18 April 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Goresan Puisi ‘SULTAN MUSA’

2 min read

LA TAKHAF !

angin  menyapa riang

menari di antara  daun  rindang

dan kembang  masih bermekaran

 

tentang  mempertanyakan sebuah renungan

tiadalah  perjalanan  yang diragukan

sebagai  ingatan  yang dirindukan

mengeja  arah  ketenangan

 

yang  bersembunyi  pada

batas  usia dan waktu

dan  kita  tidak  kehilangan  arah

; La Takhaf

-2024

 

SECAWAN SENYUM BAHAGIA

senyumanmu bebas

menceritakan yang memang pantas

berikan ruang kemurahan hati bernafas

membiarkan tutur mengisi  tanpa batas

terbang berikan sayapmu lepas

bukankah, semua berhak untuk bahagia ?

 

dan senyumanmu…

adalah pejalan di angin deru

memungut doa pada puing waktu

mendengar gelora debu – debu

memanggil berirama rindu

menghambur senyum hamparan selalu

memercikan segenggam setuju

pada kening hari yang selalu menunggu

 

bila seringai senyumanmu,

tak mampu mendayungkan samudera dan laut

 

; biarlah,

…..senyumanmu menggariskan kebahagiaan di masa tercipta

-2020

 

SENJA – apa cerita hari ini ?

senja  selalu  mempesona

dan  kita duduk  berdua

selayaknya  meresapi  jingga

saat  matahari  dan  bulan  berjumpa

kita bercerita  tentangnya

-ia  memberi  lena  tanpa  balas  luka

Senja  ini  hanya  diam, tidak  mendendam

senja  ini hanya  kenangan, tidak  menyimpan

senja ini  hanya  rasa,  tidak  melukai

senja ini hanya  tenggelam,  tak  menjauh

 

lalu  kenapa  tercabik  saat  senja  senyap

ibarat  cerita  yang  terlewatkan

dan dipasung  untuk  menyaksikannya

 

kita  takkan bisa  mencumbu rindu

bila hanya  sebatas ragu

 

kita  takkan  bisa  membelai senja

bila  hanya sebatas  lara

 

kita ikat  senar  senja  yang  berlabuh

berkat  senyuman  tak  terduga bersauh

meski ceritanya  terkadang  rapuh

 

kita  menggelayut.

Titik !

-2024

 

PENGELANA MALAM

aku titipkan rasaku

berbisik ketajaman pikiran

 

aku tiupkan kesanku

berjalan kemuliaan perlahan

 

laju menyebar ke segala penjuru

refleksi  agung  dalam kesucian

pada Rahman-Nya

 

pijar cahaya ke segala arah

sinar megah dalam kedamaian

pada Rahim-Nya

 

dingin malam ini,

menata jalan linangan-Nya

mengendap sabar menuju-Nya

meski tertatih pesan waktu

-2024

 

 

SULTAN  MUSA  berasal  dari  Samarinda  Kalimantan Timur. Tulisannya  tersiar  diberbagai  platform  media  daring  &  luring.  Serta  karya  –  karyanya  masuk  dalam  beberapa  Antologi  bersama  penyair  Nasional  &  Internasional. Seperti Antologi Puisi Penyair Dunia Wangian Kembang : Antologi Puisi Sempena Konvesyen Penyair Dunia – KONPENyang di gagas Persatuan Penyair Malaysia (2018), Antologi Puisi “Negeri Serumpun” Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu GAPENA & MBMKB (2020), “La Antologia De Poesia Cultural ArgentinaIndonesia“ Antologi Puisi Budaya Argentina – Indonesia (2021). Antologi Puisi “Cakerawala  Islam” MAIK – Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan –Malaysia (2022), Festival Sastra Internasional Gunung Bintan – Jazirah ( 2019,2020,2021,2022,2023), Temu Karya Serumpun “Tanah Tenggara” Asia Tenggara (2023) dan HOMAGI – International Literary Magazine. Tercatat  pula  dibuku  “Apa  &  Siapa  Penyair  Indonesia  –  Yayasan  Hari  Puisi  Indonesia”  Jakarta  2017. Adapun  IG

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

69 − 64 =