banner 120x600
banner 120x600
POLHUKAM

Tausiyah Ramadan di Balik Jeruji: Menumbuhkan Harapan, Menata Masa Depan Lebih Baik

×

Tausiyah Ramadan di Balik Jeruji: Menumbuhkan Harapan, Menata Masa Depan Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM– Bulan suci Ramadan membawa suasana berbeda bagi para tahanan di Polres Merangin. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, mereka tetap mendapatkan sentuhan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang rutin digelar selama Ramadan, Kamis (20/02/2026).

Program ini diikuti para tahanan dari berbagai kasus yang tengah ditangani kepolisian. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dorongan spiritual agar para tahanan dapat meningkatkan kualitas ibadah, menjalani masa hukuman dengan lebih sabar, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan semangat dan harapan baru.

Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K., M.H., melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ruly, S.Sy., M.H., menegaskan bahwa Binrohtal merupakan program rutin pembinaan keagamaan di lingkungan kepolisian.

“Kami ingin menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina dan pengayom yang peduli terhadap nilai kemanusiaan. Program Binrohtal ini bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang menyentuh hati, bahkan hingga ke balik jeruji besi guna membangun harapan, menanamkan nilai, dan membina masa depan,” ujar Ruly.

Selama Ramadan, pembinaan keagamaan diperkuat dengan menghadirkan ustaz untuk memberikan tausiyah. Selain itu, para tahanan juga diajak mengaji Al-Qur’an bersama, melaksanakan salat wajib berjamaah, serta mengisi waktu dengan berbagai amalan ibadah lainnya.

Ruly berharap pembinaan spiritual tersebut mampu meningkatkan keimanan para tahanan, sekaligus menjadi momen refleksi diri atas kesalahan di masa lalu.

“Dengan pembinaan spiritual dan amalan ibadah sunnah lainnya, kami berharap para tahanan dapat merenungi kesalahan di masa lalu dan memperbaiki diri guna menata masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tambahnya.

Dalam kegiatan Binrohtal yang berlangsung di ruang tahanan, Ustadz Juanda menyampaikan tausiyah tentang keutamaan bulan Ramadan. Ia mengajak para tahanan dan petugas jaga menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dan perbaikan akhlak.

“Bulan Ramadan ini mari kita jadikan momentum introspeksi diri guna memperbaiki kesalahan di masa lalu. Kita harus benar-benar menjaga diri agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Dengan memperbanyak ibadah dan menahan diri saat berpuasa, kita sedang melatih kekuatan iman dan ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Juanda.

Suasana khidmat tampak menyelimuti ruang tahanan saat tausiyah berlangsung. Di balik jeruji, Ramadan menjadi ruang perenungan bahwa setiap kesalahan masih menyisakan peluang untuk berubah, dan setiap masa lalu masih memberi kesempatan untuk menata masa depan yang lebih baik.(NZR)

Tinggalkan Balasan