Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Saksikan ‘Mitos’ dalam Pameran ‘PALAMJAMBE’ di Taman Budaya Jambi

3 min read

Ilustrasi mitos/Foto: https://as.com/

JAMBIDAILY SENI, Budaya – Seniman rupa dari kota Palembang provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Jambi dan Bengkulu akan pameran karya dalam agenda ‘PALAMJAMBE’ pada 10 s.d 17 November 2020 di Taman Budaya Jambi.

Palamjambe tahun 2020 mengangkat tema ‘Mitos’ dilaksanakan Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) provinsi Jambi melaui UPTD Taman Budaya Jambi (TBJ).

“Ini merupakan salah satu program kerja TBJ di tahun 2020, Pameran seni rupa ini diharapkan dapat memberi ruang informasi dan apresiasi khusus bagi pelaku, pemerhati dan penikmat seni sehingga pada akhirnya bermuara pada lahirnya kandidat-kandidat perupa kreatif dan produktif yang tetap memegang teguh nilai-nilai lokalitas daerah,” Ujar Didin Sirojudin S.Sn kepada jambidaily.com (Rabu, 04/11/2020).

Kegiatan dimaksud untuk membuka ruang kreatifitas para pelaku dan kelompok seni, memfasilitasi seniman lokal untuk berkiprah pada kegiatan seni yang berskala lebih besar, eningkatkan pengetahuan dan hubungan kerja sama antara pelaku dan kelompok seni masing-masing daerah, dan meningkatkan peran Taman Budaya sebagai labor seni.

“Bentuk pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh Taman Budaya berupa kegiatan laboratories seperti pengkajian, revitalisasi, pengolahan dan eksperimentasi seni yang ditujukan untuk generasi muda sebagai bentuk upaya menanamkan kepedulian untuk menciptakan ruang pemikiran dan kecintaan terhadap kesenian lokal sehingga tercipta produktivitas seni dan budaya kreatif,” Ucap Didin.

Catatan Kuratorial Pameran Seni Rupa ‘PALAMJAMBE’

Mitos atau disebut juga dengan mite merupakan cerita prosa rakyat yang bercerita suatu kisah yang mempunyai latar belakang di masa lampau, berisikan penafsiran mengenai alam semesta dan adanya makhluk di dalamnya, serta dipercaya benar terjadi oleh yang menganutnya (Bascom, 2007).

Secara umum mitos bercerita tentang kejadian alam semesta, dunia dan para makhluk yang menghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural serta lain sebagainya. Mitos muncul sebagai catatan kejadian sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi untuk kejadian alam atau juga penjelasan mengenai suatu ritual.

BACA JUGA:  Telah Dibuka 'Gerai Betubi' Siap Memenuhi Kebutuhan Promosi Usaha Anda

Hadirnya sebuah kisah mitologi merupakan sebuah kerangka awal jalan berpikir manusia terhadap realitas. Terlepas dari sebuah keyakinan, mitologi yang pernah ada memiliki nilainilai secara implisit yang menghendaki agar manusia mampu memaknai nilai tersebut dalam kehidupannya.

Pada masyarakat Indonesia, mitos terdiri atas fungsi primer yang berkaitan dengan sistem sosial dan budaya, serta fungsi sekunder yang berkaitan dengan hal-hal yang di luar logika.

Mitos membuka dimensi nilai kehidupan, di mana akal dan pengalaman tidak ada, kekosongan yang hanya dapat diisi dengan sebuah hikmah Nilai yang dibawa oleh mitos juga mengandung kebenaran. Walaupun manusia sudah hidup di zaman modern, mitos masih memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

Mitos memberikan manusia sesuatu untuk dipercayai dan ditakuti; mitos juga membawa harapan bagi manusia. Jika tidak ada mitos, tidak ada nilai untuk mengatur aktivitas kehidupan manusia.

Sekarang ini mitos tidak lagi diturunkan secara lisan, melainkan menggunakan banyak media seperti film, buku, maupun dalam bentuk dongeng. Fungsi lain dari mitos adalah sebagai pedomanetika mana yang baik dan mana yang buruk dari perilaku manusia dan sebagai pedoman etika di masyarakat. Di zaman modern, nilai-nilai dalam mitos tetap dipelihara dan diturunkan melalui media modern, salah satunya adalah melalui film layar lebar. Sebagai contoh, film produksi Hollywood selalu mengedepankan mitos bahwa Amerika adalah bangsa terhebat.

Jagoan dalam cerita biasanya adalah orang Amerika, sedangkan film produksi Inggris memiliki fantasi untuk menantang pasar Amerika dan film buatan Hollywood (Swann, 2000).

Nilai-nilai utama mitos ditambah dengan persepsi modern inilah yang akan diturunkan ke masyarakat, sehingga masyarakat memiliki persepsi baru dan berujung pembuatan cerita mitos baru. Contoh dari hal ini adalah Disney yang mengubah cerita film klasik mereka, pada cerita klasik digambarkan wanita hanya bisa menunggu diselamatkan oleh pria namun di versi modern diganti dengan nilai-nilai keluarga.

BACA JUGA:  Taman Budaya Jambi Berikan Anugerah pada Dua Maestro Seni

Pergeseran ini menandakan fungsi modern dari mitos. Hal ini sejalan dengan fungsi mitos menurut Wilkinson dan Philip (2007) bahwa mitos mengatur aktivitas sehari-hari manusia baik disadari maupun tidak, dan mitos juga mejadi cetakan atau template mengenai apa yang baik dan buruk di suatu masyarakat. Walaupun mitos selalu berkembang, nilai nilai inti yang disampaikan selalu sama dan berupa pedoman agar manusia dapat survive di lokasi atau situasi tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, Taman Budaya Jambi akan melaksanakan Pameran Seni Rupa Palamjambe dengan mengangkat tema Mitos, hal ini dimaksudkan untuk merangsang seniman merekontruksi atau mendekonstruksi pemahaman masyarakat tentang mitos serta mengkomtemplasikannya melalui karya.

Menarik untuk disaksikan, namun jangan lupa sebelum menikmati pameran patuhi panduan dari Disbudpar provinsi Jambi terkait protokol kesehatan, 3M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak aman dan Mencuci tangan dengan air mengalir.

 

 

(Hendry Noesae)

1 thought on “Saksikan ‘Mitos’ dalam Pameran ‘PALAMJAMBE’ di Taman Budaya Jambi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *