27/09/2022

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

LUCI BERAYUN SAMPAI KAREMENTANG MENGUNCANG TEATER ARENA

2 min read

JAMBIDAILY JURNAL – Bau wangi kemenyan, kibaran bendera Karementang, dan runtunnya nada nada sejuk Sholawat, membawa kita tanpa sadar ke nuansa kosmos semesta lain, gerakan para penari penari muda seolah menuntun memori ke masa lalu, masa di mana “Alam bercanda dengan semesta” sejuk, damai, dan semua makhluk berbahagia, saling tunduk menghargai.

Pada festival Tari Kreasi yang bertema “Upacara Adat” yang di selenggarakan oleh Taman Budaya Jambi, telah melahirkan kareografer muda yang berbakat, yang tak meninggalkan akar tradisinya, ini menjadi tolak ukur bahwa laju gerak pelestarian kebudayaan mulai menampakkan ghirahnya, namun ini semua tak lepas dari proses kerja panjang senior senior yang mau berkorban waktu, energi untuk menancapkan kebudayaan yang berdaulat di tanahnya sendiri.

Taman Budaya Jambi yang di gawangi Eri Ergawan membuka ruang pada anak anak muda, dari daerah kabupaten kota se provinsi Jambi dalam berkarya, namun masih banyak catatan gaung dan gema ini tak semuanya bisa di sambut kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi, masih ada kabupaten kota yang tak mengirim utusannya dengan alasan klasik tak ada dana, padahal Taman Budaya Jambi telah mempersiapkan penginapan dan konsumsi selama kegiatan, berbeda halnya dengan tim musik dan tari dari Kota Sungai Penuh yang berjarak hampir 500 km, dan 12 Jam perjalanan ke Jambi mereka dengan penuh semangat berangkat ke Jambi, anak anak muda ini sebagian naik motor melintasi rimba Taman Nasional Kerinci Seblat untuk menunjukan mereka punya tradisi dan masih menjaganya, begitu juga tim tarinya yang di gawangi guru muda Medi, yang mengajar di salah satu Madrasah di Kota Sungai Penuh, entah bagaimana ia membiayai tim anak didiknya, namun mereka punya semangat, semangat petarung, walau harus melintasi jalan berliku rimba Taman Nasional Kerinci Seblat, hanya untuk mengibarkan bendera pusaka Karementang di gedung Teater Arena Jambi.

BACA JUGA:  Perjalanan Betuah (28)

Terlepas dari apapun itu kerja kebudayaan butuh semangat hingga menjadi energi yang mampu bergerak dan melaju, dan tak lepas peran punggawa senior yang mau berkorban dan totalitas dalam mengerakkan laju pembanggunan kebudayaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :