banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

Proyek SPAM Rp1,2 Miliar di Muaro Bantan Dipertanyakan: Air Mengalir, Bak Penampungan Tak Difungsikan

×

Proyek SPAM Rp1,2 Miliar di Muaro Bantan Dipertanyakan: Air Mengalir, Bak Penampungan Tak Difungsikan

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Muaro Bantan yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya dipersoalkan karena air tak kunjung mengalir, kini distribusi air memang sudah berjalan. Namun muncul persoalan baru yang tak kalah penting: bak penampungan yang dibangun sebagai bagian utama proyek justru tidak difungsikan.

Warga menyebut air mulai mengalir sejak Rabu lalu. Namun aliran tersebut tidak lagi melalui bak penampungan sebagaimana desain awal, melainkan langsung dialirkan dari pipa induk menuju sumber air.

“Sudah berfungsi sejak hari Rabu kemarin. Yang jadi persoalan, air tidak melalui bak penampungan, tapi pipa induk langsung diarahkan ke sumber air,” ujar seorang warga.

Dalam sistem SPAM, bak penampungan bukan sekadar bangunan pelengkap. Secara teknis, fasilitas ini berfungsi menampung air, menstabilkan tekanan distribusi, serta menjadi cadangan ketika terjadi perubahan debit. Jika komponen tersebut tidak digunakan, maka efektivitas perencanaan awal proyek menjadi tanda tanya.

Sebelumnya, pihak kontraktor disebut mengakui bak penampungan mengalami kerusakan akibat longsor dan menyatakan akan melakukan perbaikan. Namun fakta bahwa distribusi air kini dialihkan tanpa melalui bak memunculkan kesan adanya solusi darurat agar air tetap dapat dialirkan kepada warga.

Dengan nilai proyek mencapai Rp1,2 miliar, masyarakat menilai pembangunan seharusnya dilakukan dengan perhitungan matang, termasuk mempertimbangkan kondisi kontur tanah serta potensi longsor di lokasi pembangunan.

“Kalau bak tidak dipakai, berarti ada yang tidak beres. Ini uang negara, bukan kecil,” kata warga lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, kebijakan mengalirkan air langsung dari sumber tanpa melalui bak penampungan disebut-sebut telah mendapat persetujuan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta kepala bidang (Kabid) terkait di dinas teknis.

Namun hingga kini informasi tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak yang bersangkutan.

Untuk mendapatkan penjelasan, JambiDaily mencoba menghubungi PPTK proyek tersebut, Randa, melalui sambungan telepon pada 6 Maret 2026. Namun panggilan yang dilakukan wartawan tidak diangkat meskipun nada sambung telepon terdengar aktif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait mengenai status bak penampungan yang tidak difungsikan maupun skema distribusi air yang kini dialihkan langsung dari pipa induk.

Dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah, publik berharap adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai kondisi proyek tersebut, agar masyarakat mengetahui apakah pembangunan SPAM ini benar-benar dilaksanakan sesuai standar teknis atau justru menyisakan persoalan dalam perencanaan dan pelaksanaannya.
(nzr)

Tinggalkan Balasan