Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Pedagang Buah Potong Tetap Patuh Masker Walau Kurang Yakin Adanya Covid-19

2 min read

Pedagang/Jambidaily.com-HendryNoease

JAMBIDAILY EKONOMI – Seorang pedagang buah potong di kawasan Candi Muaro Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, provinsi Jambi, kurang meyakini adanya covid-19 namun dia tetap patuh menggunakan penutup wajah (masker) sesuai aturan dalam penerapan protokol kesehatan.

Berjumpa dengan jambidaily.com (Sabtu, 31/10/2020) di kawasan candi Muaro Jambi, pedagang bernama Ibrahim (52) menyatakan kurang yakin dengan adanya pandemi covid-19.

“Saya kurang yakin adanya covid-19, ya walaupun begitu tidak ada salahnya kita patuh aturan dari pemerintah, patuh dengan penerapan protokol kesehatan demi kebaikan kita bersama. Virus itu memang tidak kelihatan, dari berbagai informasi membuat saya berpikir dan membuat saya jadi kurang yakin,” Ujar Ibrahim.

Lelaki yang mengaku warga setempat tersebut berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya terlihat tetap menggunakan masker, bahkan tidak melepasnya walaupun sedang berbicara dengan para pembeli.

Saat dijelaskan bagaimana proses penularan dan penyebab terpaparnya seseorang oleh covid-19 sehingga perlunya 3M; Mengunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, Ibrahim hanya mengangguk saja sembari tersenyum memancarkan optimismenya.

“Saya tentu mengikuti aturan tersebut, semoga segera berakhir covid-19, biar kembali normal seperti dulu. Kami bergantung hidup dari penghasilan yang didapat harian, kalau kawasan ini sepi, tentunya berpengaruh bagi pedagang kecil,” Tandas ayah dari 3 anak tersebut.

Sementara itu di pintu gerbang masuk kawasan candi Muaro Jambi, pengunjung langsung disapa oleh tim gugus yang bertugas yaitu penggunaan pelindung wajah (masker) yang benar, diarahkan untuk mencuci tangan serta diingatkan agar menjaga jarak saat berada di area percandian.

Walaupun begitu, 3M protokol kesehatan yang diingatkan baik secara lisan dan terpampang juga pengumuman, masih saja terlihat kurangnya kesadaran pengunjung terkait penerapan 3M.

BACA JUGA:  Pengusaha Papan Bunga: Dulu Jarang Tidur, Sejak Pandemi Banyak Nganggur

 

 

(Hendry Noesae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *