Fri. May 29th, 2020

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Problematika Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19

2 min read

Aulia Putri

JAMBIDAILY JURNAL – Di tengah maraknya kasus covid-19 (virus corona), pemerintah menganjurkan agar masyarakat tetap berada dirumah. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjangkit virus mematikan ini. Anjuran ini tentu sangat berdampak pada pembelajaran yang biasanya dilakukan di luar rumah. Bagi para pelajar, semua pembelajaran dialihkan ke pembelajaran online (Daring).

Pembelajaran online ini memerlukan laptop atau handphone yang harus terhubung dengan jaringan internet. Teknik pembelajaran ini di pilih karena memiliki berbagai kelebihan yang dirasa bisa menjadi solusi dari maraknya virus covid-19 ini. Kelebihan utama yang dapat dirasakan dalam pembelajaran online ini yaitu fleksibel dalam hal waktu dan tempat, dan hal ini sangat bagus bagi para pelajar yang sekarang harus belajar walau tetap berada dirumah. Menurut L. Tjokro (2009:187), kelebihan pembelajaran online diantaranya adalah : Tersedia 24 jam, Lebih mudah di serap, Jauh lebih ringkas, dan Jauh lebih efektif dalam biaya.

Penerapan belajar online ini telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Awalnya pembelajaran ini berjalan dengan lancar, namun seiring berjalannya waktu muncul beberapa masalah serta keluh-kesah dari para pelajar. Salah satunya yaitu masalah jaringan internet. Hal ini merupakan salah satu masalah yang sedikit fatal, karena jaringan internet merupakan kunci utama dalam melakukan pembelajaran ini. Seperti yang kita ketahui bahwa pelajar sudah banyak yang pulang ke kampung halaman dikarenakan pembelajaran di alihkan ke rumah masing-masing. Hal ini membuat pelajar harus menghadapi sulitnya mendapatkan jaringan internet. Sehingga, tak jarang ada pelajar yang keluar rumah untuk mendapatkan jaringan internet agar bisa mengikuti pembelajaran online.

Banyaknya tugas dari para guru sering kali menjadi keluh kesah dalam pembelajaran online. Seperti yang kita ketahui bahwa saat belajar di kelas, pembelajaran tidak selalu tentang tugas. Dikelas, para guru mengisi pelajaran dengan penjelasan materi ataupun tentang diskusi kelompok. Disisi lain, para pelajar juga mengeluh akan ketidak jelasan materi serta tidak terkontrolnya kelas dalam pembelajaran online.

Alangkah tidak bijaknya jika para pelajar menyalahkan para guru karena masalah ini. Maka dari itu, seharusnya para guru harus memiliki 8 kompetensi pengajar menurut Hardianto (Robin M dan Frank R, 2010 : 14), yang diantaranya yaitu:

  1. Menguasai dan Update Terhadap Perkembangan Internet
  2. Lebih Menguasai Ilmu Pengetahuan Pokok dan Pendamping
  3. Kreatif dan Inovatif Dalam Menyajikan Materi
  4. Mampu Memotivasi Siswa
  5. Kemampuan dalam Desain Pembelajaran Online
  6. Kemampuan Mengelola Sistem Pembelajaran Online
  7. Ketepatan dalam Pemilihan Bahan Ajar Online Learning
  8. Kemampuan dalam Mengontrol Proses Pembelajaran.

Jika para guru memenuhi kompetensi ini, pelajar akan lebih mudah dalam  memahami pembelajaran karena materi yang diberikan terkesan menarik dan terstruktur. Para pelajar juga tidak merasa terbebani dengan tugas jika guru dapat mengelola serta mengontrol sistem belajar. Jadi menurut saya, metode pembelajaran online ini adalah anjuran yang bagus dari pemerintah dalam mencegah penyebaran virus. Agar pembelajaran ini berjalan dengan lancar, para guru harus memenuhi kompetensi yang telah di paparkan diatas. Para pelajar juga dituntut untuk mandiri dan kreatif dalam mengerjakan tugas, serta dapat berpikir kritis dalam mencari referensi di internet.

 

 

 

Ditulis Oleh
Nama: Aulia Putri
Mahasiswa UIN STS Jambi
Jurusan Sastra Inggris

 

*Isi Artikel menjadi tanggung jawab penuh penulis, termasuk Sumber dan referensi yang dicantumkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *