JAMBIDAILY BANGKO-Belum adanya penyelesaian kisruh STKIP YMPM Bangko oleh tim 7, sejumlah alumnus mempertanyakan keabsahan ijazah yang dikeluarkan Sekolah Tinggi itu dan merasa was-was.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin juga dinilai tidak bernyali dan kurang tegas, menyelesaikan kisruh degan STKIP  Bangko yang telah ditangani tim 7 sejak tiga tahun lalu belum membuahkan hasil.

“Sudah banyak saya mendegar laporan dan kekuatiran masyarakat terkait keabsahan ijazah yang ditanda-tangani ketua STKIP yang diangkat YPM untuk alumni kelulusan tahun 2011 dan 2012,”ujar Ketua Alumni STKIP YPM, Sibawaihi Spd ME, kepada wartawan belum lama ini.

Tidak hanya ratusan alumni tamatan tahun 2011 dan 2012 yang merasa was-was, tapi juga mahasiswa-mahasiswa yang saat ini tengah mengikuti proses perkulihan di Perguruan tinggi terbesar di Merangin tersebut,”Kasian mereka, terkatung-katung dengan ketidak jelasan ijazahnya.”

Sementara itu, Mantan Ketua STKIP priode 2009-2012 Tom Olfia, mengatakan,  bahwa STKIP yang berdiri tahun 1980 adalah milik Pemkab Merangin. Namun sayang hingga sejauh ini Pemkab tidak menunjukkan hasil kenerjanya, menyelesaikan masalah tersebut.

Dia menilai Pemkab tidak punya nyali untuk menyelesaikan kemelut yang ada.  Bila Pemkab serius dan punya nyali untuk mengambil alih STKIP, maka kemelut yang ada saat ini dapat terselesaikan, tegasnya.

Dia berharap Pemkab segera mengambil alih dan menyelamatkan STKIP yang merupakan asset masyarakat Merangin.

Sementara itu, DR Arislan mantan ketua STKIP tahun 2003-2007, 2008-2009 dan 2011-2012, kemelut ini timbul, karena pengangkatan dirinya sebagai ketua STKIP oleh YPM berdasarkan akta pendirian baru, nomor 44 tahun 1982, dan tidak relevan dengan akta pendirian nomor 21 tahun 1980 yang merupakan cikal bakal berdirinya STKIP Merangin dibawah naungan Pemkab Merangin.(jambidaily.com/NZR)

ilustrasi google.co.id