Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Jangan Lepas dari 3M, Bukan Hanya Batuk dan Bersin Penyebab Tertular Covid-19

2 min read

JAMBIDAILY PENDIDIKAN – Hasil survey yang disampaikan Konsultan Unicef dan Communications Development Speciallist, menunjukan belum berjalannya protokol kesehatan dengan baik pada masyarakat, dan belum dijalankan secara keseluruhan 3M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak aman dan Mencuci tangan dengan air mengalir

Sebagaimana disaksikan jambidaily.com yang disiarkan melalui youtube @Lawan Covid19 ID Pukul: 11.00 wib (Rabu, 04/11/2020) bertajuk’ Keterlibatan Masyarakat dalam Respon Pandemi Covid-19′ digelar Kominfo, Komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (KPC PEN), menghadirkan Risang Rimbatmaja (Konsultan Unicef) dan Rizky Ika Safitri (Unicef Communications Development Speciallist).

“Ada yang merasa melakukan 3M, kedua dia memandang tiga hal itu efektif dan mencegah dari penularan covid-19, nahh..kalau lengkap itu hasilnya adalah perubahan perilaku. Yang paling berbahaya dia merasa sudah mengetahui semuanya tetapi yang dia ketahui itu keliru,” Tutur Risang Rimbatmaja.

Sementara itu Rizky Ika Safitri, menyebut bahwa bicara persentase kesadaran mencuci tangan dan memakai masker lebih tinggi dibandingkan menjaga jarak.

“Dari hasil survey Kesadaran mencuci tangan dan memakai masker lebih tinggi persentasenya berkisar diangka 70, sedangkan menjaga jarak kisaran 40 persen. Namun intinya perubahan perilaku itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri harus bersama. Untuk mencegah penularan tidak bisa menjalankan salah satunya saja, mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak dilaksanakan bersamaan. Hasilnya baru 31 persen yang menjalankan tiga protokol kesehatan itu,” Urainya.

Lalu kata Rizky Ika Safitri, kurang pemahaman terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) juga perlu diperhatikan “Walaupun merasa cukup banyak pengetahuan yang belum diterima, bahwa OTG yang tidak batuk tidak bersin juga bisa menularkan, itulah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak penting,” Terang Rizky Ika Safitri.

BACA JUGA:  Sudirman: Pemprov Dorong UMKM Gunakan Platform Digital

Pada kesempatan ini, ditampilkan hasil survey ‘Apa atau siapa saja sumber yang paling dipercayai untuk mendapat informasi tentang covid’

“Masyarakat banyak mendapat informasi dari berbagai pihak, ada yang dia percaya dan tidak. Tentu kita cari yang dipercaya. Media massa televisi angka tertinggi sampai 85 persen dan dipercayai,” Bebernya.

Kemudian ada koran, radio, internet/situs, Twitter, Instagram, Tokoh agama, termasuk dalam saluran informasi yang dipercaya masyarakat persentase rendah. WhatsApp group, Tokoh masyarakat/kader, berita siber persentase tinggi dan kepercayaan tinggi.

Menariknya, sumber yang berasal dari kawan, saudara/kerabat dan tetangga memiliki persentase tinggi, sayangnya bertanda negatif (-) atau tidak dipercaya.

“Kader, tokoh agama itu termasuk yang didengar dan memberikan pengaruh positif. Kawan, saudara/kerabat dan tetangga itu tinggi namun negatif. Sementara kita lebih rekomendasi pada persetase tinggi dan positif, artinya itu sumber informasi yang dipercaya masyarakat yang nanti kita pilih sebagai jalur informasi.

 

(Hendry Noesae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *