Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Aksi Tanggap Pertamina EP Sangasanga Field Distribusikan Tempat Cuci Tangan Untuk Masyarakat Kutai Kartanegara

4 min read

JAMBIDAILY SANGSANGA – Seperti diketahui bahwa sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk rajin mencuci tangan memakai sabun minimal 20 detik sebagai langkah pencegahan penularan virus corona. Untuk mendukung langkah pencegahan penularan virus tersebut, PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field berupaya menyediakan tempat cuci tangan bagi masyarakat yang ditempatkan pada fasilitas-fasilitas umum.

Sebanyak 8 unit tempat cuci tangan portabel dan non portabel dipasang oleh PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Sangasanga Field pada 8 titik fasilitas umum di Kecamatan Sangasanga, Anggana dan Samboja. Tempat cuci tangan tersebut telah menjangkau titik-titik keramaian diantaranya pasar tradisional, kantor pemerintahan, tempat kuliner, jalan umum dan Puskesmas pembantu. Pemberian tempat cuci tangan tersebut juga dilengkapi dengan hygiene kit berupa sabun cuci tangan dan tisu.

“Adanya wastafel ini diharapkan dapat memudahkan akses masyarakat yang terpaksa harus berpergian dan berada di tempat-tempat umum untuk dapat tetap menjaga kebersihan dirinya dengan cara cuci tangan pakai sabun. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari menyentuh bagian wajah, mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan menggunakan sabun,” ujar Frans Alexander A. Hukom, Sangasanga Legal & Relation Assistant Manager, Jumat (24/4).

Frans juga menambahkan bahwa selain melaksanakan anjuran untuk cuci tangan memakai sabun, masyarakat juga dianjurkan untuk selalu memakai masker dan tetap menjaga jarak aman atau physical distancing saat di tempat umum. “Terima kasih kepada Pertamina EP yang telah memberikan bantuan pemasangan tempat cuci tangan ini, semoga dengan adanya tempat cuci tangan ini dapat membantu mencegah penyebaran virus corona,” harap Mulyadi Sugiansyah, Lurah Sangasanga Dalam pada saat penyerahan bantuan tempat cuci tangan di Kelurahan Sangasanga Dalam, Pemasangan tempat cuci tangan ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat.

“Adanya tempat cuci tangan di sini sangat membantu kami, para pedagang dan warga,” ucap Hendra, salah satu pedagang kuliner di lokasi kuliner Sangasanga.

Pemasangan tempat cuci tangan ini dilakukan sebagai salah satu bagian dari Program Aksi Tanggap Pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh PEP Sangasanga Field. Bantuan tempat cuci tangan ini dilakukan untuk melengkapi bantuan-bantuan lainnya berupa bantuan alat-alat kebersihan pada tempat-tempat ibadah, penyemprotan disinfektan, bantuan Alat Pelindung Diri dan suplemen kesehatan kepada tenaga medis di fasilitas-fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan, serta pembagian masker kain dan handsanitizer pada pemerintah kecamatan dan kelurahan di wilayah operasi.

Dampak pandemi Covid-19 juga menyebabkan pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) termasuk UMKM di Desa Kutai Lama yang juga merupakan mitra binaan PEP Sangasanga Field terpukul. Untuk menyiasati dampak tersebut, PEP Sangasanga Field turut mendorong UMKM mitra binaan untuk memproduksi masker kain.

Ini juga dilakukan untuk mendukung program pemerintah yang menggencarkan penggunaan masker kain bagi masyarakat serta mengatasi kelangkaan masker di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah menganjurkan masyarakat cukup menggunakan masker kain, sedangkan masker medis diprioritaskan untuk para tenaga medis. Produksi masker kain ini dinilai sebagai langkah dalam menyediakan masker kain bagi masyarakat tanpa mengganggu ketersediaan masker medis bagi para tenaga medis.

Sejak adanya pandemi Covid-19 ini, pendapatan usaha dari penjualan produk oleh-oleh berupa souvenir dan makanan menurun drastis karena sepinya wisatawan yang berkunjung pada tempat-tempat wisata di Kutai Lama. Para pelaku usaha yang sebagian besar ibu-ibu ini harus mencari strategi lain agar tetap dapat bertahan di tengah masa pandemi ini, salah satunya dengan memproduksi masker kain. Ibu-ibu pelaku UMKM yang sebelumnya biasa membuat souvenir dan produk pangan, memiliki keterampilan menjahit yang mumpuni. Selain itu, juga untuk memaksimalkan pemanfaatan mesin jahit yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja setempat beberapa waktu lalu.

Pesanan masker kain untuk UMKM Kutai Lama pun datang dari berbagai kalangan, masyarakat umum, pemerintah hingga perusahaan-perusahaan sekitar termasuk PEP Sangasanga Field. Sampai saat ini lebih dari 2000 lembar masker kain telah diproduksi oleh ibu-ibu perajin masker Kutai Lama. PEP Sangasanga Field sendiri mendorong produksi masker kain dengan membelinya untuk dibagikan kepada masyarakat dan digunakan oleh karyawan maupun mitra kerja PEP Sangasanga Field. Pembelian masker kain ini, diharapkan dapat membantu perekonomian UMKM pada masa pandemi ini.

“Dengan adanya pembelian masker kain dari mitra binaan ini, harapannya dapat membantu roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi PEP Sangasanga Field agar tetap bergerak dan memberikan tambahan penghasilan bagi mereka,” harap Jemy Oktavianto, Sangasanga Field Manager.

Pesanan masker tersebut pun menjadi penyelamat geraknya UMKM sejak adanya pandemi Covid-19 terjadi dan dampaknya telah dirasakan. “Produksi masker ini sangat menyelamatkan kami (pelaku UMKM). Bahkan penghasilan mereka bisa lebih banyak,” tutur Sarifah, ketua Kelompok UMKM mitra binaan PEP Sangasanga Field.

Pesanan masker diharapkan bisa terus mengalir kepada masyarakat sehingga mereka mendapatkan penghasilan di tengah sulitnya ekonomi akibat pandemi ini. Apalagi produk masker kain milik UMKM ini telah sampai di tangan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah yang sangat mendukung pemberdayaan UMKM ini.

“Kami berharap ke depannya agar orderan produk kami meningkat. Semoga UMKM kami terus berkembang dan maju. Dengan adanya wabah Corona ini tidak membuat kami berhenti, kami akan terus berproses, berkembang dan berkarya,” pungkas Sarifah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *