Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Eksportir Ubur-Ubur di Sambas dan Singkawang Mendapat Penghargaan dari Bea Cukai Sintete

2 min read

RESMIKAN - Kanwil Bea Cukai Kalimantan Barat, Azhar Rasyidi meresmikan KITE IKM PT Samudra Indah Jaya, baru-baru ini.

JAMBIDAILY EKONOMI – Laman kompas.tv (Kamis, 24/09/2020) melansir ‘Bea Cukai Sintete Berikan Penghargaan untuk Eksportir dari Sambas dan Singkawang’ bahwa Para eksportir yang memperoleh penghargaan dari bea cukai sintete ini berdagang di kawasan lintas batas. Awalnya mereka tidak memiliki dokumen kepabeanan dan tidak menargetkan pasar luar negeri secara khusus.

Namun, melalui program jempol atau jemput bola, Bea Cukai Sintete mengajari mereka memperluas pasar dengan cara yang legal, bahkan dapat menyumbangkan devisa untuk negara.

“Di awal Desember 2019, bisa kita wujudkan ekspor perdana melalui PLBN Aruk,” ucap Denny Prasetyanto, Kepala Kantor Bea Cukai Sintete.

Manfaat memiliki dokumen kepabeanan dirasakan salah seorang eksportir buah, Hendra. Hendra yang menjual jeruk dan buah naga dapat memasarkan produknya ke Negeri Jiran Malaysia.

Sejak Desember 2019 hingga Maret 2020, Bea Cukai Sintete telah menangani lebih dari seratus dokumen ekspor dengan nilai devisa lebih dari satu miliar rupiah.

Simak informasi lain dari Kota Singkawang dan Kalimantan Barat di kanal YouTube KompasTV Pontianak.

Selain itu, laman www.suarapemredkalbar.com (Jum’at, 25/09/2020) melansir bahwa Bea Cukai Sintete melakukan dorongan kepada pengusaha dalam mengembangkan daerah melalui fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Industri Kecil Menengah (IKM).

Kali ini, Bea Cukai Sintete melaksanakan peresmian KITE IKM PT Samudra Indah Jaya Singkawang yang yang bergerak dalam usaha ubur-ubur di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, baru-baru ini.

Kanwil Bea Cukai Kalimantan Barat, Azhar Rasyidi mengatakan fasilitas KITE IKM merupakan instruksi bapak Presiden RI Ir Joko Widodo dengan Program Nawacita dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

“Adanya fasilitas KITE IKM melalui Bea Cukai tentu disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah mengerti dan tidak sulit dipahami, namun bisa dirasakan dampak dan seperti IKM ini dapat membangun dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Hari Ke-15, KKP Salurkan Nasi Ikan ke Panti Asuhan, Ojek dan Pedagang Kecil

Pihaknya berharap hal yang dilaksanakan di Temajuk Kecamatan Paloh ini menjadi contoh untuk daerah-daerah lain dengan adanya sinergitas dari semua aparatur pemerintah.

“Ini harus menjadi contoh untuk daerah-daerah lainnya, namun sangat diperlukan kerja sama dari semua pihak, terutama aparatur pemerintah lainnya,” tuturnya.

“Kita menginginkan dengan fasilitas KITE IKM dapat benar-benar meningkatkan dan menyejahterakan masyarakat di daerah sekitar dengan adanya peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Pihak perusahaan juga telah berkomitmen untuk bekerjasama dengan masyarakat sekitar.

Sementara Kepala Kantor Bea Cukai Sintete, Denny Prasetyanto mengatakan masih banyak daerah yang perlu untuk dikembangkan.“Iini hanyalah tonggak awal pertama di Kabupaten Sambas. Di Sambas masih ada sentra kelapa, buah naga, nanas ikan. Maka hal ini diperlukan industri pengelolaan agar bisa menyerap tenaga kerja yang berdampak dalam peningkatan perekonomian di masyarakat,” katanya.

Jika selama ini hanya petani dan pedagang yang merasakan dampaknya, maka dengan hadirnya industri masyarakat sebagai pekerja juga merasakan dampak peningkatan perekonomian.

“Ya, dengan hadirnya industri pengelolaan maka masyarakat di sekitar, tak hanya petani dan pedagang yang merasakan dampaknya, namun masyarakat yang sebagai pekerja juga merasakan dampak peningkatan ekonomi,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hendry Noesae

1 thought on “Eksportir Ubur-Ubur di Sambas dan Singkawang Mendapat Penghargaan dari Bea Cukai Sintete

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *