22/09/2021

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Hentikan Latihan Ketika Pengetatan, di Masa Pandemi Seniman Jambi Terus Bergerak Walau Virtual

7 min read

Pengumuman TBJ Saat Pengetatan PPKM Level IV, 23-29 Agustus 2021/Foto: Jambidaily.com

JAMBIDAILY JURNAL – Di awal-awal masa pandemi covid-19, pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Setiap kegiatan, bahkan gerak manusia untuk meminimalisir penularan lewat ketentuan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah.

Keterhentian juga berimbas bagi pelaku seni atau seniman, terutama penggiat bidang tari, teater termasuk musik. Genre ini adalah kerja kolektif dan kolegial, karya yang disajikan membutuhkan keterlibatan dari jenis seni lainnya, pun begitu proses persiapan memakan waktu latihan yang panjang.

Ketentuan diatas tentu dirasakan kalangan seniman yang ada di kota Jambi khususnya, karena UPTD Taman Budaya Jambi sebagai pusat pengolahan sekaligus penyajian beragam karya seni melaksanakan petunjuk serta ketetapan pemerintah.

Dalam catatan jambidaily.com, pada 20 Maret 2020 Taman Budaya Jambi (TBJ) memberlakukan penutupan sementara untuk semua fasilitas dengan batas yang tak ditentukan demi memutus mata rantai penyebaran.

“Kami akan mematuhi aturan pemerintah, maka taman budaya Jambi ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan, seniman juga sangat responsif terhadap aturan tersebut. Semua kompak menyebarkan informasi ke sesama penggiat seni tentang ditutupnya taman budaya,” Ungkap Kepala UPTD Taman Budaya Jambi, kala itu dipimpin Didin Sirojudin,S.Sn.

Lalu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan protokol peralihan dari PSBB menuju new normal sebagai pedoman bagi pekerja dan dunia usaha melalui keputusan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 pada 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

New Normal atau tatanan kehidupan baru yang berlaku memberikan semangat baru pula bagi seniman di Jambi, karena kembali dapat beraktivitas dengan ketentuan protokol kesehatan, walaupun butuh ekstra dalam penyesuaian bagi seni tari dan teater khususnya dalam berkarya.

Kompleks taman budaya Jambi di Jalan Sei Arbai I Sungaikambang Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, tak pernah sepi dari proses latihan komunitas atau sanggar, terutama tari dan teater. Dalam sepekan selalu ada pertemuan serta jadwal pengolahan, baik itu ditujukan pada suatu pergelaran, keikutsertaan dan lainnya.

(Sintung Palalaw-Pergelaran Teater Air/Foto: Dok)

Dengan adanya New Normal, perlombaan maupun pergelaran secara mandiri yang berlangsung di taman budaya Jambi mulai kembali digelar setelah tertunda, seperti: Pameran Palamjambe tahun 2020 mengangkat tema ‘Mitos’ dilaksanakan Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) provinsi Jambi melaui UPTD Taman Budaya Jambi (TBJ), November 2020; Pergelaran Teater Tonggak, November 2020 dan Monolog, Desember 2020; Pergelaran Teater Kerlip, Februari 2021; Pergelaran Teater AiR, Maret 2021; Pameran dan Pergelaran Rumah Kreatif Merangin dan Sanggar Seni Budaya Batin Penghulu, April 2021; Workhsop Tari, Teater, Musik, pada Mei 2021.

BACA JUGA:  Dampak Perekonomian Ditengah Pandemi Covid-19

Lalu Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi (TBJ) yang turut didukung oleh Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia, dibawah pengawasan ketat protokol kesehatan (prokes) telah usai menggelar festival tari kreasi melayu Jambi, 14-16 Juni 2021.

15 komunitas ambil bagian pada event tahunan yang kali ini turut hadir peserta dari Diklat Selaras Pinang Masak Anjungan Jambi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kehadiran pihak luar selain peserta dibatasi, kapasitas diperkecil untuk menjaga dan mematuhi aturan covid-19 yang berlaku saat ini.

“Peserta bukankah telah melakukan proses yang sangat disiplin, butuh kedisplinan seorang penggiat seni agar hasilnya maksimal. Persiapan yang dibutuhkan kedisplinan hingga akhirnya dapat mengikuti festival saat ini. Maka disini juga perkuat disiplin itu dengan patuh prokes, dengan menjaga kewaspadaan bersama terhadap pandemi,” Terang Didin Sirojudin S.Sn, kepala TBJ kepada jambidaily.com (Selasa, 15/06/2021).

Kemudian FTR terlaksana, 28 s.d 30 Juni 2021 dengan sangat kondusif dengan pengawasan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, gedung arena dibatasi jumlah dan hanya untuk peserta, wajib cuci tangan, menggunakan masker dan jarak yang diawasi oleh penyelenggara.

“Kita sempat bergeser jadwal karena jika dilaksanakan sesuai agenda awal, itu akan berbenturan dengan ketetapan gugus tugas covid-19 kota Jambi, terkait pengetatan selama 14 hari. Maka tanggal 12-14 Oktober 2020 FTR digelar, dan tak pernah henti-hentinya peserta kami perketat, bagi peserta selama kegiatan. Tidak juga berisi lebih dari 30 persen dari kapasitas gedung,” Jelas Didin.

“FTR ini dalam rangka pembinaan terhadap seniman-seniman muda untuk menggali potensi bahwa mereka tetap harus berkarya dan taman budaya Jambi mewadahi dalam kegiatan festival teater,” Tambahnya (Rabu, 30/06/2021).

Usai pelaksanaan FTR, Didin Sirojudin resmi purnatugas pada 1 Juli 2021, Kepala Taman Budaya Jambi (TBJ) UPTD Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) provinsi Jambi hadir dipanggung berperan dalam lakon Nyanyian Angsa, sebagai persembahan terakhirnya selaku Abdi Negara.

Didin Siroz seusai pergelaran Nyanyian Angsa karya Anton P Chekov, berkata akan terus berkarya meskipun telah pernatugas sebagai abdi negara.

“Meskipun sebagai ASN atau abdi negara saya purnatugas, namun tidak menjadikan saya berhenti untuk berkarya. Saya akan terus berkarya, terus berkarya untuk memajukan seni dan budaya di Jambi khususnya di dunia teater. Jangan biarkan panggung kosong,” Harapnya.

(Nyanyian Angsa-Pergelaran Teater Tonggak/Foto: Doc)

Selain itu, festival dan pergelaran Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh IX pada Juli 2021. DR. Sri Purnama Syam, SST.M.Sn, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi menyatakan bahwa Dinas Pariwisata memiliki dua UPTD salah satunya adalah Taman Budaya Jambi.

BACA JUGA:  Perjalanan Betuah (11)

”Taman Budaya Jambi sebenarnya lebih mengarah kepada semacam labor seni, disinilah karya-karya yang berkualitas itu di godok, ada eksperimen ada seminar atau workshop intinya untuk keilmiahan, untuk keilmuan maka dapurnya untuk masak itu di Taman Budaya kemudian digelar karya-karya tersebut akan digelar di sini,” ujar Plt Kadis.

Dijelaskan Plt Kadis bahwa ke depan akan dicoba sebelum digelar melaksanakan bedah karya. “Kalau di buku ada bedah buku, maka kita akan melaksanakan bedah karya, sehingga karya- karya Jambi itu memang karya yang dari pemikiran dan pengalaman ide dan tentunya memiliki kualitas, di situlah gunanya fungsi Taman Budaya sebagai labor itu yang pertama Taman Budaya Jambi” katanya.

 

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV
Pasca pensiunnya Didin Sirojudi, Taman budaya Jambi dipimpin oleh Nyimas Holida selaku pelaksana tugas. Tetapi bersama seniman tetap bahu membahu saling menguatkan menjaga bersama dengan cara patuh pada ketentuan serta aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah di masa pandemi, contohnya ketika kota Jambi masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Komunitas yang acap kali berlatih dan berproses penciptaan karya seni seperti Teater Tonggak, Teater AiR dan Sanggar Seni Sekintang Dayo, melakukan pengurangan jadwal latihan dan pembatasan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Wali Kota Jambi, yaitu kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan beroperasi 25% (dua puluh lima persen).

Bahkan turut menghentikan ketika PSBB dan pengetatan PPKM Level IV di Kota Jambi yang terbaru pada 23 s.d 29 Agustus 2021 “Untuk saat ini kegiatan latihan rutin sekintang dayo diliburkan dahulu sampai waktu yang belum ditentukan,” Tulis manajemen Sekintang Dayo, di akun resmi sosial media.

Lantas saat pengetatan sudah berakhir, Sekintang Dayo kembali melaksanakan jadwal rutin “Sehubung dengan instruksi Walikota Jambi tentang Penetapan PPKM level IV, kegiatan seni diizinkan beroperasi 25% dengan protokol kesehatan yang lebih ketat Oleh karena itu kegiatan latihan rutin kita aktifkan kembali,” Tulis Sekintang Dayo, melalui Rara selaku pengajar.

“Siswi diwajibkan memakai Faceshield, membawa handsanitizer mandiri, diharapkan datang tepat waktu karna terbatasnya waktu latihan, untuk mengurangi kerumunan wali murid diharapkan hanya mengantar dan menjemput anaknya,” Tandasnya mengingatkan.

BACA JUGA:  Perjalanan Betuah (14)
(Tari Cenenggo dan Musik Ensemble di Pagelaran Lah Puar Jelupung Tumbuh IX 2021/Foto: Doc)

Perlombaan Cipta Puisi di TBJ Banjir Peserta
Taman Budaya Jambi memberikan ruang berkompetisi pelajar, mahasiswa dan umum berdomisili di Provinsi Jambi, dan pendaftaran di mulai 4 – 25 Agustus 2021 dengan tema ‘analogi merdeka’

Taman Budaya merupakan lembaga pemerintahan yang bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan seni dan budaya serta bertanggung jawab atas keberadaan dan perkembangan lokalitas kesenian setempat tentu saja memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kepedulian untuk menciptakan ruang pemikiran dan kecintaan terhadap kesenian sehingga tercipta produktivitas seni dan budaya kreatif.

Pelaksanaan ini tentunya juga turut menjadi jawaban untuk pelajar termasuk umum bagi yang berdomisili di provinsi Jambi, dengan tujuan dapat terus memberikan ruang berkarya meskipun masa pandemi.

Hasilnya dari data penyelenggara sebanyak 145 orang dengan 192 karya puisi “Data yang masuk lomba cipta puisi, tanggal 25 Agustus 2021 Pukul 00.00 wib, sebanyak 145 peserta dengan 192 karya puisi,” Jelas Veni, selaku panitia dari TBJ.

Di luar Agenda taman budaya Jambi, seniman Jambi tak melewatkan kegiatan secara nasional, baik musik, tari bahkan teater. Terbaru keikutsertaan Teater Tonggak dalam Parade Monolog Nasional Pelaku Teater Indonesia (Pamonaspati) 2021 dengan menggandeng Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudrisdikti) RI.

“Ini menunjukan semangat pelaku teater yang tidak menyerah dengan keadaan seperti pandemi Covid-19 ini. Pelaku seni teater di Indonesia tidak akan menyerah oleh keadaan. Kami juga bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dari Kemdikbud RI, melalui Direktoran Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dirjen Kebudayaan,” Ungkap Adipati Lawe, Ketua Yayasan PTI, kepada pengurus Korda se-Indonesia saat webinar persiapan Pamosapati 2021 (Jum’at, 30/07/2021).

Di tempat berbeda, Hendry Nursal dari Yayasan Pelaku Teater Indonesia selaku Ketua Korda Provinsi Jambi sangat mengapresiasi Pamonaspati 2021

“Saya merasa senang adanya Pamonaspati 2021 yang akan digelar secara virtual, di Jambi turut serta dalam ajang nasional ini. Kita berharap Pamonaspati akan terus berlanjut baik secara virtual atau daring maupun secara luring. Tentunya Pamonaspati menjadi agenda, menjadi pesta serta hari raya Pelaku Teater di Indonesia,” Ujar Hendry.

Semua ini bukti, seniman Jambi berkarya terus jalan tanpa mengesampingkan aturan dan ketentuan pemerintah di masa pandemi covid-19. Dan masih ada lagi, Dulmuluk Teater Festival “Kecik Sakti Gedang Betuah” yang akan dilaksanakan Teater AiR Jambi bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (*/HN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *