28 September 2023

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Bank Indonesia Jambi Kick Off GNPIP dan Pekan QRIS Nasional

4 min read

JAMBIDAILY EKONOMI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jambi menggelar Kick off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Jambi. Kick off dilakukan di Hotel Aston, Kota Jambi, Selasa (15/8/2023). GNPIP merupakan salah satu upaya Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan pemerintah mengendalikan laju inflasi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Hermanto mengatakan BI memiliki tujuan untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas Sistem Pembayaran dan turut menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia melalui tiga koridor kebijakan yaitu kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran terus memperkuat respons bauran kebijakan secara berkelanjutan, konsisten, dan transparan dengan mempertimbangkan kinerja dan prospek perekonomian global,” ujarnya.

Hadir pada acara ini Gubernur Jambi Al Haris, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, Kepala OJK Provinsi Jambi, unsur perbankan, mitra binaan BI dan lainnya.

Dikatakan, di daerah, bauran kebijakan tersebut, BI bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan mitra strategis lainnya, antara lain melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Untuk diketahui bersama, pada pertengahan tahun 2022, terjadi lonjakan inflasi yang tinggi, khususnya pada kelompok pangan bergejolak (volatile foods). Hal tersebut menjadi isu nasional dan tidak terkecuali di Provinsi Jambi, dimana kenaikan harga pangan global dan faktor cuaca menyebabkan penurunan produksi dan gangguan distribusi.

Di Provinsi Jambi, inflasi gabungan Kota Jambi dan Kabupaten Bungo pada Juli 2022 tercatat sebesar 8,55% (yoy) dan sempat menyentuh peringkat pertama se- Indonesia.

Meski demikian, berkat sinergi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan mitra strategis lainnya dalam menjalankan berbagai program pengendalian inflasi, seperti Roadshow Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang diselenggarakan di 11 Kota/Kabupaten di Provinsi Jambi, operasi pasar dan pasar murah, penyaluran bibit cabai dan prasarana pertanian, serta High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Rutin TPID.

Inflasi gabungan Kota Jambi dan Kabupaten Bungo dapat terus dikendalikan dan berangsur turun menjadi 6,35% (yoy) pada akhir tahun 2022. Realisasi tersebut, membawa Provinsi Jambi berhasil keluar dari posisi 3 besar provinsi dengan inflasi tertinggi, bahkan mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan stakeholder.

Perkembangan positif juga kembali berlanjut di tahun 2023, dimana inflasi gabungan 2 kota di Provinsi Jambi terus melanjutkan tren penurunan dan tercatat sebesar 1,15% (yoy) pada Juli 2023 atau terendah se-Indonesia serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,08% (yoy).

Ke depan, berbagai risiko terhadap tekanan inflasi masih perlu diwaspadai dan mendapatkan perhatian dari berbagai pihak di antaranya gangguan cuaca sejalan dengan masuknya fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu pasokan dan distribusi, fluktuasi produksi antarwaktu dan antardaerah, serta isu terkait ketahanan pangan lainnya.

“Untuk merespon hal tersebut, pada hari ini dilakukan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Jambi tahun 2023 yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Nasional melalui Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah, KAD Terintegrasi, dan Digitalisasi Pertanian,” ujarnya.

Hermanto juha menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah mengembangkan kanal pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mendorong interkoneksi dan interoperabilitas layanan sistem pembayaran.

“Dengan karakteristik QRIS yang bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat, sejak peluncurannya hingga bulan Juni 2023 perluasan merchant dan user QRIS telah ada di seluruh Indonesia dengan jumlah sebanyak 26 juta merchant dan 36,9 juta user terdaftar,” ujarnya.

Untuk Provinsi Jambi, saat ini tercatat lebih dari 262 ribu merchant yang mencakup pasar, mal, kawasan wisata, tempat ibadah, parkiran, lingkungan pendidikan dan sebagainya.

Dari sisi pengguna, telah mencapai 391.134 user yang tersebar di berbagai Kota/Kabupaten di Provinsi Jambi.

“Tentunya pencapaian ini tidak luput dari sinergi dan dukungan antara Bank Indonesia, PJP dan lembaga non-Bank,” tandasnya.

Setiap tahun, lanjut Hermanto, Bank Indonesia menyelenggarakan event tahunan bertajuk “Pekan QRIS Nasional (PQN) yang merupakan wadah untuk meningkatkan penggunaan QRIS, baik dari sisi pengguna, volume transaksi, maupun jumlah merchant.

PQN 2023 mengangkat tema besar “Wujudkan Semangat 45!, QRISnya satu, Menangnya Banyak!” dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 14 hingga 20 Agustus 2023.

Di Provinsi Jambi, dalam rangka mendukung kegiatan PQN kami akan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan seperti Onboardng User & Merchant QRIS, QRIS Goes to Campus, QRIS Goes to School, bebagai kompetisi, showcase UMKM, Talkshow Keuangan digital, dan hiburan lainnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 5