21 Mei 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Gelar Ngopi Kuy, BEI Edukasi Reksa Dana dan OJK Apresiasi Jalinan Mitra Dengan Insan Pers

3 min read

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata/Foto: Onlinejambi.com

JAMBIDAILY JAMBI – Gelar Ngopi Kuy (Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk!) Bursa Efek Indonesia (BEI) Edukasi Reksa Dana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi apresiasi jalinan mitra dengan Insan Pers.

Ngopi Kuy yang berlangsung di Rumah Kito Hotel, Kota Jambi, Rabu (3/4/2024) tersebut dikemas dengan buka puasa bersama Ramadhan 1445H sebagai pererat silaturahmi.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata merasa sangat terbantu oleh wartawan yang ada di Jambi.

“Sejak saya ditugaskan sebagai kepala, banyak sekali dibantu teman-teman wartawan. Terima kasih,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Yudha berharap, sinergi dengan wartawan tetap berlangsung sampai kapanpun.

Pada kesempatan Ngopi Kuy, Rena Novita selaku Kepala Kantor BEI Provinsi Jambi Rena Novita memaparkan terkait Pasar Modal.

“Produk Pasar Modal ada tiga yakni Saham, Surat utang, Reksa Dana dan Exchanged Traded Fund(ETF). Membeli saham, kata Rena, adalah membeli kepemilikan suatu perusahaan yang saat ini ada 905 perusahaan tercatat,” Tuturnya

“Produk Saham bersifat kepemilikan, dikelola secara mandiri, dapat diperjualbelikan, potensi keuntungan tinggi, memulai dengan biaya kecil, dan pajak final,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan berinvestasi Surat Utang artinya investor meminjamkan dana ke sebuah korporasi atau pemerintah/obligasi.

“Biasanya produk ini sebagai acuan risiko, tenor panjang, keuntungan diinformasikan di awal, dan umumnya dimulai dengan Rp1.000.000,” ujar Rena.

Lalu, kata dia berinvestasi di Reksa Dana dan ETF, artinya membeli sekumpulan Saham, Surat Uang, atau campurannya. “Ini merupakan gabungan saham, obligasi dan pasar uang. Dikelola oleh manajer investasi, mudah didapatkan di market place, bisa dijual kapan saja, potensi keuntungan tinggi, dan bisa dimulai dengan Rp10.000,” ujarnya.

Sementara itu, Lasmin dari BRI reksa Dana menyampaikan ada 4 produk reksa dana, yakni Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham, dan Campuran.

Dia membeberkan, Reksa Dana Pasar Uang merupakan jenis reksa dana dengan portofolio berupa instrumen aset jangka pendek, profil risiko rendah sampai sedang, serta return rata-rata 3-4% dalam tenor 1-2 tahun. Pemilihan aset jangka pendek ini bertujuan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

“Reksa Dana Pendapatan Tetap memiliki portofolio yang sekurang-kurangnya 80% adalah efek bersifat utang seperti Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi. Reksa Dana Pendapatan tetap memiliki profil risiko yang cenderung lebih besar dibanding RDPU. Meski demikian, return rata-rata yang ditawarkan pun relatif lebih tinggi, yakni 6-7 persen dalam tenor 2-3 tahun,” ujarnya.

Kemudian, Reksa Dana Campuran adalah jenis Reksa Dana dengan portofolio berisikan 79 persen untuk semua instrumen investasi. Profil risiko sedang sampai tinggi dengan pengembalian rata-rata mencapai 8-9 persen dalam tenor 3-5 tahun.

“Reksa Dana Saham merupakan jenis Reksa Dana dengan efek ekuitas minimal 80 persen dalam portofolio. Jenis Reksa Dana ini memiliki risiko dalam rentang yang relatif tinggi. Meski begitu, return rata-rata yang ditawarkan pun cenderung tinggi yakni mencapai 10-13 persen dalam tenor lebih dari lima tahun,” Pungkas Lasmi. (*/SH/Edit:HN)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 − = 16