Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Milenial Cerdas ‘Usia Muda Rajin Investasi Tua Merajut Mimpi’

11 min read

Hendry Nursal

Oleh: Hendry Nursal*

JAMBIDAILY JURNAL – Data menunjukan besarnya angka kaum muda di provinsi Jambi, tentu tidak salah jika pemuda disebut masa depan provinsi Jambi khususnya dan masa depan bangsa Indonesia umumnya. Tetapi patut juga menjadi perhatian adanya ketimpangan antara jumlah pengangguran dan pencari kerja, itu akan melahirkan banyak efek negatif berbau kriminalitas.

Mulailah menyiapkan buku catatan untuk menentukan arah finansial. Masa depan Indonesia dan masa depan Provinsi Jambi, ada di tangan anda.

Hidup di tengah besarnya perkembangan teknologi dengan segala kecanggihan dan kemudahan mengakses informasi menjadi ladang bagi personal kreatif, sehingga mampu membuka ruang bebas berinovasi yang menghasilkan secara finansial. Itu bisa diwujudkan secara nyata dikala usia produktif, usia kaum muda atau yang lebih dikenal dalam konsep kekinian ialah Milenial. Siapa mereka,?

Dalam berbagai referensi, ahli menyebut awal 1980 hingga 2000-an sebagai kelahiran Milenial karena adanya peningkatan besar (booming) kelahiran, generasi yang tumbuh dengan komputer dan internet. Disokong pula oleh Telepon pintar (Smartphone) atau Gadget, peranti dengan fungsi praktis serta canggih. Maka sangatlah mudah memenuhi kemampuan mereka untuk memahami sektor keuangan, juga mengimplementasikan, pada akhirnya menikmati hasil di masa depan.

Namun faktanya kecanggihan tersebut juga diikuti dengan sesuatu yang menggiurkan kaum muda menghabiskan waktu berlama-lama di gadget bermain secara daring tanpa tujuan jelas hanya alasan mencari hiburan, bukan menggali pemahaman bagaimana memenuhi pundi-pundi tabungan di hari tua.

Itu saya sebut euphoria perkembangan teknologi yang diisi dengan gaya hidup, menikmati secangkir kopi ditempat mewah atau memburu sudut-sudut tertentu mengejar hasil jepretan demi gengsi dan pengakuan. Semua sekedar memenuhi keinginan zaman bukan kebutuhan mendasar, seharusnya dapat dikelola secara maksimal. Bukankah sangat luar biasa, jika mengikuti gaya hidup dinamis dengan segala euphoria tadi namun juga menghasilkan,?

Pengetahuan yang minim sudah tentu, seharusnya dapat dirasakan mereka dalam keseharian bagaimana sulitnya mengatur keuangan, mengontrol pengeluaran akibat keinginan belaka. Terkesan kurang peduli menjadi tambah nyata di kehidupan Milenial saat ini.

 

Arti juga Manfaat Literasi dan Inklusi Keuangan

Dikutip dari investor.id sebagaimana penjelasan laman Otorititas Jasa Keuangan (OJK), bahwa keberhasilan dalam mengelola keuangan ditentukan oleh kedisiplinan untuk menjaga konsistensi gaya hidup hemat dan cerdas. Hidup hemat berbeda dengan pelit. Hidup hemat adalah mampu untuk mengutamakan kebutuhan di atas keinginan serta mengatur pemenuhan kebutuhan dengan hal-hal berkualitas secara efisien.

Jadi, gaya hidup hemat bukan berarti menekan pengeluaran sehingga tidak memperhatikan kualitas, tetapi mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan dan seimbang dengan penghasilan. Agar berhasil dalam mengelola keuangan, sangat penting untuk menentukan tujuan supaya bisa lebih fokus dalam merencanakan keuangan.

  1. Apa tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang.
  2. Berapa besar dana yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.
  3. Tentukan deadline sehingga bisa memantau progress pengelolaan keuangan tersebut.

Penulis menilai, banyak generasi milenial di Provinsi Jambi terkesan lebih memaksakan diri agar dapat memenuhi gaya hidup, paling miris jika keinginan itu dipenuhi dengan cara berhutang bukan memaksakan agar hidup sederhana untuk mengutamakan investasi.

Saat tidak lagi bekerja atau memasuki usia purna tugas alias pensiun, sementara tidak ada upaya mengamankannya lewat investasi? sudah dapat dipastikan bermunculan keturunan generasi-generasi miskin finansial. Sudah selayaknya kaum milineal memahami sejak dini, mulailah mengorek lebih jauh literasi dan inklusi keuangan.

Sindhi Aderianti, ditajuk “Mengenal Inklusi Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan Inovasinya untuk Negara” menulis berbicara mengenai perbedaan inklusi dan literasi keuangan, keduanya tentu memiliki keterkaitan satu sama lain. Inklusi tanpa literasi mumpuni tidak akan bermakna signifikan, terutama terhadap perekonomian.

Jika inklusi berhubungan dengan jumlah pengguna jasa keuangan, literasi keuangan lebih fokus kepada  pengelolaan uang yang dimiliki. Seseorang dengan literasi keuangan yang baik, umumnya tahu bagaimana cara memanfaatkan uang semaksimal mungkin. Sehingga dengan demikian adanya inklusi tadi tidak sia-sia.

Inklusi keuangan memiliki banyak manfaat. Menurut Bank Dunia, peningkatan inklusi keuangan dengan nilai satu persen saja, maka pertumbuhan ekonomi bertambah 0,03 persen. Belum lagi efek lain dari inklusi keuangan dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan, penurunan tingkat kemiskinan, hingga meminimalisir kesenjangan sosial. Selain itu, inklusi keuangan juga diharapkan mampu memberi sumbangsih lebih untuk negara, diantaranya sebagai berikut:

  • Mendukung stabilitas sistem keuangan
  • Meningkatkan efisiensi ekonomi
  • Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance
  • Mendukung ekspansi pasar keuangan
  • Menyumbangkan potensi pasar baru bagi perbankan
  • Meningkatkan Human Development Index (HDI) Indonesia
  • Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional secara kontinu
BACA JUGA:  Ini Panggung Ku, Engkau Larang Aku Datang

Sementara itu Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 76/POJK.07/2016, pengertian inklusi keuangan adalah Pemenuhan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka memperkuat kesejahteraan dan mengurangi penyebab inflasi.

Inklusi keuangan dapat diistilahkan terwujud jika seluruh orang dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah. Efek yang diinginkan tentu saja meningkatnya kemampuan ekonomi dan berkurangnya kemiskinan serta kesenjangan ekonomi.

Efek positif dari inklusi keuangan tersebut bakal dirasakan banyak orang kalau layanan keuangan yang tersedia menjangkau masyarakat luas. Dengan kata lain, semakin banyak orang yang dengan mudah mengakses layanan keuangan, semakin cepat ekonomi bertumbuh.

Sedangkan pengertian Literasi keuangan adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial dan menghindari resiko keuangan, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Besarnya manfaat jika memahami Literasi dan Inklusi itu terus di dengung-dengungkan OJK kepada masyarakat Indonesia, karena:

  • Sektor jasa keuangan memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara global. Peran sektor keuangan ini dapat dilihat dari keberadaan trilogi pemberdayaan konsumen yang terdiri dari literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perlindungan konsumen. Sehingga mampu memperkuat sistem keuangan dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
  • Literasi dan inklusi keuangan, sebagai 2 dari 3 pilar yang terdapat dalam trilogi pemberdayaan konsumen, memiliki korelasi yang erat antara satu sama lain. Korelasi ini memiliki hubungan yang berbanding lurus dimana peningkatan pemahaman dan kemampuan seseorang dalam menentukan produk dan/atau layanan jasa keuangan yang dibutuhkan akan meningkatkan penggunaan produk dan pemanfaatan layanan jasa keuangan oleh masyarakat.

Jeanne M. Hogarth, dalam artikel Financial Education and Economic Development menyebut “kenaikan tingkat literasi keuangan masyarakat akan mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang dapat menetukan dan memanfaatkan produk dan/atau layanan jasa keuangan (Tingkat inklusi keuangan) sehingga pada akhirnya akan mendorong kesejahteraan masyarakat”

“Kenaikan tingkat literasi keuangan yang berdampak pada kenaikan tingkat inklusi keuangan akan mengurangi kesenjangan dan rigiditas low income trap, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selanjutnya akan berujung pada penurunan kemiskinan” Dikutip dari buku berjudul “Financial Inclusion, Poverty, and Income Inequality in Developing Asia” karya Park C.Y. dan Mercado Jr.R.V. tahun 2015.

 

Kondisi Provinsi Jambi Dalam Angka

Memang tidak semua kaum Milineal Indonesia seperti itu, tidak juga seperti itu yang ada di provinsi Jambi, namun harus dimulai sejak dini, dimulai sejak saat ini juga menata pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku (Literasi Keuangan) dalam menyikapi produk-produk keuangan (Inklusi Keuangan) seperti Investasi.

Provinsi Jambi dalam angka tahun 2020, sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terdiri dari 9 kabupaten dan 2 kota, terdapat 141 kecamatan 1.375 desa dan 187 kelurahan, Dengan jumlah Penduduk 3.624.579, untuk usia 50 tahun keatas 624.156; usia 20-49 tahun 1.724.830 dan usia 19 tahun kebawah 1.275.593.

Jumlah angkatan kerja di Provinsi Jambi keadaan Agustus tahun 2019 mencapai 1.765.747 orang yang terdiri dari 1.691.782 orang bekerja dan 73.965 orang pengangguran terbuka. Lalu coba bandingkan dengan jumlah pencari kerja yang mendaftar di dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasakan jenis kelaminnya pada tahun 2019 sebanyak 14.978 orang, dengan jumlah pencari kerja laki-laki sebanyak 8.450 orang dan perempuan 6.528 orang.

Pada tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi sebesar 274,32 ribu jiwa (7,60 persen) pada bulan Maret dan 273,37 ribu jiwa (7,51 persen) pada bulan September. Indeks pembangunan Manusia pada tahun 2019 sebesar 71,26 meningkat 0,86 persen poin dari tahun sebelumnya.

Bagaimana tahun 2020,? Rasanya sudah cukup tergambar dengan kondisi perekonomian dunia akibat terpaan wabah pandemi Covid-19, tidak sedikit negara telah mengumumkan berada di jurang resesi bahkan Indonesia juga mengalami itu.

Kita dituntut tidak panik, tetap tenang, selain resesi ini akan selalu datang, tinggal jaraknya saja yang berbeda, resesi bisa ada karena ekonomi jenuh, politik, perang, masalah ekonomi global yang berdampak ke ekonomi lokal, dan banyak faktor-faktor lain.

BACA JUGA:  Coffe Morning Bersama Media, Basarnas Jambi Berbagi Pengalaman Tugas Mulia

Ada pelajaran besar, ini dapat mengingatkan kita yang masih bekerja, begitu penting memberikan perhatian lebih terhadap sektor keuangan. Akankah kaum milenial, masih tetap tidak beranjak dari euphoria perkembangan Teknologi,? Coba pikirkan kembali.

 

Skala Prioritas, Konsentrasi Rencana Keuangan

Lantas apakah salah turut merasakan itu semua,? Tidak, asal jangan berlarut-larut. Ada skala prioritas transaksi keuangan, ada jangka pendek dan jangka Panjang. Mulailah memikirkan Tabungan, Investasi, Asuransi Kesehatan dan Jaminan pensiun.

Membagi persentase skala prioritas tersebut terhadap kebutuhan sehari-hari, namun tidak melupakan dana darurat sehingga konsentrasi rencana keuangan tetap fokus. Terpenting saat ini perkuat pemahaman kita, terutama kaum milenial terkait Literasi dan Inklusi keuangan.

Investasi juga dapat melindungi aset yang dimiliki dari ancaman inflasi. Di bawah ini berdasarkan penjelasan laman Libera.id, ada beberapa jenis investasi yang dapat dipilih dan memberikan keuntungan yang cukup besar.

