karya Sardono W.Kusumo. Mengikuti Program Tranning SCOT Metoda Tadashi Suzuki di Togamaru- Jepang. Sebagai aktor tubuh “Painting Art” dan Mengadakan Workshop Tubuh (The Camp Of Body) pada “Fabriek Fikr 2” bersama Sardono W. Kusumo di Pabrik Gula Colomadu – Karanganyar, Solo. Pada Desember 2016 mengikuti Program Butoh Festival di Thailand sebagai Pemateri Workshop dan Pentas Tubuh dengan membawa judul karya “ TU(M)BUH“ Karya/Aktor Tony Broer./*Sumber: Rilis Teater Tonggak Jambi

 

Berita Terkait: 
Peduli Lingkungan dan Masyarakat, Teater Tonggak Jambi Ekplorasi Bambu

KOMENTAR DISQUS :

Top