Sat. Aug 8th, 2020

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Polda Jambi Pasang 30 Kamera Pemantau ‘asap digital’ Cegah Karhutla

2 min read

JAMBIDAILY HUKUM – Kepolisian daerah (Polda) Jambi mengandeng PT Telkom bersama TNI dan pihak terkait lainnya segera memasang 30 unit kamera pemantau atau ‘cctv’ untuk aplikasi ‘asap digital’ sehingga dapat memonitor kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi (Jumat, 17/07/2020) mengatakan, menindaklanjuti instruksi Presiden dan Kapolri agar mengantisipasi terjadinya karhutla, Polda Jambi berkolaborasi dengan berbagai pihak membentuk tim mengantisipasi ancaman karhutla dengan menggunakan program aplikasi asap digital.

Polda Jambi sebagai inisiator aplikasi asap digital berkolaborasi dengan PT Telkom yang sudah punya sumber daya, rencanya memasang cctv dengan prioritas di Kabupaten Tanjab Barat, Tanjab Timur, dan Muarojambi dimana sampai saat ini sudah ada tujuh cctv yang terpasang dan sisanya segera menyusul hingga Agustus mendatang.

Cctv asap digital itu akan terpantau selama 24 jam melalui command center di Polda Jambi dan cctv itu bisa memantau hingga radius empat kilometer atau untuk wilayah dengan luas 1.200 hektare.

Kemudian lewat aplikasi ini keberadaan dari personel baik TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni maupun relawan lainnya juga bisa terpantau. Dengan demikian begitu ada potensi asap yang terpantau petugas di command center bisa langsung menghubungi personel terdekat.

“Nanti petugas di lapangan juga akan kita bantu dengan peralatan-peralatan yang memadai dan melalui satuan tugas (satgas) yang dibentuk, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar,” kata Firman Shantyabudi.

“Intinya kita memberdayakan potensi masyarakat dan jangan ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar,” kata Firman lagi.

Selama tiga bulan ke depan Polda Jambi bersama instansi terkait lainnya mengelar operasi guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

Operasi sudah dimulai sejak 1 Juli lalu dan akan berakhir hingga 26 September 2020 dan saat ini Jambi juga sedang siaga darurat karhutla.

Kapolda juga mengatakan, keunggulan dari aplikasi asap digital ini bisa memantau adanya asap yang bersumber dari api dan sebelum api tersebut membesar agar segera dipadamkan dengan mengerahkan personil satgas karhutla terdekat dengan lokasi serta dibantu oleh pihak perusahaan.

Selama ini untuk anggota satgas karhutla memantau asap atau api selain melalui satelit juga masih memakai sistem manual naik ke tower pemantau namun dengan aplikasi asap digital bisa memantau asap melalui ruang monitor dan lebih efektif serta efisien.

“Kemudian saya berharap kepada semua masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan untuk bersama-sama menjaga agar tahun ini tidak terjadi bencana karhutla di Provinsi Jambi,” kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi. (Nn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *