banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

IAEI Jambi Dorong Inovasi dan Edukasi Ekonomi Islam di Era Digital untuk Mewujudkan Generasi Unggul

×

IAEI Jambi Dorong Inovasi dan Edukasi Ekonomi Islam di Era Digital untuk Mewujudkan Generasi Unggul

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

JAMBIDAILY.COM-Ikatan Ahli Ekonomi Islam Jambi Dorong Inovasi dan Edukasi Ekonomi Islam di Era Digital untuk Mewujudkan Generasi Unggul
Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Provinsi Jambi menggelar pertemuan pengurus di kediaman Ketua Dr. Rafidah, S.E., M.E.I.

Pertemuan ini membahas rencana pelantikan pengurus IAEI Provinsi Jambi oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) IAEI yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan tersebut hadir pengurus yang merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Selain akademisi, kepengurusan IAEI juga melibatkan unsur pemerintah, perwakilan Bank 9 Jambi, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku UMKM, serta kalangan pengusaha.

Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Wilayah Jambi, Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, menegaskan bahwa IAEI Provinsi Jambi berkomitmen untuk mendorong inovasi dan edukasi ekonomi Islam di era digital.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat literasi ekonomi Islam di kalangan generasi muda, sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis syariah di Provinsi Jambi.

Provinsi Jambi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi Islam. Data menunjukkan terdapat lebih dari 60 perguruan tinggi, termasuk Universitas Jambi, UIN STS Jambi, Universitas Batanghari, Universitas Dinamika Bangsa, Universitas Muhammadiyah, Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi, dan lain-lain dengan jumlah mahasiswa tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari 100.000 orang.

Jumlah mahasiswa di Provinsi Jambi tahun 2025 tercatat sekitar 112.000 orang yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, menurut publikasi resmi Provinsi Jambi Dalam Angka 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi.

Data ini mencakup mahasiswa aktif di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta. Kehadiran perguruan tinggi ini menjadi basis penting bagi pengembangan riset, inovasi, dan kurikulum ekonomi Islam berbasis digital.

Perguruan tinggi juga berperan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi Islam di daerah.

Selain itu, sektor UMKM di Jambi juga menjadi pilar utama perekonomian daerah. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi, jumlah UMKM mencapai lebih dari 176 ribu unit usaha, dengan konsentrasi terbesar di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. UMKM berbasis halal, seperti kuliner, fashion muslim, dan jasa, memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ekonomi Islam yang inovatif.

Kehadiran UMKM ini tidak hanya menopang perekonomian lokal, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan industri halal yang semakin diminati di tingkat nasional maupun internasional.

Perkembangan ekonomi syariah di Jambi menunjukkan tren positif. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan unit syariah Bank 9 Jambi aktif melayani masyarakat, sementara OJK dan Bank Indonesia rutin mengadakan seminar, pelatihan, serta program inklusi keuangan syariah.

Hal ini memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

IAEI Provinsi Jambi menargetkan agar kehadiran pengurus baru dapat memperkuat sinergi antara akademisi, regulator, dan pelaku usaha.

Dengan dukungan perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta sektor UMKM, IAEI Jambi berupaya menjadikan ekonomi Islam sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Langkah ini sejalan dengan visi organisasi untuk mewujudkan generasi unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus berpegang pada prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Dalam konteks era digital, IAEI Wilayah Jambi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses literasi ekonomi Islam. Digitalisasi UMKM, pengembangan fintech syariah, serta pemanfaatan platform digital untuk edukasi menjadi fokus utama.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Jambi di pasar global, sekaligus memperkuat posisi ekonomi Islam sebagai alternatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Dr. Rafidah menambahkan bahwa generasi muda harus dipersiapkan dengan keterampilan digital dan pemahaman ekonomi Islam yang mendalam. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional.

IAEI Jambi berkomitmen untuk terus mengadakan seminar, workshop, dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan era digital.

Potensi besar yang dimiliki Jambi, baik dari sisi pendidikan tinggi maupun UMKM, menjadi modal utama dalam pengembangan ekonomi Islam.

Dengan lebih dari 100 ribu mahasiswa dan 176 ribu UMKM, Jambi memiliki ekosistem yang kuat untuk mendukung visi IAEI. Perguruan tinggi dapat menjadi pusat riset dan inovasi, sementara UMKM dapat menjadi laboratorium nyata bagi penerapan konsep ekonomi Islam.

Selain itu, dukungan dari lembaga keuangan syariah, regulator, dan pemerintah daerah semakin memperkuat posisi Jambi sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam di Sumatra.

Kolaborasi antara berbagai pihak ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan komitmen yang kuat dari IAEI Jambi di bawah kepemimpinan Dr. Rafidah, langkah menuju generasi unggul, sejahtera, dan bahagia semakin nyata. Inovasi dan edukasi ekonomi Islam di era digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.

Harapannya, Provinsi Jambi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi Islam yang berbasis pada nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.***

Yuliana/

Tinggalkan Balasan