Saham, Saham merupakan salah satu jenis investasi yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jika Anda membeli saham suatu perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, maka Anda bertindak sebagai pemegang saham dari perusahaan tersebut dan memperoleh hak atas dividen sebesar persentase saham yang Anda miliki di perusahaan tersebut. Selain hak atas dividen, Anda juga dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga penjualan saham. Sifatnya yang likuid dan mudah diperjualbelikan tentunya menguntungkan bagi Anda ketika Anda ingin mengalihkan saham tersebut kepada orang lain pada saat harga saham Anda sedang naik.

Dari segi keuntungan, investasi jenis saham menawarkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Namun, dengan adanya sifat high return, investasi saham juga berisiko tinggi karena harganya yang fluktuatif dan sangat bergantung pada keadaan ekonomi, politik, maupun keadaan tertentu seperti hari raya.

Reksa Dana, Definisi reksa dana dapat ditemui di Undang-Undang No. 8/1995 tentang Pasar Modal, yang artinya adalah wadah yang dipergunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi. Dalam hal ini, Anda sebagai investor hanya perlu menyediakan modal yang kemudian modal tersebut dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan dalam portofolio efek. Portofolio efek yang dimaksud terdiri atas produk-produk pasar uang, obligasi, maupun saham.

Saat ini, memulai investasi melalui reksa dana tidak perlu dana jutaan rupiah melainkan hanya dengan uang minimal Rp100.000, Anda sudah dapat memilih reksa dana sebagai pilihan Anda berinvestasi. Reksa dana juga tergolong sebagai investasi jangka panjang yang lebih aman dibandingkan dengan saham. Reksa dana sendiri memiliki beberapa jenis yaitu reksa dana saham, obligasi, dan pasar uang. Bagi Anda yang ingin memiliki keuntungan paling tinggi, Anda dapat memilih reksa dana saham. Kelebihan lainnya dari reksa dana adalah uang yang Anda investasikan akan dikelola oleh manajer investasi sehingga Anda tidak perlu repot memantau perkembangannya setiap hari.

Deposito Berjangka, Membuka deposito berjangka di Bank merupakan jenis investasi lainnya yang bisa Anda pilih. Deposito berjangka ini memiliki bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa, dan memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas, biasanya 3 (tiga) bulan hingga 12 (dua belas) bulan. Di mana, jika Anda mencairkan dana sebelum tanggal jatuh tempo yang ditentukan, Anda akan dikenakan penalti oleh Bank yang bersangkutan. Semakin lama dan semakin besar nominal uang yang Anda tabung sebagai deposito, maka semakin besar juga keuntungan yang akan Anda dapatkan. Bukan hanya itu, jenis investasi ini juga menjadi salah satu investasi yang memiliki risiko rendah dan terbilang aman. Untuk melakukan deposito juga dianggap cukup mudah dan tidak rumit, sehingga banyak investor pemula yang memulai investasinya dengan membuka deposito.

Obligasi (Surat Utang), Obligasi merupakan surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi utang pokok pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pemegang obligasi. Imbalan bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi adalah berupa kupon.

BACA JUGA:  Pelibatan Petani Perempuan dan Pemuda Gambut dalam Sekolah Lapang BRG

Pada umumnya, di Indonesia sendiri biasanya jenis investasi ini memiliki jangka waktu mulai dari 1 hingga 10 tahun. Diterbitkannya obligasi ini dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Di Indonesia, terdapat 3 jenis obligasi yang dikenal yaitu: (1) Obligasi Pemerintah, yakni obligasi dalam bentuk surat utang negara yang diterbitkan oleh Pemerintah; (2) Obligasi Korporasi, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh korporasi, baik swasta maupun BUMN; dan

Obligasi Ritel Indonesia (ORI), yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. ORI pertama kali diterbitkan pada tahun 2006. Dengan memilih obligasi, Anda dapat melakukan investasi lebih aman, karena kemungkinan terjadinya gagal bayar sangat minim, terutama obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah. Misalnya hal ini terjadi, Anda akan diberikan jaminan dari aset yang dimiliki pemerintah.

