JAMBIDAILY KOTA JAMBI – Pemerintah kota Jambi, akan memantau trend dan grafik peningkatan kasus covid-19 agar dapat menentukan kebijakan yang tepat, sehingga masyarakat dapat terbantu dengan berjalannya kegiatan ekonomi.
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menyebut dalam satu minggu ini area publik atau lokasi wisata yang sebelumnya ditutup, bakal dibuka kembali. Sehingga para pedagang dapat berjualan di lokasi yang dimaksud. Bukan tanpa alasan, kebijakan itu dilakukan karena pihaknya mengetahui kondisi Kota Jambi sedang mengalami penurunan kasus covid-19
“Kami melihat tren kasus COVID-19 ini. Banyak yang sembuh dan kasusnya sudah di bawah 300. Sesuai janji kita jika di bawah 300, maka untuk seminggu ke depan tempat yang kami tutup, kami buka dulu,” katanya, Selasa (06/07/21) sebagaimana dilansir pilarjambi.com media group jambidaily.com.
“Kegiatan ekonomi berputar juga. Jangan sampai pemerintah tidak bertanggung jawab. Kasihan juga masyarakat. Namun, Pemkot Jambi tetap memperhitungkan data kasus COVID-19. Jika mengalami kenaikan, lokasi wisata bakal ditutup kembali. Kita lihat kedepannya gimana. Kalau besok atau lusa meningkat lagi di atas 300 kasus, maka kita tutup kembali,” Terang Wali Kota Jambi.
Selain terkait ekonomi masyarakat, Pemkot Jambi juga mempertimbangkan work form home (WFH). Rencananya, penerapan WFH di badan Pemerintahan Kota Jambi tidak sampai 75 persen “Karena kita melihat langsung kondisi Kota Jambi. Kita pelakunya langsung,” tutur Wali Kota Jambi.
Hal ini merupakan pertimbangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Relaksasi ekonomi bakal dilakukan di Kota Jambi meski masuk dalam daftar 43 daerah pengetatan PPKM Mikro sejak tanggal 6 sampai 20 Juli tahun 2021.
Hal ini sangat dibutuhkan kesadaran kita bersama, merujuk dari data yang disampaikan pemerintah pusat maupun satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota masih menunjukan adanya penambahan kasus baru.
Masyarakat diharapkan terus patuh protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan 3M; Menjaga jarak dan tidak berkerumun, Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir, serta Memakai Masker.
Terkini telah diterapkan protokol kesehatan terbaru, yaitu gerakan 5M COVID untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Apa itu 5M? Memakai masker, Mencuci Tangan dengan sabun dan air yang mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas/Intensitas.
(*/HN/Pilar)








