banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

DAM Irigasi Jebol, 533 Hektare Sawah di Betung Bedarah Timur Terancam Gagal Tanam

×

DAM Irigasi Jebol, 533 Hektare Sawah di Betung Bedarah Timur Terancam Gagal Tanam

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

JAMBIDAILY.COM– Ratusan hektare sawah milik petani di Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, terancam tidak dapat ditanami padi pada musim tanam tahun 2026.

Hal ini disebabkan bendungan atau DAM irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah mengalami kebocoran parah hingga tidak mampu lagi menampung air.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat Desa Betung Bedarah Timur, Ali Amin, Senin 26 Januari 2026. Ia mengatakan kebocoran pada bendungan irigasi sudah cukup besar sehingga air tidak lagi mengalir ke lahan persawahan warga.

“Petani terancam tidak bisa menanam padi tahun ini karena bendungan atau DAM irigasi bocor cukup besar. Kerusakannya tidak bisa ditangani secara swadaya oleh petani maupun masyarakat,” ungkap Ali Amin.

Akibat kerusakan tersebut, sekitar ±533 hektare sawah yang selama ini menggantungkan pengairan dari bendungan tersebut kini mengalami kekeringan. Padahal, bendungan tersebut berfungsi vital sebagai penampung air terutama saat musim kemarau.

Menurut Ali Amin, masyarakat dan petani setempat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan sementara. Namun keterbatasan kemampuan dan biaya membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Petani dan masyarakat sudah berupaya semampunya, tapi belum ada bantuan turun. Sementara musim tanam 2026 ini sudah sangat dekat,” katanya.

Lebih lanjut, Ali Amin menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Betung Bedarah Timur telah mengambil langkah dengan mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Bupati Tebo guna perbaikan bendungan irigasi yang bocor tersebut.

“Pemerintah desa sudah menyurati dan mengajukan proposal ke Bapak Bupati Tebo. Karena ini sifatnya mendesak dan menyangkut hajat hidup petani,” tambahnya.

Masyarakat berharap Bupati Tebo segera merespon dan memberikan solusi konkret, agar bendungan irigasi bisa diperbaiki secepatnya dan petani tidak kehilangan musim tanam yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi warga.***

ard/amg

Tinggalkan Balasan