12/08/2022

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Rekam Jejak 23 Tahun Teater Tonggak

5 min read

JAMBIDAILY PROFIL – Teater tonggak Jambi, akan menghadirkan karya pengolahan berjudul LESUNG LUCI karya Didin Siroz pada 15 Agustus 2022 di Taman Budaya Jambi dan 23 Agustus 2022 di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang.

Lantas seperti apa perjalanan Teater Tonggak?

23 tahun Teater Tonggak “menggali, mengembang, lestari jatidiri” dalam kancah dunia perteateran di Jambi. Teater tonggak tidak berhenti untuk berkarya dan berkreatifitas dengan riset di lingkungan masyarakat yang juga terus dilakukan.

Tidak hanya itu, teater Tonggak merasa peduli dan terus berupaya memupuk kepedulian semua pihak akan kehidupan remaja di masa serba teknologi saat ini. Teater Tonggak menjawab hal itu dengan umur yang masih belia berhasil mendidik 6 (enam) generasi keanggotaan dengan niat dapat memberikan ilmu teater yang diharapkan mampu menopangnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Ekspresi daya kerja Teater Tonggak berusaha secara kontinyu menggali potensi lokal dan regional di bidang seni budaya, sosial, dan kemasyarakatan yang diaplikasikan dalam bentuk kerja teater dan terus menggali baik itu Hutan, Air, Tanah bahkan Udara dengan harapan bukan menggurui namun dapat memberikan suatu proses pencerahan diri.

Maka, agar hasilnya maksimal Teater Tonggak senantiasa memacu aktivitas dan kreativitas sebagai proses pembelajaran hidup dan kehidupan yang selaras, serasi dan manusiawi. Proses kreatif yang dijalani tidak terpaku pada sebuah konsep. Tetapi, juga melakukan eksplorasi dalam upaya pencarian bentuk-bentuk baru sebagai suatu kebutuhan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas kesenian.

Teater Tonggak merupakan sebuah komunitas seni pertunjukan yang didirikan pada tanggal 30 April 1999 di Kota Jambi, diprakarsai oleh Didin Siroz, Ahmad Rodhi, Nanang Sunarya, Mg Alloy, Ide Bagus Putra, Edi Kuncoro, Rd. Irwansyah, dan Jefri ADP. Pada saat didirikan tahun 1999 jumlah anggota dan pengurus sebanyak 30 orang, Terdiri dari kalangan profesi yang berbeda, seperti Wartawan, PNS, Guru, Wiraswasta, Mahasiswa, dan Pelajar.

Secara esensial nama TONGGAK dapat diartikan sebagai tiang penyangga sebuah bangunan yang dimaknai sebagai kekuatan dan semangat fundamental dalam berkarya. Teater Tonggak memiliki lambang segi tiga sama sisi dan tiga tiang pancang yang membagi ketiga sudutnya sama besar. Lambang ini merupakan simbol dari kehidupan seni budaya Indonesia yang dibentuk oleh tiga unsur kekuatan, yaitu:

  1. Bahwa kebudayaan terbentuk karena adanya cipta, rasa dan karsa.
  2. Bahwa seni memiliki keseimbangan, keselarasan, dan keserasian karena adanya wirahma, wirasa, dan wiraga.
  3. Bahwa kehidupan seni budaya diperuntukkan bagi kebaikan orang banyak, keselamatan orang banyak, dan kesejahteraan orang banyak.
BACA JUGA:  Profil Danrem 042/Gapu: Brigjen TNI M. Zulkifli 'Jenderal Kelahiran Jambi'

Lantas, apa yang ingin Teater Tonggak tawarkan kali ini dimana momentum 23 tahun usia Teater Tonggak? Kita semua tentu melihat ditengah derasnya arus budaya yang dipercepat dengan perkembangan Transformasi, telah mengikis nilai-nilai adat. Kerasnya pertarungan hidup, kejamnya lingkungan telah menciptakan generasi yang minim pengetahuan tentang adat bahkan tidak mengetahui sama sekali. Maka Teater Tonggak ingin menyampaikannya melalui pertunjukan teater dan berbagai kegiatan seni lainnya.

KERJA SAMA YANG PERNAH DILAKUKAN TEATER TONGGAK

Teater Tonggak, selalu mencari mitra dan partnership yang peduli, berikut berbagai kerja sama yang pernah dilakukan, diantaranya:

  1. Kajanglako Arts Centredalam kegiatan Pekan Pertunjukan Seni Tradisional Jambi (PPSTJ,1999), Jambi Arts Festival (JAF, 2000), dan Temu Teater Jambi (2001).
  2. Hotel Novotel Jambi (Novita),(1999) pergelaran teater bertajuk “Deidre”
  3. Kanwil Parsenibud Jambidalam kegiatan Festival Magatsari (1999), dengan Taman Budaya Jambi dan HSRI Jambi dalam kegiatan Forum Teater Se-Sumatera I dan Pameran Seni Rupa VIII Se- Sumatera (2000).
  4. TK dan SD Xaverrius IIdalam kegiatan 2 Windu Xaverrius dan Tabisan Pastor Xaverrius I (2002),
  5. Sinar Sentosa Jambidalam kegiatan One Day School With Honda Competition dan Launching Gedung PD Sinar Sentosa Sipin (2003).
  6. Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jambidalam kegiatan Hardiknas (2004)
  7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jambidalam kegiatan Pameran dan Pergelaran Seni Se-Sumatera VII (2003, 2006,2008), Pekan Pesona Budaya Jambi (HUT Jambi) (2006, 2007, 2008, 2009, 2011), Temu Sastrawan Se-Indonesia tahun (2007)
  8. Sri Warisan Som Said Performing Arts Ltd, Singapore(2005).
  9. Langkan Budaya Taratak Indonesiadalam kegiatan Festival Film Animasi Se-Indonesia (2006) dan Temu Teater Jambi (2001)
  10. Yayasan Kelola Jakartakegiatan workshop dan pelatihan manajemen Teater (2010)
  11. Universitas Jambidalam kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (2007), Festival Budaya Melayu (2010)
  12. Media Massa
    1. TVRI, Jambi dalam paket acara Nada dan Syair (2007-2009) dan pergelaran teater (2003-2007, 2009, 2010), Sultan Thaha (2022). TVRI, Jakarta Cerita Rakyat (2005).
    2. Elria Buana FM, RRI Pro.2 FM mitra publikasi pergelaran (2003)
    3. Trans 7, Jakarta dalam Produksi Film Legenda (2007)
  13. Iklan Layanan Masyarakat bersama NetTV (2019)
BACA JUGA:  Isi Ulang Air Bersih, Bertahan Ditengah Pandemi

Teater Tonggak juga menerima berbagai undangan dari luar negeri untuk pergelaran, diantaranya:

  1. “Dunia Melayu Dunia Islam” di Kuala Lumpur, Malaysia (tahun 2003)
  2. “Festival Teater Eksprimental Internasional” di Kairo, Mesir (tahun 2004)

 

PERJALANAN KARYA DAN PERGELARAN 

Eksistensi Teater Tonggak, dalam berbagai pergelaran di panggung Teater:

  1. Deirdre (tahun 1999) Pergelaran di Jambi, karyaWilliam Butler Yeats / sutradara Didin Siroz
  2. End Game (tahun 1999)Pergelaran di Jambi, karya Samuel Beckett / sutradara Didin Siroz
  3. Jante Arkidam (tahun 1999)Pergelaran di Jambi, karya Ajip Rosidi / sutradara Didin Siroz
  4. Menggugat Jalan Setapak (tahun 1999, 2008, 2013)Pergelaran di Jambi dan Bandung, karya/sutradara Didin Siroz
  5. Setan Blabla Diatas kursi Goyang (tahun 2000)Pergelaran di Jambi dan Bengkulu, karya Arthur S Nalan / sutradara Didin Siroz
  6. Tembang Anak Sialang & Ikrar (tahun 2000)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  7. Ruwatan Bumi (tahun 2001)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  8. Hajar Aswad (tahun 2002)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  9. Terdampar (tahun 2002, 2007)Pergelaran di Jambi; karya Slawomir Mrozek / sutradara Didin Siroz
  10. Bujang Bulan Singarincing (tahun 2003)Pergelaran di Jambi dan Palembang, karya/sutradara Didin Siroz
  11. Tabib Jagoan (2004)Pergelaran di Jambi bersama Laskar Panggung Asal Bandung, karya/Sutradara Yusef Muldiyana
  12. Kepompong (tahun 2005, 2007)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  13. Kampung Pembauran (tahun 2007) Pergelaran di Jambi, karya/sutrdara Didin Siroz
  14. Kakitau (tahun 2008, 2019)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  15. Dosa Yang Tersisa (tahun 2009, 2020)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  16. Cuci Kampung (tahun 2010, 2013)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  17. Telusur Jejak Leluhur (tahun 2011) di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  18. Lear Asia (tahun 2013, 2015)Pergelaran di Jambi, karya William Shakespeare / Adaptasi Rio Kishida /Sutradara Didin Siroz
  19. Tolak Balak Seni Rupa (2014)di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  20. Putri Lingdung Bulan (tahun 2015)Pergelaran di Nusa Tenggara Timur, karya/sutradara Didin Siroz
  21. Suluk Bambu (tahun 2017),Pameran Instalasi dan Kolaborasi Bersama Komunitas Seni di Jambi
  22. Tolak Balak Seni Rupa 2(2018), Kolaborasi Tembang Anak Sialang bersama Teater Potlot asal Palembang-Sumatera Selatan di Jambi
  23. Tari Bedeti (tahun 2019)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Raja Rizki Maylando
  24. Tak Tik Senja Menjemput (tahun 2019)Pergelaran di Jambi, Sutradara Hendry Nursal
  25. Dosa Yang Tersisa (tahun 2020)Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Didin Siroz
  26. Lawan Catur (tahun 2021)Pergelaran di Jambi dan Padang, karya Kenneth Sawyer Goodman / Terjemahan WS Rendra / sutradara Didin Siroz
  27. Tanda Silang (tahun 2021) Pergelaran di Jambi, karya Eugene O`neill / Terjemahan WS Rendra / sutradara Didin Siroz
  28. Tuah Hidang yang Hilang (tahun 2021)Pergelaran di Palembang, karya/sutradara Didin Siroz
  29. Nyanyian Angsa (tahun 2021)Pergelaran di Jambi, karya Anton P Chekov / Sutradara Didin Siroz
  30. Ipoh (tahun 2022)Pergelaran di Jambi, karya Arthur S Nalan / sutradara Hendry Nursal
  31. Lemari (tahun 2022) Pergelaran di Jambi, karya/sutradara Hendry Nursal
  32. Lesung Luci (tahun 2022) Pergelaran di Palembang, karya/sutradara Didin Siroz
  33. Puluhan Happening Art/Teater Tubuh, karya/sutradara Didin Siroz.
BACA JUGA:  Lia : Pandemi, Harus Terus Semangat  Melayani

Beberapa pementasan atas nama kerja sama dengan komunitas seni, perusahaan, pemertintah, dan event organizer. Serta setiap tahun Teater Tonggak melakukan Acting Course dan Dzikir Para Penyair.

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :