JAMBIDAILY.COM – Menyikapi viralnya perseteruan antar murid dengan guru di SMK Negeri 3 Tanjab Timur beberapa waktu lalu, Polres Tanjab Timur perintahkan jajarannya untuk meningkatkan kegiatan Police Goes To School dengan turun langsung ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di Kabupaten Tanjab Timur.
Police Goes to School merupakan sebuah program gagasan Polri untuk memberikan kegiatan pendidikan di sekolah oleh anggota Polri melalui metode sosialisasi, ceramah, seminar, dan metode lainnya. Di samping itu, Police Goes to School juga dilaksanakan sebagai upaya memupuk kedekatan antara Polri dengan para pelajar.
Kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh SLTA di Tanjab Timur, untuk SMK N 1 dipimpin langsung oleh Wakapolres Tanjab Timur Kompol M Ridha, SMA N 5 dipimpin oleh Kabag Log Kompol Hardianto, SMA N 8 dipimpin Kasat Binmas Akp Ses Eko Wati, dan SLTA lainnya yang berada diwilayah kecamatan dipimpin langsung oleh masing masing Kapolsek di wilayah setempat.
Kapolres Tanjab Timur, Ade Canra, melalui Wakapolres, Kompol M Ridha, menjelaskan bahwa kampanye ini digencarkan sebagai respons atas fenomena kekerasan di dunia pendidikan yang masih kerap terjadi.
“Kampanye ini sebagai respons atau fenomena kekerasan yang kerap terjadi didunia pendidikan, karena belakangan ini kembali mencuat akibat viralnya insiden bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 melalui media sosial,” ujar M Ridha, Senin (19/01/2026).
M Ridha mengatakan, pristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan. Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan, karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik, ucapnya.
Untuk itu, M Ridha menghimbau kepada seluruh pelajar di SLTA Tanjab Timur untuk menjaga etika saat proses belajar mengajar berjalan.
“sehubungan dengan perkembangan situasi saat ini dimana diharapkan para pelajar agar selalu menjaga etika dan prilaku saat berjalannya proses belajar mengajar di sekolah,” harap M Ridha.
M. Ridha menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui kampanye bertajuk “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” yang dikemas secara informatif dan edukatif, serta mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi siswa.
“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, tetapi harus menjadi lingkungan di mana setiap peserta didik merasa aman dan terlindungi,” tegas M Ridha.
Menurut M Ridha, untuk menyikapi hal itu, perlunya kolaborasi dan komitmen antara polri dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan.
“Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen dan berkolaborasi mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” ungkap M Ridha.
Karena menurutnya, melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sekolah dapat kembali menjadi tempat belajar yang aman, menjunjung tinggi hak anak, serta menghormati martabat setiap insan pendidikan.
(Humas Polres Tanjab Timur/Win)















