JAMBIDAILY POLITIK-Setelah menunggu 13 tahun menanti penyelesaian sengketa lahan antara warga dan PT Era Mitra Agro Lestari ( PT EMAL) dan PT. Jambi Agro Wijaya ( PT JAW), warga harapkan penyelesaiannya melalui tim yang dibentuk Bupati Sarolangun H Cek Endra (CE).

Harapan warga ini karena untuk menyelesaikan persoalan tersebut, CE membentuk tim Tim Terpadu yang diketuai Asisten Pemerintahan, H Ambiar Usman, SH, ME, yang beranggotakan dari unsur Forkopimda, pihak Perusahaan, Tokoh masyarakat serta LSM.

Melalui tim yang diharapkan dapat menjebatani penyelesaian sengketa itu diharapkan memberi solusi terbaik.

Tak hanya itu, tim ini juga diharapkan dapat merumuskan penggunaan dari tanah terlantar bekas PT JAW.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi di kantor Bupati Sarolangun, yang dihadiri Kapolres Sarolangun , Danrem Sarko,pihak perusahaan, Tokoh Masyarakat dan BPN, (11/09), mulai ditemukan akar sengketa antara Warga kecamatan Air Hitam, kecamatan Pauh, kecamatan Mandi angin dengan Pihak perusahaan yang bergerak di bidan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Kapolres Sarolangun, AKBP Satria Adhi Permana dalam rapat itu meminta agar kedua belah pihak yang bersengketa tetap menjaga keamanan dan ketertiban dan memberi kesempatan tim bekerja menyelesaikan persoalan tersebut,”Kita tunggu hasil tim dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Sementara itu, Kadis Bunhut Sarolangun sebagai sekretaris tim, berjanji pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa dan mencari solusi terbaik,”Kami akan bekerja secara obyektip untuk penyelesaikan permasalahan tersebut.

Dan melakukan langkah preventif dan persuasip, sehingga tanah negara yang terlantar bekas PT JAW tersebut tidak dikuasai pihak yang yang tidak berwenang,”janjinya.(jambidaly.com/AJI)