Minggu, 18 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Yaiza Yulita: Akibat Buruk Jika Orangtua Memaksakan Kehendak Terhadap Anaknya

Kamis, 28 Juni 2018 15:26:27 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang lebih menonjol dibandingkan dengan kemampuan yang lainnya. Jadi artinya bakat menjadi suatu keunggulan yang bisa ditunjukkan. Memang bakat anak tidak bisa dilihat secara langsung dan cepat karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bakat juga bukanlah suatu anugerah yang semua anak memilikinya.

Setiap anak memiliki bakat dan kelebihannya masing-masing. Bakat ini bukanlah bawaan dari lahir. Butuh waktu yang cukup lama untuk merangsang kecerdasan anak. Setiap bakat itu memiliki keunikan yang berbeda dan tidak ada artinya jika tidak di asah dan di kembangkan. Oleh sebab itu, pentingnya bagi orangtua untuk mengenali bakat anaknya sejak dini.

Mengetahui bakat anak merupakan kewajiban penting yang harus dilakukan oleh orangtua. Mengapa? karena dengan mengetahui bakat yang dimiliki anak, maka orangtua lebih mudah dalam mengarahkan anak dan mengembangkan bakat anak agar bisa menjadi bekal di masa depan. Namun, terdapat beberapa orangtua yang munutup mata dan tidak menggubris hal ini. Mereka hanya memikirkan segala sesuatu untuk anaknya hanya dari keinginan mereka dan mengesampingkan bakat anak-anak mereka.

Masih banyak sekali orang tua yang terlihat suka memaksakan kehendak mereka kepada anak-anak mereka. Mereka mengekang keinginan anak mereka, dan menganggap keinginan mereka itu sebagai sesuatu hal yang tidak berguna. Mereka mensortir anak-anak mereka untuk menjadi seperti apa yang orang tua inginkan, padahal anak tersebut sama sekali tidak menyukai dan tidak berminat menjadi seperti apa yang orang tua mereka inginkan. Hal ini hanya akan menimbulkan rasa stress dan tertekan.

Sebagai contoh ketika masa kuliah, banyak anak yang ternyata jurusan yang mereka pilih bukanlah keinginan dan pilihan mereka sendiri, melainkan mereka mengikuti apa yang dikehendaki oleh orang tua mereka. Dimana mereka sama sekali tidak menyukai bidang tersebut dan hasilnya mereka tidak menjalankan proses pembelajaran itu dengan hati senang, gembira, melainkan karena terpaksa.

Berikut beberapa akibat buruk yang akan ditimbulkan jika orangtua memaksakan kehendak terhadap anaknya

1. Anak jadi mudah emosional
Anak yang dipaksakan mendalami keinginan dan kehendak orangtua pasti tidak bisa menikmati waktunya. Keterpaksaan membuat perasaannya tertekan sehingga dia tidak tenang. Anak yang dipaksa mengerjakan sesuatu akan meledak dan mudah emosional.

2. Suka Bermalas-malasan
Jika seluruh kegiatan yang dilakukannya setiap hari merupakan paksaan dari orangtua, maka anak tak memiliki motivasi beraktivitas. Ia tidak akan memiliki motivasi instrinsik yang merupakan motivasi dari dalam dirinya sendiri. Seluruh kegiatannya merupakan paksaan dan perintah dari pihak luar. Bukan motivasi dari dalam diri sendiri. Akibatnya, anak terasing dari dirinya sendiri. Ia akan jadi pemalas dan pelan-pelan kehilangan minat pada segala hal. Akhirnya, hilanglah seluruh mimpi dan keinginannya.

3. Tidak Punya Inisiatif
Anak seperti ini biasanya miskin inisiatif. Tidak memiliki gagasan dan ide bagus yang ingin ia lakukan. Penyebabnya adalah seringnya mendapat perintah dari orangtua tanpa sekalipun punya kesempatan mengerjakan keinginannya sendiri.

Dalam jangka panjang, anak yang dipaksakan bakatnya kehilangan diri sendiri. Sampai dewasa ia tidak memiliki inisiatif, selalu bergantung pada perintah orang lain, dan akhirnya tak mampu mandiri. 

4. Tidak Mandiri
Bagaimana rasanya menjadi seorang yang tidak kenal keinginannya sendiri? Dia tidak tahu apa keinginannya, tidak tahu apa yang ingin diwujudkannya.

Tidak ada waktu luang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Dan akhirnya anak merasa  bingung ketika ia dewasa dan dilepas orangtua. Ia tidak tahu cara menjalani hidup sendiri. Selalu bergantung pada orangtua. Sehingga anak tersebut sulit mandiri meski sudah waktunya.

5. Membenci Orangtua
Ini dampak paling berbahaya bagi orangtua. Efek memaksa bisa berujung pada rasa benci yang dalam. Sebab dalam memaksa, anak tidak diberi ruang untuk ikut bicara. Orangtua mendikte anak tanpa sekalipun mau mendengar pendapatnya.

Lalu, kemana pendapat anak yang tak tersalurkan itu? Tentu saja anak hanya mau bicara dan bertukar pikiran dengan teman-temannya di luar sana. Tidak pada orangtua. Bagaimanapun, anak memiliki keinginan-keinginannya sendiri. Mendiamkannya sama dengan mengebiri aspirasinya.

Janganlah paksakan minat pada anak. Boleh mengarahkan sesuai keinginan, tetapi jika anak merasa tak suka, maka biarkanlah ia memilih yang lain. Sebaik apapun prestasi hidup yang telah diraih orangtua. Sehebat apapun cita-cita yang ingin diteruskan pada anak.
Pemaksaan minat malah akan membuat anak tidak sukses. Sebab ia tidak bisa menikmati minatnya. Kalaupun dia sukses, tentu saja dia tak bahagia. Bahagia tidak pernah sesederhana punya banyak uang dan karir yang baik. Bahagia itu melakukan apa yang disukai.

 

 

 

 


...
Ditulis Oleh
Nama: Yaiza Yulita 
Prodi Tadris Matematika 
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 

 

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top