banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

Belum Genap Sebulan, Satu Sisi Jam Taman Rp450 Juta Tak Berfungsi

×

Belum Genap Sebulan, Satu Sisi Jam Taman Rp450 Juta Tak Berfungsi

Sebarkan artikel ini

JAMBI DAILY. COM-Belum genap satu bulan sejak dipasang, satu dari empat sisi jam taman di proyek taman kota dilaporkan tidak berfungsi. Fakta lapangan ini menambah panjang daftar pertanyaan tentang kualitas pengadaan dalam proyek bernilai lebih dari Rp3 miliar yang sejak awal menuai sorotan publik.

Pantauan di lokasi menunjukkan, dari empat sisi tampilan jam taman, satu sisi tampak mati dan tidak menunjukkan fungsi penunjuk waktu. Padahal, jam taman tersebut merupakan salah satu item pengadaan utama yang disebut menyerap anggaran sekitar Rp450 juta, atau sekitar 15 persen dari total nilai kontrak proyek. Dengan komposisi itu, nilai setiap sisi jam secara proporsional mencapai lebih dari Rp100 juta.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai mutu barang, spesifikasi teknis, serta proses uji fungsi sebelum pekerjaan dinyatakan selesai. Dalam proyek yang dikabarkan telah dibayar 100 persen, seluruh item pengadaan semestinya diterima dalam kondisi berfungsi penuh dan sesuai dengan ketentuan kontrak.

Matinya satu sisi jam dalam waktu singkat bukan persoalan teknis sepele. Ia menjadi indikator awal yang patut diuji lebih jauh, terlebih proyek taman kota ini sejak awal juga disorot karena struktur anggarannya yang didominasi pengadaan hingga sekitar 60 persen, sementara wujud fisik taman di lapangan dinilai relatif sederhana.

Dalam prinsip pengelolaan keuangan negara, pengadaan bernilai besar menuntut transparansi berlapis mulai dari spesifikasi teknis, analisa harga satuan, pembanding harga pasar, hingga mekanisme pemeriksaan dan serah terima barang. Tanpa penjelasan terbuka, nilai ratusan juta rupiah untuk satu item pelengkap seperti jam taman sulit dipahami secara rasional oleh publik.

Sorotan kian menguat karena pembayaran proyek telah dilakukan secara penuh. Artinya, jam taman tersebut seharusnya telah melewati proses pemeriksaan fisik dan fungsi, serta dituangkan dalam berita acara serah terima yang sah. Jika dalam hitungan minggu saja sudah muncul kerusakan, publik wajar mempertanyakan apakah proses tersebut dilakukan secara cermat atau hanya sebatas administratif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari dinas teknis terkait penyebab matinya salah satu sisi jam tersebut, termasuk apakah masih dalam masa pemeliharaan, apakah terdapat jaminan garansi, dan bagaimana mekanisme perbaikannya. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.

Jam taman yang mulai bermasalah ini pada akhirnya tidak berdiri sebagai kasus tunggal. Ia menjadi simbol kecil dari persoalan yang lebih besar: jarak antara besarnya anggaran dan kualitas hasil yang diterima publik. Karena itu, audit dan pengawasan menyeluruh atas proyek taman kota ini kian mendesak untuk dilakukan.
Uang publik selalu menuntut pertanggungjawaban publik. Ketika satu sisi jam saja sudah tak berfungsi sebelum genap sebulan, yang dipertaruhkan bukan sekadar fasilitas taman, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap cara anggaran daerah dikelola.***

Tinggalkan Balasan