Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Ekonomi

Wow... proyek Icon Merangin Rp 28 Milyar Itu, Dikerjakan Asal Jadi ???

Senin, 24 Agustus 2015 10:37:14 wib

JAMBIDAILY MERANGIN- Pengerjaan proyek Jembatan Syamsudin Uban kembali disoal. Kali ini, abudment proyek yang masuk dalam tahap II dan menelan anggaran total sekitar 28 Milyar itu pun runtuh.

Pantauan dilokasi, proyek yang dikerjakan oleh PT Rudi Agung Laksana itu terlihat tipis dan disinyalir campuran pasir dan semen tidak sesuai yang seharusnya.

“Itu proyek abudment jembatan kok ada yang runtuh, kami menduga mereka mengerjakannya asal jadi,” terang Ketua LSM Perlindungan Hak masyarakat (LSM-PAPINHAS, Masduki kepada media ini, kemarin (23/08).

Masduki menambahkan, jika dilihat berdasarkan penelurusannya, semen abudment itu sangat rapuh. Karena kata dia, kalau dipegang pasirnya bisa dihancurkan.

“Ini proyek besar, kok buat abudment saja rapuh seperti ini. Mau kerja atau tidak PT Rudi ini.” tegasnya lagi.

Lebih jauh dikatakan Masduki, jembatan Syamsudin Uban tersebut adalah Ikon baru Kabupaten Merangin. Jadi, kata dia, rekanan yang mengerjakan harus serius dan jangan bermain-main.

“Kalau mau mencari keuntungan bukan di Merangin bung. Kami masyarakat tidak akan tinnggal diam,” tegasnya kesal.

Senada dengan Masduki, Mesroni ketua Forum Bersama Peduli Merangin menggugat (F-BPM) pun juga menyampaikan kritikan tajam terkait dengan pengerjaan abudment Jembatan Syamsudin Uban tersebut. Kata Masroni selain dari runtuhnya abudment, dia menilai jika pengerjaan juga lambat.

“Mana pekerjaan lambat, tidak beres lagi. Apa benar jembatan ini akan mampu bertahan lama, jika dibangun seperti ini,” tegas Masroni sambil membuktikan ketahanan pembatas jembatan (Abudment) tersebut.

Melihat hal ini, Masduki pun meminta kepada pihak rekanan untuk segera memperbaiki kualitas pengerjaannya.

“Kalau PT Rudi bermain-main silahkan saja, kami siap menyetop kegiatan anda. Jembatan itu ikon Merangin jadi jangan asal dikerjakan. Koq pembatas jembatan setelah dicor, dipegang pakai tangan bisa hancur, dak jelas pekerjaan ini,” katanya.

Terpisah, Rudi selaku rekanan pelaksana,  belum lama ini mengaku jika pengerjaan itu sudah sesuai dengan spek.

“Sudah sesuai spek dan sesuai prosedur. Jangan ganggu kami, kalau seperti ini saya malas mau bekerja lagi di Merangin,”singkatnya saat dikonfirmasi media (jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top