15 Juli 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Tiga KUD Mitra Asian Agri di Jambi Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Peremajaan Sawit Rakyat

4 min read

JAMBIDAILY ADV–Tiga (3) Koperasi Unit Desa (KUD) mitra Asian Agri melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan pihak perbankan, selaku penyalur bantuan.

Kegiatan tersebut dilakukan di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat (9/6).

Kerja sama dalam bentuk dana tersebut untuk peremajaan sawit untuk 3 KUD mitra Asian Agri dengan total luasan 1.223,8 hektar. Ketiga KUD tersebut antara lain KUD Sawit Mulia, Desa Intan Jaya, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi yang akan meremajakan lahannya seluas 531,7 hektar, KUD Barokah, Desa Karya Mukti, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Jambi, seluas 425,9 hektar, dan KUD Budi Sari, yang berlokasi di Desa Bukit Sari, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Jambi seluas 276,2 hektar.

Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Sunari, mengatakan, “PSR merupakan program BPDPKS yang memiliki manfaat yang sangat penting dan bermanfaat bagi negara. Untuk itu melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara 3 pihak tahap VII ini, kita dapat membangun sinergi antara BPDPKS, perbankan, dan KUD untuk dapat mengakselerasi target capaian program PSR seluas 180.000 hektar”.

Head of Partnerships Asian Agri, Rudy Rismanto mengungkapkan bahwa peremajaan merupakan salah satu solusi untuk memastikan keberlanjutan produksi perkebunan kelapa sawit milik petani dan menjaga kepastian produksi Tandan Buah Segar (TBS) tetap optimal.

“Oleh karena itu melalui program kemitraan, Asian Agri melakukan pendampingan secara intens kepada para petani mitra dari masa persiapan hingga saat tanaman menghasilkan,” tambah Rudy.

Asian Agri hadir dengan program peremajaan yang bertujuan untuk membantu para petani mitra dengan mengatasi keraguan dan ketidaktahuan petani tentang pelaksanaan peremajaan. Selain itu, Asian Agri juga membantu petani dengan menyediakan bibit unggul Topaz yang merupakan faktor penting dalam membantu mengoptimalkan produktivitas kebun sawit petani.

Program peremajaan merupakan salah satu target dalam komitmen keberlanjutan Asian Agri 2030 yang termasuk dalam pilar I yakni Kemitraan dengan Petani.  “Dalam program Asian Agri 2030, kami tidak hanya menargetkan 100% peremajaan kebun sawit petani, tapi juga memiliki target untuk menggandakan pendapatan petani, oleh karena itu kami selalu melakukan bimbingan kepada petani mitra untuk menerapkan praktik perkebunan sawit terbaik dan selalu mengajak petani untuk mengoptimalkan produktivitasnya, serta mendampingi para petani untuk memiliki pendapatan alternatif,” tambah Rudy.

Sejak 2016, Asian Agri telah memberikan bantuan kepada petani kelapa sawit di Indonesia melalui koperasi mereka masing-masing, sebagai bukti kontribusi dalam Program Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia. Selain itu, Asian Agri juga membantu petani dengan mencarikan mereka bank yang akan memberikan pinjaman untuk membiayai proses peremajaan kebun sawit petani serta menjadi perusahaan yang menjamin para petani, agar bank mau memberikan pinjaman kepada para petani tersebut.

Ketua KUD Budi Sari, Nopriwan, mengaku sangat senang dengan terwujudnya pengucuran dana untuk peremajaan tersebut. “Kami berterima kasih, karena berkat bimbingan dari Asian Agri, akhirnya proses prosedur untuk mendapatkan dana BPDPKS telah berhasil dilakukan dan kami akan segera mendapat dana bantuan peremajaan,” ujarnya.

Tentang Asian Agri

Asian Agri adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1979, perusahaan saat ini mengelola sekitar 100.000 hektar lahan perkebunan dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang. Sebagai pelopor program Trans-National Government Migration (PIR-Trans) pemerintah Indonesia, saat ini Asian Agri bekerja sama dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit, dan petani swadaya yang mengelola lebih dari 39.000 hektar.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar yang ketat sejak tahun 1994 dan praktik pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Saat ini perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah 100% bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya (pabrik CPO dan KCP). Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.***

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + = 9