Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Pertamina Bersama ‘Dewi Sri’ Menyemai Benih di Tanah Kenali Asam, Saat Pandemi Covid-19

13 min read

Ari Rachmadi bersama Keluarga, Legal and Relation Asisten Manager Jambi Field/Foto: Ist.dok

Oleh: Hendry Nursal*

JAMBIDAILY JURNAL – Bukan suatu tantangan berarti, Pertamina EP Jambi Field hadir mengemas ide-ide cemerlang dengan cara tidak membiasakan masyarakat menerima sepotong roti tetapi menjadikannya sebagai pembuat roti. Kalau kita analogikan masyarakat disediakan sepetak lahan, diberikan benih, diberi cangkul kemudian dibimbing cara penggunaan cangkul untuk menyemai benih hingga tumbuh subur bahkan srategi pemasarannya. Hadirlah area hijau lahan kehidupan bernama Kebun Hidroponik, satu dari beberapa program Gerai Energi.

Ditengah pertarungan PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat, wabah bernama Corona Virus Diseases (covid-19) melanda dunia tak terkecuali Indonesia dan menyergap ke semua lini kehidupan. Maka tak hanya membentengi kekuatan tubuh namun daya kejutnya terhadap ekonomi juga menjadi tamparan keras yang tidak bisa terpisahkan.

Bukanlah perkara mudah melewati masa pandemi, efek itu menuntut Pertamina harus kokoh luar dan dalam dengan cara memupuk semangat, dengan cara tidak mengendorkan optimisme , yaitu menjaga keselamatan pekerja juga tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Artinya pundak Pertamina memangku tugas berat, konsisten menjaga operasional perusahaan serta ketahanan energi, beriringan dengan menurunnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional pada tahun 2020.

Hal itu tak jua mengurangi kadar ketulusan PT Pertamina (Persero) untuk menyongsong perusahaan energi nasional kelas dunia. Visi tersebut menjadi proyeksi utama juga di anak perusahaan, seperti Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) dengan visi: Menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia, serta misi: Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik, serta tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup.

Salah satu Penyokong tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup ialah menuaikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat atau Corporate Social Responsibility (CSR), ditujukan untuk pembangunan berkelanjutan dalam jangka panjang disegala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Untuk itu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Asset 1 Jambi Field (PEP Jambi) langsung menuju masyarakat menggali sumber daya yang ada, memetakan kondisi sosial dan menjawab permasalahan secara faktual lalu merangkulnya dengan cara memaksimalkan dan memberdayakan potensi masyarakat. Baik yang dikawasan Ring 1 (satu) yaitu wilayah keberadaannya terdekat dengan area operasional PEP Jambi maupun diluar cakupan tersebut.

Pemberdayaan Masyarakat identik dengan hasil yang diimpikan pada masa depan, namun membangkitkan motivasi masyarakat di tengah keterpurukan dan melemahnya perekonomian di kondisi terkini di saat pandemi, membutuhkan ekstra tenaga dan pikiran karena tak semudah membalikkan telapak tangan, tak semudah bicara konsep atau ide gagasan supaya formulanya tepat sasaran menyentuh keadaan sosial.

Pertimbangan sosial geografi terpenting dipahami untuk keberhasilan program, tercapainya tujuan jangka panjang dan pendek sebagai implementasi tindakan nyata. Maka di masa pandemi PEP Jambi hadir dan memberikan perhatian penuh, turut membangun ketahanan pangan bagi masyarakat di Kota Jambi khususnya yaitu membawa Tetesan Air mata Dewi Sri dari Khayangan, sang Dewi kesuburan ke tanah Kenali Asam Kota Jambi.

Dari berbagai referensi, Kota Jambi bermoto Tanah Pilih Pesako Betuah berdiri pada tanggal 28 Mei 1401 dan dibentuk sebagai pemerintah daerah otonom kotamadya berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera nomor 103/1946, tanggal 17 Mei 1946. Kemudian ditingkatkan menjadi kota besar berdasarkan Undang-undang nomor 9 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota besar dalam lingkungan daerah provinsi Sumatera Tengah. Selanjutnya kota Jambi resmi menjadi ibukota provinsi Jambi pada tanggal 6 Januari 1957 berdasarkan Undang-undang nomor 61 tahun 1958.

Tanah Pilih Pesako Betuah secara filosofi mengandung pengertian bahwa Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan kota sekaligus sebagai pusat sosial, ekonomi, kebudayaan, mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu, keluarga, dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas; berpegang teguh dan terikat pada nilai – nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Secara Administratif Kenali Asam berada wilayah Kecamatan Kota Baru, terdiri dari dua kelurahan, Kenali Asam Atas dengan luas 7,43 KM persegi dan Kenali Asam Bawah 16,52 KM Persegi. Kenali Asam tergolong ‘tertinggal’ atau jika boleh disebut adalah Desa yang berada di tengah kota Jambi jika dibandingkankan dengan kelurahan lainnya dalam kecamatan Kota Baru bahkan kecamatan lainnya yang ada di Kota seluas 205,38 KM Persegi ini, mungkin disebabkan berbagai faktor. Walaupun bergitu Kenali Asam bukan berarti tidak menunjukan intensitas pembangunan, sebab pengembang properti di masa kini mulai melirik potensi Kenali Asam dan tampak bermunculan perumahan. Sehingga lahan tidur atau kosong semakin minim berada disana.

(Ikonik dan Instagramable/Foto: Ist.dok)

Barokah Hidroponik ‘Sehat itu Pilihan’

Tepatnya di Jalan Talang Jimar RT 23 Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, terdapat Kebun Hidroponik bernama Barokah Hidroponik, berjarak hanya sekitar 100 meter dari jalan utama dan 1 kilometer ke Gerbang utama kantor PEP Jambi. Greenhouse begitu sebutan untuk lokasi berukuran 20 x 11 meter dengan 5.000 lubang tanam diatas lahan milik PEP Jambi.

Di tempat tersebut mata pengunjung akan dimanjakan dengan suasana hijau dari tanaman sayuran seperti Kangkung, Selada Merah, Selada hijau, Pakcoy, Bayam Hijau, Bayam Merah, Seledri, Sawi Manis, Naibai, Kale, Funjen, dan lainnya. Tentu kita akan tergiur untuk berswafoto dan Kedatangan ke lokasi saat panen pertama terasa semakin berkesan karena pemetik dilengkapi dengan keranjang sayur juga topi resam hasil kerajinan kelompok Resam Pompa Jaya binaan Pertamina EP Jambi Field. Ini dapat menjadi wisata kaya ilmu, kaya kesejukan, ramah lingkungan bagi segala usia.

BACA JUGA:  Lamunan Pedagang Nasi Goreng, Telan Rindu Melawan Covid-19

“Saya setiap datang kesini merasa seperti kebun sendiri, bikin malas gerak. Terasa dingin dan sejuk saat pagi hari kesini. Kami ketika membersihkan area Greenhouse selalu dihiasi dengan suasana kekeluargaan, saling bercengkrama. Kami punya semangat yang sama untuk maju, kalaupun ada riak-riak kecil itu wajar saja dalam organisasi. Ketua kami selalu memotivasi bahwa ini milik bersama dan dikerjakan bersama,” Ujar Aan, Salah satu Anggota Barokah Hidroponik yang tergolong dalam kaum milineal.

Ketua Barokah Hidroponik, Ahmad Habibi menjelaskan ada 20 anggota yang tergabung dan  mendapat binaan langsung dari Pertamina EP Jambi Field, dimulai sejak Bulan Juli dan kini telah memasuki bulan ketiga.

“Ini telah memasuki bulan ketiga sejak pertengahan Juli yang lalu, Agustus panen perdana dan hingga kini terus panen, setiap hari tersedia namun dengan varian berbeda-beda. Kebun Hidroponik bagian dari Gerai Energi Pertamina yang terdapat beberapa macam pengembangan sumber daya masyarakat. Antusias warga alhamdulillah, sehingga ada pembatasan untuk Barokah Hidroponik anggota hanya 20 orang takut tidak maksimal sementara itu jika ditotal ada 50 orang, mereka diarahkan bergabung ke Gerai Energi. Itu menunjukan besarnya antusias warga terhadap Kebun Hidroponik, apalagi di masa-masa sulit saat ini. Menariknya, kami telah membuat jadwal piket yang bertugas untuk melakukan perawatan rutin, ada pagi, ada sore bergantian setiap hari tapi ibu-ibu bersemangat mereka datang malah tiap hari,” Terang Habibi (Selasa, 29/09/2020).

Habibi menuturkan Barokah Hidroponik bermoto ‘Sehat itu Pilihan’ selain dapat memberikan hasil secara ekonomi, juga tersimpan Do’a keberkahan bagi lingkungan, khususnya Kenali Asam Atas, kecamatan kota Baru bahkan provinsi Jambi serta semangat untuk sehat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran terutama di masa pandemi covid-19.

“Saya berharap kedepan mampu memberikan sumbangsih perekonomian yang baik bagi warga, khususnya di Kenali Asam Atas, sehingga bisa mandiri. Yang dimodali awal dari Pertamina, hasilnya dari masyarakat untuk masyarakat juga, kedepan besar harapan kami Hidroponik disini mampu merangsang warga di kawasan lain dan menjadi pionir penghasil kebun hidroponik di provinsi Jambi. Terutama dapat memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat untuk hidup sehat, apalagi di tengah pandemi konsumsi terbaik adalah sayuran yang sehat,” Tandasnya.

Selaku tokoh masyarakat yang turut tergabung di dalam Barokah Hidroponik, Taufiq Hidayat menyebut keanggotan Barokah Hidroponik tidak hanya berasal dalam satu Rukun Tetangga (RT) tertentu saja.

“Saya warga RT 17 juga turut bergabung tidak hanya RT 23, karena intinya Kebun Hidroponik berada di kelurahan Kenali Asam Atas, jadi masing-masing warga berminat dipersilahkan, RT manapun boleh asalkan mau kerja. Kita sifatnya asal mau kerja saja, semua sudah disediakan oleh Pertamina, baik lahan, bibit, tinggal mengelola saja. Jika membangun sendiri tidak sedikit modal yang disiapkan tapi Pertamina memberikan kami peluang, memberikan kami ruang,” Imbuhnya.

Taufiq yang juga ketua RT 17, menceritakan daya tarik Kebun Hidroponik disana mampu menyedot warga berbondong-bondong datang, tidak hanya berswafoto namun merasakan kenyamanan berbelanja langsung memetik, serta bebas memilih “Masyarakat mulai merespon secara luas di Kenali Asam Atas, malahan dari luar lebih banyak berkunjung karena adanya pemberitaan media. Warga senang dapat melihat, memilih, memetik langsung, merasa puas sesuai selera. Masuk ke Greenhouse disediakan keranjang, memakai topi dan bebas berswafoto, itu menjadi kepuasan bagi pengunjung,” Ceritanya.

Warga kenali Asam Atas, diyakini Taufiq dapat menduplikasi Barokah Hidroponik dalam skala kecil dengan cara membuka seluas-lausnya bagi siapapun ingin belajar mengembangkang Kebun Hidroponik. “Tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya, yang terpenting adalah ketekunan dan langkah-langkah pelatihan dijalani secara disiplin. Membuka seluas-lausnya bagi siapapun yang ingin belajar mengembangkang Kebun Hidroponik, kalau ingin sayur yang sehat? ya Hidroponik,” Tandasnya.

Apresiasi kepada Pertamina EP Jambi dan Dukungan kepada Barokah Hidroponik supaya dapat berkembang turut disampaikan Jefri Mirza selaku Lurah Kenali Asam Atas.