Properti, Seperti yang kita ketahui, tanah dan bangunan merupakan jenis investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan dan menggiurkan. Di mana, nilai properti akan terus meningkat dari tahun ke tahun dan persentase peningkatannya mencapai 15-20% per tahun, terutama jika Anda mendapatkan lokasi properti yang strategis. Selain itu, jenis investasi ini minim risiko kebangkrutan, karena properti sendiri menjadi salah satu kebutuhan dasar, baik untuk tempat tinggal ataupun usaha. Namun, dengan memilih jenis investasi ini berarti Anda harus menyiapkan biaya yang cukup besar untuk membeli properti dan perawatan properti tersebut. Dengan memiliki properti baik tanah atau bangunan, Anda dapat menyewakan properti sambil menunggu nilai properti naik, kemudian menjualnya. Dengan menyewakan properti, Anda akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari passive income dan properti Anda juga lebih terawat karena pihak penyewa yang akan mengurus properti Anda. Namun, pastikan bahwa Anda menyiapkan perjanjian sewa menyewa ketika Anda akan menyewakan properti Anda kepada pihak lain. Hal ini dilakukan agar Anda dapat meminta ganti kerugian apabila penyewa menyebabkan kerusakan pada properti milik Anda.

Emas & Logam Mulia, Emas dan logam mulia merupakan salah satu jenis investasi klasik yang populer di kalangan masyarakat Asia dari zaman dahulu hingga saat ini. Investasi jenis ini cocok bagi Anda yang menginginkan investasi jangka panjang, karena harga emas dan logam mulia akan terus meningkat dan biasanya peningkatan harga ini disebabkan atas respons terhadap kejadian-kejadian tertentu yang menyebabkan nilai paper investment, seperti saham dan obligasi, menurun. Hal ini membuat jenis investasi emas dan logam mulia tergolong aman karena harganya yang stabil terutama ketika pasar saham sedang mengalami penurunan.

Asuransi, Asuransi penting bukan hanya untuk melindungi pribadi, namun juga dapat melindungi keluarga dan juga aset yang Anda miliki, misalnya rumah, kendaraan, dan juga sebagainya. Jika biasanya asuransi hanya berfungsi sebagai proteksi, sekarang asuransi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif investasi. Asuransi berbasis investasi ini menggabungkan 2 produk yakni asuransi dan dana kelolaan seperti reksa dana. Umumnya, premi yang Anda bayarkan dikonversikan ke dalam bentuk unit. Unit yang Anda miliki inilah yang akan dibagi ke 2 jenis, yang pertama untuk membayar biaya asuransi, dan kedua untuk diinvestasikan. Asuransi yang umum digunakan sebagai investasi jangka panjang adalah asuransi jiwa.

Sebelum membeli polis asuransi ini, Anda harus memahami dengan benar bagaimana investasi dalam asuransi ini dilakukan. Biasanya jenis investasi ini memiliki jangka waktu yang cukup lama, yaitu mulai dari 10 Tahun. Di setiap bulannya, Anda juga diharuskan untuk melakukan pembayaran asuransi beserta biayanya. Dengan memilih asuransi berbasis investasi, premi yang harus Anda bayarkan memang lebih tinggi dari produk asuransi biasa. Maka dari itu, Anda harus cermat memilih perusahaan penerbit asuransi yang tepat karena investasi pada produk asuransi memerlukan biaya lebih dan merupakan  investasi jangka panjang sehingga Anda perlu memastikan bahwa perusahaan penerbit asuransi adalah perusahaan yang telah mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang dan memiliki jejak rekam yang baik.

Bagaimana kaum milineal,? Mulailah menyiapkan buku catatan untuk menentukan arah finansial. Masa depan Indonesia dan masa depan Provinsi Jambi, ada di tangan anda.

 

*Penulis adalah: Wartawan dan Pemimpin Redaksi jambidaily.com

5 thoughts on “Milenial Cerdas ‘Usia Muda Rajin Investasi Tua Merajut Mimpi’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *