JAMBIDAILY.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi menandai perjalanan satu dekade dengan menggelar perayaan bertajuk The First FEBI’s International Visit Academic and Conference.
Mengusung jargon CETAR (Creative, Excellence, Transformative, Adaptive, Resilience), perayaan ini menjadi refleksi atas kiprah FEBI dalam membangun reputasi sebagai pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.
Jargon CETAR tidak hanya menjadi slogan, melainkan filosofi yang menegaskan komitmen akademika FEBI untuk menghadapi tantangan global dengan kreativitas, keunggulan, transformasi, adaptasi, dan ketangguhan. Tema besar kegiatan, International Conference on Islamic Economics and Business (ICOIEB), memperlihatkan arah strategis FEBI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dinamika ekonomi modern.
Rangkaian Kegiatan:
1. International Conference on Islamic Economics and Business (ICOIEB)
Konferensi internasional ini mengusung tema “Green Tech and Digital Entrepreneurship, and Islamic Economics: Synergy for Sustainable Economic Development”. Diskusi para akademisi menyoroti pentingnya integrasi teknologi ramah lingkungan dengan kewirausahaan digital dalam kerangka ekonomi Islam.
Dalam perspektif ekonomi Islam, penggunaan teknologi hijau (green tech) sejalan dengan prinsip hifdzul bi’ah (menjaga lingkungan) sebagai bagian dari maqashid syariah. Sementara itu, kewirausahaan digital dipandang sebagai sarana untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan peluang usaha halal yang berdaya saing global. Kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu yang dibahas dalam konferensi ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan harus berlandaskan nilai keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan umat.
Acara bergengsi ini berlangsung di Auditorium Chatib Quzwain UIN STS Jambi pada Selasa (12/11), Dikuti oleh tak kurang dari 60 Perguruan Tinggi di Indonesia yang mengikuti konferensi, menghadirkan delegasi dari empat negara: Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Oman.
Konferensi menghadirkan sejumlah invited speakers dari berbagai negara dan institusi ternama:
- Prof. Madya Dr. Nur Hayati Abd Rahman (Universiti Teknologi Mara, Malaysia)
- Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A. (UIN Raden Intan Lampung, Indonesia)
- Dr. Narong Hassance, S.E., M.Si. (Fatoni University, Thailand)
- Weni Hawariyuni, Ph.D. (Al-Buraimi University, Oman)
- Hendra Harmain, S.E., M.Pd. (UIN Sumatera Utara, Indonesia)
2. International Community Service
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional dilakukan melalui kerja sama dengan mitra luar negeri. Aktivitas meliputi community service di Sanggar Batik, demonstrasi pembuatan bati di Sanggar Batik Seberang Kota Jambi, serta touring ke Candi Muaro Jambi.
Dalam konteks ekonomi Islam, pengabdian masyarakat ini mencerminkan prinsip ta’awun (tolong-menolong) dan ishlah (perbaikan). Melalui kegiatan batik, mahasiswa dan mitra internasional belajar bagaimana produk lokal dapat dikembangkan menjadi komoditas halal yang bernilai ekonomi tinggi. Touring ke situs bersejarah Candi Muaro Jambi juga menjadi refleksi bahwa ekonomi Islam tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga pada pelestarian budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas umat.
3. Student Mobility Program
Program ini menghadirkan pengalaman langsung bagi mahasiswa melalui touring Candi Muaro Jambi sambil membuat video vlog, presentasi business plan, serta kunjungan ke Pojok Kopi Dusun dan Adilla Snack sebagai produk khas Jambi. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti kegiatan nonton bareng film berjudul “RIBA”.
Dalam kerangka ekonomi Islam, business plan mahasiswa diarahkan untuk mengedepankan prinsip halal value chain, yakni rantai nilai usaha yang bebas dari praktik riba, gharar, dan maisir. Kunjungan ke UMKM lokal memperlihatkan bagaimana usaha kecil dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Islam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Sementara itu, pemutaran film “RIBA” menjadi sarana edukasi kritis agar mahasiswa memahami bahaya praktik riba yang merusak tatanan ekonomi dan menyalahi prinsip syariah.
4. Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS)
Dalam kongres ini, Dekan FEBI UIN STS Jambi sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Wilayah Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., terpilih sebagai Bendahara Umum AFEBIS periode 2025–2027.
Keterlibatan aktif FEBI dalam AFEBIS menunjukkan komitmen untuk memperkuat jaringan akademik ekonomi Islam di tingkat nasional. Kongres ini menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan strategis yang mendukung pengembangan kurikulum, penelitian, dan publikasi ilmiah dalam bidang ekonomi Islam. Hal ini sejalan dengan prinsip ijtihad jama’i (ijtihad kolektif) yang menekankan pentingnya musyawarah dalam merumuskan solusi atas tantangan ekonomi kontemporer.
5. Review Kurikulum
FEBI melakukan evaluasi kurikulum untuk memperkuat arah pendidikan ekonomi Islam agar relevan dengan kebutuhan zaman.Review kurikulum ini menekankan integrasi antara teori ekonomi Islam klasik dengan isu-isu kontemporer seperti fintech syariah, green economy, dan digital entrepreneurship. Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan tidak hanya memahami prinsip syariah, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks global yang dinamis.
6. Penyusunan Visi dan Misi Dekade Berikutnya
Sebagai langkah strategis, FEBI menyusun visi dan misi baru untuk menatap dekade berikutnya.Visi ini diarahkan pada penguatan FEBI sebagai pusat riset dan inovasi ekonomi Islam yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Misi yang dirumuskan menekankan pentingnya kolaborasi internasional, pengembangan kewirausahaan halal, serta penciptaan ekosistem ekonomi Islam yang inklusif dan resilien.
7. Guest Lecture Internasional
FEBI menghadirkan dosen tamu dari luar negeri untuk memperkuat jejaring akademik internasional. Guest lecture ini membahas isu-isu strategis dalam ekonomi Islam, seperti peran zakat dan wakaf dalam pembangunan berkelanjutan, serta integrasi teknologi digital dalam sistem keuangan syariah. Kehadiran akademisi internasional memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat posisi FEBI sebagai bagian dari komunitas global ekonomi Islam.
Penutupan
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup di Sutha Inn Hotel UIN STS Jambi dengan pengumuman pemenang paper konferensi internasional dan lomba student mobility. Penutupan ini menjadi simbol bahwa FEBI tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam di masa depan.
Pernyataan Dekan FEBI
Dekan FEBI UIN STS Jambi yang juga Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Wilayah Provinsi Jambi Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang akademik, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan satu dekade FEBI UIN STS Jambi.
“Selama 10 tahun terakhir, kami berupaya membangun reputasi sebagai pusat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang unggul di tingkat nasional dan internasional. Melalui tema Green Tech and Digital Entrepreneurship, and Islamic Economics: Synergy for Sustainable Economic Development, kami ingin menegaskan bahwa ekonomi Islam harus hadir sebagai solusi nyata bagi tantangan global, dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan kewirausahaan digital dalam kerangka pembangunan berkelanjutan,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaboratif antara akademisi, mahasiswa, alumni, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan ekosistem ekonomi Islam yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing internasional.













