Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Sosialisasi Gangguan Kamtibmas upaya cegah Permasalahan di Masyarakat

2 min read

JAMBIDAILY SUARA TNI – Berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan menimbulkan gangguan stabilitas Kamtibmas.

Sekarang paling banyak dijumpai seperti Karhutla, radikalisme, hoax dan pergaulan bebas serta Narkoba.

Untuk itu bertempat di Balai Desa Sungaiterap, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, diadakan Sosialisasi Kamtibmas, untuk mencegah dan menangkal gangguan yang timbul di masyarakat, Senin (8/3/2021) pagi. Dihadiri oleh Kaur Bakti Siterdim 0415/Batanghari Kapten Inf Suyadi, Kades Sungaiterap Sahrozi dan seluruh ketua RT serta pemuda dan masyarakat setempat.

Aipda Hamdani Harahap dari Polsek Kumpeh Ulu, menyoroti karhutla pada ancaman 15 tahun penjara bagi pelaku. Dalam hal ini polisi tidak sendiri menangani kasus Karhutla, polisi dibantu lingkungan hidup karena terkait pencemaran.

Sanksi yang didapat tidak sebanding dengan hasil yang dilakukan melalui pembakaran secara sengaja ini, ungkap Kapolsek Kumpeh Ulu.

Untuk masalah paham radikal atau radikalisme, Aipda Hamdani, menguraikan, banyaknya aliran dalam agama mempertajam perbedaan secara berlebihan menyeret kepada perpecahan.

“Adanya aliran keras yang mengklaim paling benar, kuncinya kembali pada Pancasila dan NKRI. Ajaran yang memecah belah, jangan sampai menggurita mencabik persatuan kita,” tegasnya.

Menanggapi masalah Hoax atau berita bohong, contohnya tentang hancurnya negara berkembang dengan faktor Sumber Daya Manusia ( SDM) yang rendah, adalah dengan Hoax. Dimana akhirnya akan timbul perpecahan, tegasnya,

“SDM bukan hanya ditentukan dengan pendidikan yang tinggi, menggali ilmu sendiri dengan mengaplikasikannya dengan benar dimasyarakat itu yang benar, kedewasaan berpikir!” ujarnya.

“Sekolah adalah teori tapi aplikasi yang penting dari yang didapat. Cek dan gali kebenaran berita sebelum menyebarkannya,” imbuhnya.

Sedangkan masalah Narkoba dan kenakalan remaja, Aipda Hamdani ini, lebih lugas menjelaskannya. Menekankan akan perhatian dari keluarga adalah penangkal utama dari bahaya gangguan kamtibmas dari faktor ini. Bahkan sabu, yang diproduksi di salah satu provinsi negeri Cina, sengaja dibuat disana, tapi tidak boleh diedarkan di negaranya. Makanya Indonesia adalah sasaran pasar yang menjanjikan.

BACA JUGA:  Danramil Telanaipura Himbau Masyarakat Perlakukan Bendera Merah Putih Sebagai Jati Diri Bangsa

“Kita harus sejak dini mewaspadai dan mempersempit peredaran hingga bisa terselamatkan generasi kita,” harapnya mengakhiri paparannya.

Kaur Bakti TNI Siterdim 0415/Batanghari Kapten Inf Suyadi, saat menyoroti masalah Karhutla menekankan. ”Pembakaran lahan itu bukan hanya dilarang pemerintah. Tetapi juga Agama! Hukum negara dan dosa disandang bagi yang melanggar,” tegas Suyadi

“Akibat perbuatan yang berdampak pada orang lain, menimbulkan sakit dan juga mengganggu makhluk hidup seperti hewan itu dosa, disamping melanggar hukum,”pungkasnya. (**/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *