Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

LST Retro Siap Operasi, Dukung Satgas Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara

2 min read

JAMBIDAILY SURABAYA – Satu Kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali melaksanakan dukungan operasi angkutan laut militer dalam rangka mendukung Satuan tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan).

KRI Amboina 503 akan mengangkut pasukan Batalyon dari Batalyon Infanteri 734 / Satria Nusa Samudera dan Yon Armed 8 / Uddhata Yudha yang akan menerima tanggung jawab tugas Pengamanan Daerah Rawan dari Yonif Raider Khusus 732 / Banau dan Yon Armed 9 / Pasopati di daerah Maluku dan Maluku Utara. Sabtu (12/12) KRI Amboina 503 melaksanakan embarkasi personel dan material Batalyon Artileri Medan 8 Uddhata Yudha di Dermaga E Selatan, Koarmada II, Surabaya.

Menurut Komandan KRI Amboina 503 Letkol Laut (P) Agus Yunianto, kapal yang dikomandaninya sedang melakukan embarkasi 500 personel Yon Armed 8 Uddha Yudha Jember berikut berbagai material pasukan dan kendaraan angkut truk serta kendaraan  taktis.

“Proses embarkasi yang sedang berlangsung dari pasukan Yon Armed 8 dan materialnya, juga ada truk dan kendaraan taktis. Proses embarkasi berjalan lancar dan tetap mengutamakan protokol kesehatan” ujar Komandan KRI Amboina 503.

KRI Amboina 503 berjenis LST (Landing Ship Tank) dan berada dibawah pembinaan Satlinlamil 1 Jakarta selanjutnya akan menuju Maluku untuk menjemput pasukan Yonif 734 Satria Nusa Samudera yang berada di desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

Kedua Batalyon TNI AD tersebut selanjutnya akan didebarkasikan sesuai dengan daerah penugasan masing-masing yaitu di Maluku dan Maluku Utara.

Kapal perang dengan kecepatan berlayar maksimum hingga 13 knot tersebut memakan waktu tempuh hingga 4 hari untuk sampai di Pelabuhan Ambon. Dan rencananya LST retro perang dunia ke II ini juga akan singgah di Makassar untuk bekal ulang.

BACA JUGA:  Timkes TMMD Kodim Kerinci Selain Beri Layanan Kesehatan Juga Edukasi Prokes

Kapal perang dengan Komandan Letkol laut (P) Agus Yunianto tersebut merupakan kapal angkut tank. Daya tampung yang dimiliki kapal ini mampu mengangkut 610 personel.

Kapal ini juga mampu mengangkut kendaraan tank sebanyak 17. Tak hanya itu, KRI Teluk Amboina 503 juga mampu mengangkut 32 mobil angkut personel berupa jeep dan 18 truk. Dan hingga saat ini KRI Amboina 503 masih terus menjelajah samudera nusantara untuk melaksanakan tugas operasi angkutan laut militernya dan sesuai perintah Kasal, para prajurit KRI selalu meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan sistem senjata armada terpadu yang memiliki daya gerak dan daya gempur yang tinggi.

Panglima Kolinlamil Laksma TNI Irvansyah, SH, CHRMP, M.Tr (Opsla)  mengatakan pergeseran pasukan ke seluruh wilayah nusantara merupakan salah satu tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina tunggal sistem angkutan laut militer.

“Unsur-unsur KRI Kolinlamil memiliki salah satu tugas pokok mendukung pergeseran pasukan TNI ke daerah batas-batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki potensi daerah rawan konflik, selain juga aktif dalam mendukung pergeseran material, dan logistik ke daerah-daerah rawan dan pulau-pulau terluar RI” jelas Pati asal Bengkulu ini.

Dalam Peraturan Presiden no.66 tahun 2019, Kolinlamil merupakan salah satu Komando Utama di jajaran TNI Angkatan Laut yang pembinaannya berada di bawah Kepala Staf Angkatan Laut. Sedangkan komando operasional berada di bawah Panglima TNI. Sebagai Kotama operasi, Kolinlamil bertugas menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI baik dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). (Dispen Kolinlamil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *