JAMBI, JAMBIDAILY.com – Di tengah bentangan kebun sawit dan jalan tanah yang dulu sulit dilalui, deru alat berat dan langkah tegap prajurit menjadi penanda perubahan. Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0415/Jambi hadir bukan sekadar menjalankan program rutin, tetapi membawa denyut baru bagi perekonomian masyarakat desa.
Jalan sepanjang 4 kilometer yang telah terbuka dari target 5 kilometer itu menghubungkan Desa Petajen, Kecamatan Bajubang dengan Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Lebarnya kurang lebih enam meter—cukup untuk menjadi akses vital bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Pgs Kasdim 0415/Jambi, Letkol Inf Beni, menyampaikan bahwa progres pembukaan badan jalan terus dikebut agar target dapat tercapai tepat waktu.
“Alhamdulillah, saat ini pembukaan jalan sudah mencapai 4 kilometer dengan lebar kurang lebih 6 meter. Kami berharap jalan ini benar-benar bisa memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui TMMD bukan hanya soal capaian fisik, tetapi juga dampak jangka panjang bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.Namun yang terbangun bukan hanya badan jalan. Yang tumbuh adalah optimisme.
Bagi masyarakat Desa Petajen yang mayoritas berprofesi sebagai petani sawit, persoalan terbesar selama ini bukan pada produksi, melainkan distribusi. Buah sawit harus dilangsir dengan biaya tambahan sebelum sampai ke pengepul. Ongkos angkut kerap memangkas keuntungan yang seharusnya menjadi penopang ekonomi keluarga.
Ketua RT 12 Desa Petajen, Rumanto, merasakan langsung perubahan tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelum adanya jalan TMMD, biaya angkut hasil panen cukup besar karena akses yang terbatas.
“Dulu buah sawit harus dilangsir dan itu membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Sekarang, dengan adanya jalan TMMD, toke-toke sawit bisa langsung masuk ke kebun. Biaya jadi lebih hemat dan kami sangat terbantu,” kata Rumanto.
Ia juga menambahkan bahwa jalan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mempermudah mobilitas warga antar desa.“Sekarang kalau kami mau ke Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung maupun sebaliknya, jaraknya terasa lebih singkat. Akses lebih cepat dan nyaman,” ujarnya.
Kerja nyata Satgas TMMD ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Justru di desa-desa, tempat roda ekonomi rakyat berputar pelan namun pasti, infrastruktur menjadi fondasi yang menentukan arah kemajuan.
Empat kilometer jalan mungkin tampak sederhana di atas peta. Tetapi bagi petani sawit, ia adalah pengurang beban biaya. Bagi warga desa, ia adalah pemendek jarak dan pemercepat harapan. Dan bagi bangsa, ia menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan rakyat tetap relevan dalam menjawab tantangan kesejahteraan.
Di Petajen dan Tebing Tinggi, kerja Satgas TMMD bukan hanya membangun jalan—mereka membangun masa depan. (Yogi/red)