“Kami dari pemerintah kelurahan, berterima kasih dan sangat mendukung program-program CSR Pertamina, salah satunya pembangunan Greenhouse Hidroponik di kelurahan Kenali Asam Atas. Lalu harapan kami CSR ini tidak hanya fisik tapi perlu penguatan pemberdayaan masyarakat. Kalau ditempatkan sebagai pelaku tentu bukan hanya cara menanam namun akan ada kendala disisi penjualan, sisi lain adalah kekompakan masyarakat yaitu harus satu Visi. Tujuan CSR bukan hanya membangun tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan dari program tersebut. Keberlanjutan ini adalah tantangannya,” Urai Jefri.

Penilaian Jefri, dari sisi promosi kebun Barokah Hidroponik, sudah terlaksana dengan baik dan berpesan untuk lebih ditingkatkan agar menjangkau lebih luas, sehingga Kelurahan Kenali Asam juga turut dikenal. “Kalau saat panen kemarin, karena kami hadir di panen perdana, dari sisi promosi kalau saya nilai Alhamdulillah dan semakin kesini sudah semakin baik. Contohnya pemerintah kota turut memasukkan di akun Media sosial (Medsos) tentang Kebun Hidroponik ini, saya pun berpesan saat panen perdana agar di promosikan ke Medsos masing-masing, bantu Kelurahan Kenali Asam biar dikenal tidak hanya di kota Jambi namun juga diluar,” Jelasnya.

“Ini rangkaian dari CSR Pertamina, dulu lokasi itu adalah Tangsi sekarang dijadikan Gerai Energi yang merupakan perencanaan besarnya, itu yang saya ketahui. Jadi hidroponik adalah salah satu yang akan dibangun di wilayah Gerai Energi itu. Tapi satu kesatuan kawasan nantinya bertujuan untuk pusat pilihan rekreasi edukasi bagi masyarakat kota Jambi dan sekitar. Kami tentu memberikan dukungan dengan cara berkomunikasi kepada stackholder terkait, juga menampung aspirasi dari pihak Pertamina selaku pemberi CSR serta masyarakat, apakah ada keluhan-keluhan terhadap program ini? supaya tercapai tujuannya, jadi koordinasi intensif itu yang kami optimalkan saat ini,” Tutupnya mengakhiri perbincangan.

BACA JUGA:  Gerak Semakin Sempit Dapur Kami Urung Mengepul, 'Superhero' itu Bernama OJK

Kebun hidroponik benar-benar dirasa warga Kelurahan Kenali Asam sebagai Tetesan Air mata Dewi Sri dari Khayangan, sang Dewi kesuburan untuk kehidupan, karena datang pada waktu dan kondisi yang sangat tepat, sebagai solusi ketahanan pangan dimana kebutuhan secara ekonomi sedang terguncang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi, terjadi proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar (Inflasi). Pada Bulan Agustus 2020 di Kota Jambi, sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 103,94. Inflasi di Kota Jambi terjadi pada 8 (delapan) kelompok pengeluaran, salah satu yang turut andil ialah Makanan, Minuman dan tembakau.

Untuk Bulan September 2020 Inflasi sebesar 0,13 persen dan IHK sebesar 104,07 persen.  Terjadi pada 5 (lima) kelompok pengeluaran, salah satu yang turut andil juga Makanan, Minuman dan tembakau. Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau pada September 2020 mengalami inflasi sebesar 0,42 persen atau terjadi kenaikan indeks harga dari 99,91 pada Agustus 2020 menjadi 100,33 pada September 2020. Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi Bulan September 2020 antara lain; cabai merah, daging ayam ras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, rokok kretek filter, ikan nila, ikan patin, ikan lele dan kopi bubuk.

Sementara kebutuhan terhadap makanan sehat dianjurkan sebagai penguat imun tubuh di masa pandemi covid-19. Dewi Sri hadir berwujud Pertamina EP Jambi Field bersama Barokah Hidroponik diharap mampu mengendalikan segala; kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit di Kenali Asam Atas, tempat bernaungnya 6.266 jiwa (data kelurahan) khususnya dan umumnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi tahun 2017, di kecamatan Kota Baru, seluas 36,11 KM Persegi memiliki jumlah 75.384, dengan tingkat kepadatan 2.088 jiwa/Kilometer persegi

(Salah satu Anggota Hidroponik, Penuh Keceriaan sambut Panen Perdana/Foto: Ist.dok)

Gerai Energi dalam Payung ‘Tanah Hijau Pesako Berdayo’

Kebun Hidroponik ialah bagian dari Gerai Energi di Kelurahan Kenali Asam, juga ada Rumah Baca Pertamina (Rumbai) yang kini menjadi Rumah Belajar. Nantinya akan lengkap dengan tujuan akhir dari Gerai Energi ialah Kawasan Edu Ekowisata, Kawasan hijau di masa depan dengan sejuta pesona dan daya tarik wisata alam khas bagai miniaturnya Lembang di Provinsi Jawa Barat.

“Dalam program pemberdayaan masyarakat di kami adalah rencana kerja selama 5 tahun dan berkesinambungan. Ada mekanisme pendampingan, secara garis besar penguatan kapasitas seperti berorganisasi, kemampuan mereka untuk Ilmu hidroponik berupa bimbingan, pelatihan termasuk pembangunan rumah Hidroponiknya. Misalkan tahun pertama membentuk organsasi, kelompok, koperasi, pengurusan, pembangunan rumah hidroponik, lalu dibimbing untuk pemasaran, pembukuan, tata cara dan jadwal penyemaian juga pembibitan. Sehingga nanti tahun kelima bisa mandiri serta berkembang tanpa bantuan Pertamina. Dengan catatan aset yang dimanfaatkan sekarang tetap milik Pertamina, itu aset negara. Semangat Barokah Hidroponik sudah bagus, jika ada riak-riak sedikit itu wajar dalam suatu kelompok,” Terang Ari Rachmadi, Legal and Relation Asisten Manager Jambi Field (Selasa, 29/09/2020).

Program tersebut sebagai strategi pemberdayaan masyarakat melalui CSR, secara umum kata Ari Rachmadi, agar adanya nilai tambah bagi masyarakat yang bisa membuat masyarakat mandiri. Sehingga fungsi perusahaan berjalan, disamping mencapai tujuan perusahaan dan keluarga besarnya juga mampu mensejahterakan masyarakat sekitar “Dengan mendapatkan nilai tambah, masyarakat akan merasa memiliki perusahaan ini. Secara tidak langsung memberikan kelancaran pada operasional kami di Pertamina,” Imbuhnya.

Kebun Barokah Hidroponik menjadi yang pertama di provinsi Jambi dalam program CSR PEP Jambi, karena Kenali Asam Atas, memiliki potensi untuk perkebunan dan pertanian, namun Ari tak menampik kawasan terebut semakin terdesak dengan kebutuhan properti dan lahan pun berkurang.

Hidroponik menjadi sangat tepat, karena berkebun dengan sedikit lahan. Menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Dalam berbagai sumber menjelaskan Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas, sangat sejalan dengan konsep pertanian kaum urban.

“Barokah Hidroponik boleh disebut pionir untuk program pemberdayaan masyarakat yang mengusung pertanian kaum urban. Halo Effect itu bisa kita artikan luas, satu hal positif yang bisa berdampak masif, kedepan bisa semakin luas. Misalkan yang tadi tidak paham menjadi paham, bisa saja ini terduplikasi, warga sekitar dapat membuat juga dihalaman rumah dengan sederhana tanpa Pertamina. Setelah dilepas, tidak menutup kemungkinan Pertamina akan menjalankan program lainnya di tempat berbeda,” Harapnya.

Diluar Kenali Asam terdapat Kampung Bersih dari Narkoba atau disingkat Kampung Bersinar, berada di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi yaitu Program Pengembangan Batik Ramah Lingkungan oleh Masyarakat Legok, khususnya kaum ibu-ibu. Kedua Program Pengembangan Sablon Tematik Narkoba oleh Pemuda Legok. Ketiga Program Gentala (Gerakan Tanpa Penyalahgunaan Narkoba) dengan membentuk komunitas pemuda Jambi yang peduli terhadap edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.

“Hidroponik bagian dari Gerai Energi, disini memanfaatkan lahan kosong bekas koperasi pertamina, yang kita sulap menjadi beberapa bangsal, kedepannya akan menjadi sentra edu ekowisata. Edukatif, Ekologi tentunya ramah lingkungan dan juga ada wisata, ditengah kota Jambi akan ada pemandangan hijau. Gerai Energi sudah mulai dengan kertas daur ulang, juga tindak lanjut dari Rumbai dengan fokus Edukasi dan literasi sebagai konsep awal,” Beber Ari Rachmadi.

BACA JUGA:  Bulog Gandeng PWI Peduli Salurkan Bantuan Pangan Dampak Covid-19

Gerai Energi sebagai program khusus di Kelurahan Kenali Asam Atas, milik Pertamina EP Jambi Field, yang akan menggiatkan Pendidikan, ekonomi dan wisata, dengan cita-cita kedepan terwujud tempat yang menarik untuk dikunjungi sehingga menjadi ikon Kenali Asam.

“Seluruh Pertamina Field itu punya program CSR unggulan, untuk di Jambi Gerai Energi di kelurahan Kenali Asam dan Kampung Bersinar di Kelurahan Legok, adalah dua program yang berada dalam payung besar program kerja berlabel ‘Tanah Hijau Pesako Berdayo’ bermakna lebih mengedepankan ramah lingkungan, peduli lingkungan dan mengusung masyarakat mandiri. Khususnya Pertamina EP, program yang kami buat benar-benar berusaha menjawab permasalahan di daerah tersebut. Memberikan pendampingan dari Nol dan membuat masyarakatnya jadi berdaya,” Tutupnya.

Pandemi belum usai, Pertamina EP Jambi Field tak henti-hentinya bergerak cepat menjalankan program pemberdayaan masyarakat dengan tetap menjaga konsistensinya terhadap visi: Menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia, serta misi: Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik.

Buktinya, Pertamina EP Asset I Field Jambi mampu menorehkan prestasi gemilang, per 15 Agustus 2020 produksi minyak menembus 3,553 BOPD (Barrel Oil per Day).

Hasil tersebut terlihat dalam laporan harian produksi, hingga bulan Agustus, Pertamina EP Asset 1 memberikan kontribusi produksi minyak secara year to date sebesar 13,713 BOPD dimana 3,553 BOPD berasal dari PEP Jambi. Artinya, 26% produksi minyak mentah Pertamina EP Asset 1 diperoleh dari PEP Jambi.

Memasuki kuartal III, dari penjelasan Gondo Irawan, Jambi Field Manager (Senin, 17/08/2020) yang lalu, bahwa catatan angka produksi PEP Jambi menunjukkan trend kenaikan perlahan dari bulan ke bulan. “Rata-rata capaian produksi PEP Jambi di bulan Januari hingga Agustus berkisar 3,200 BOPD. Memasuki bulan Agustus, produksi bergerak naik tembus 3,553 BOPD,” terang Gondo Irawan.

PEP Jambi masih potensial untuk terus ditingkatkan produksinya, berbagai upaya untuk menaikkan produksi sumur PEP Jambi, baik melalui pemboran sumur baru maupun hasil upaya perawatan sumur (well service) produksi existing. Hingga bulan Agustus, tim operasi produksi PEP Jambi telah melakukan 120 kali perawatan sumur dari target 240 kali program. “Adapun metode perawatan sumur yang telah diupayakan untuk menjaga agar produksi sumur tidak mengalami decline, diantaranya: penggantian pompa sumur (sucker rod), penggantian tubing, maupun pembersihan berkala reservoir sumur,” Ungkap Gondo.

(Antusias Pengunjung di Panen Perdana/Foto: Ist.dok)

Memberdayakan Masyarakat dan Semangat Pertamina Melawan Pandemi

Komitmen dan semangat Pertamina EP Field Jambi sejalan dengan apa yang disampaikan Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina bahwa segenap insan Pertamina bersiap untuk meneruskan perjuangan, tak henti berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Tetap jaga kesehatan dan patuhi aturan guna menciptakan sinergi yang terbaik dengan aman dan nyaman. Kita sukseskan kondisi new normal dengan mengedepankan kedisiplinan dan kejujuran dalam menjalankan protokol perusahaan. Dengan tekad #BangkitkanSemangatBaru, segenap insan Pertamina bersiap untuk meneruskan perjuangan, tak henti berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” Tekad Nicke, sebagaimana dilansir laman pertamina.com.

Dunia kini tengah beradaptasi, tantangan tak lagi hanya sekedar menghadapi pandemi. Kenormalan baru atau the new normal menjadi sesuatu yang harus diadaptasi, termasuk oleh Pertamina, yang berkomitmen untuk terus mengalirkan energi bagi negeri.

Pertamina telah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di semua lini bisnis dengan tetap mempertahankan aspek HSSE dan kelancaran operasional. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk tetap menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia.

“Mari kobarkan semangat guna menyalakan energi tanpa henti demi mengimplementasikan ketulusan untuk melayani dalam memasuki fase kembali bekerja di kantor. Tetap jaga kesehatan dan patuhi aturan guna menciptakan sinergi yang terbaik dengan aman dan nyaman. Kita sukseskan kondisi new normal dengan mengedepankan kedisiplinan dan kejujuran dalam menjalankan protokol perusahaan. Dengan tekad #BangkitkanSemangatBaru, segenap insan Pertamina bersiap untuk meneruskan perjuangan, tak henti berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,’ Ajaknya.

Respon Terhadap Covid-19 diaplikasikan berupa Komitmen Kami untuk Pelayanan Energi, yaitu: Dapatkan Pelayanan Terbaik Cukup dari Rumah, Layanan Khusus untuk Pelanggan Setia dan Memastikan Protokol Covid-19 di Lokasi Pelayanan. Lalu Dari Kami untuk Pulihkan Negeri: RS Pertamina Rujukan Covid-19, Melangkah Bersama Masyarakat untuk Melewati Pandemi.

Tidak hanya ekternal, melangkah Bersama Masyarakat untuk Melewati Pandemi namun juga internal, pertamina secara konsisten menerapkan protokol Covid-19 dalam lingkungan kerja untuk melindungi para pekerja. Karena setiap pekerja merupakan partner bagi kesuksesan perusahaan, seperti:

  1. Pengaturan Jam Kerja dan Waktu Kerja
  2. Penerapan protokol Covid-19 di lingkungan kerja
  3. Menyediakan Pusat Informasi Medis 24 Jam untuk Pekerja dan Keluarga
  4. Penerapan Work From Home untuk Pekerja dengan Kategori Rentan Covid-19
  5. Pemantauan kondisi kesehatan seluruh pekerja dan keluarga di semua wilayah kerja

Hal itu diatur dalam Buku Saku Pelaksanaan New Normal Pertamina, Panduan Singkat Kondisi New Normal, Protokol Lingkungan Kerja (Protokol Penggunaan Fasilitas Umum, Mailing Activity, Protokol Penerimaan Tamu). Serta Protokol Pekerja (Aturan Pekerja Saat Berangkat, Saat di Tempat Kerja, saat Pulang Kerja dan Pencegahan Penularan Covid-19)

 

*Penulis adalah: Wartawan dan Pemimpin Redaksi jambidaily.com

3 thoughts on “Pertamina Bersama ‘Dewi Sri’ Menyemai Benih di Tanah Kenali Asam, Saat Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *