Kamis, 18 Januari 2018 |
Peristiwa

Wow..di Tebo, Beredar Rokok Berpita Cukai Palsu ???

Selasa, 04 Agustus 2015 10:01:56 wib

JAMBIDAILY MUARATEBO-Bagi para pecandu rokok di Tebo tidak ada salahnya berhati-hati dan teliti bila membeli rokok.  Terutama rokok yang jarang terdengar dan bermerk aneh, karena diduga menggunakan cukai palsu.

Dari penelusuran jambidaily.com, baru ini, banyak beredar di wilayah Kabupaten Tebo, rokok yang menggunakan pita cukai yang ada pada kotak rokok tidak sesuai dengan isi dan kemasan.

Dugaan menggunaan cukai palsu itu, terlihat juga pada pita cukai tertulis produk rokok merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT), namun keterangan yang ada pada bungkus rokok, tertulis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan artinya produk rokok tersebut palsu.

Keanehan lainya, pada pita cukai tersebut tertulis 12 batang, namun pada bungkus
rokok tertulis 20 batang.  Ini terlihat pada rokok yang dilabel merk, Piston, Rasta
dan Gudang Cengkeh dengan harga perbungkus berkisar Rp 5000 hingga Rp 7.500, dan tertulis, gudang Rokok tersebut berada dijalan 12 Wirotho Agung dan berkantor di jalan 5 Wirotho Agung.

Praktik peredaran rokok yang diduga menggunakan pita cukai ilegal ini, diprediksi sudah terjadi lebih dari setahun,dan pemasaranya juga sudah meliputi seluruh wilayah Kabupaten Tebo mulai Kota Rimbo Bujang, Rimbo Ilir, Rimbo Ulu, Tebo Ulu, Sumay, VII Koto, dan Serai Serumpun.

Sagala, merupakan penanggung jawab distributor Rokok tersebut saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal rokok tersebut.

“Saya hanya kerja, saya menerima rokok sudah seperti itu dari pabrik.  Saya hanya menjual,"sebut Sagala.

Kapolres Tebo AKBP Aman Guntoro saat dikonfirmasi terkait beredarnya rokok yang diduga berpita cukai palsu tersebut mengatakan bahwa pihaknya bakal turun ke lapangan untuk pengecekan.

"Kalau asli atau palsu rokok itu kita belum tahu, masalahnya itu pihak Bea Cukai
yang bisa menentukan. Tapi pihak Kepolisian akan ngecek dulu ke lapangan,"tegas Kapolres, Minggu (02/08).(jambidaily.com/ART)

KOMENTAR DISQUS :

Top