banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

IAEI Jambi Hadir Menguatkan Literasi Ekonomi Syariah di Siginjai Fest 2026

×

IAEI Jambi Hadir Menguatkan Literasi Ekonomi Syariah di Siginjai Fest 2026

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

JAMBIDAILY.COM- Festival Siginjai Bank Indonesia (BI) 2026 resmi digelar di Jambi Town Square Mall (Jamtos) mulai 29 April hingga 3 Mei 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat pilar ekonomi daerah, dengan fokus pada literasi dan inklusi keuangan syariah.

Melalui kegiatan ini, BI berharap tercipta ekosistem halal yang lebih kokoh di tengah masyarakat Jambi.

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Provinsi Jambi, di bawah kepemimpinan Ketua DPW Dr. Rafidah, SE, MEI, CCIB, hadir sebagai mitra akademis yang memainkan peran strategis dalam festival bergengsi ini.

Kehadiran IAEI Jambi membawa dimensi ilmiah dan edukatif, memperkuat pesan bahwa ekonomi syariah adalah sistem yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dr. Rafidah menyampaikan pandangannya mengenai peran IAEI Jambi dalam festival ini,
“IAEI Jambi berkomitmen untuk memastikan literasi keuangan syariah benar-benar dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Kehadiran kami di Siginjai Fest adalah bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung transformasi ekonomi daerah menuju ekosistem halal yang berkelanjutan.”

Festival ini sendiri dirancang dengan konten yang variatif dan komprehensif. Pameran produk unggulan dari UMKM binaan BI menjadi salah satu daya tarik utama, menampilkan karya kreatif dan kuliner yang telah menerapkan prinsip syariah dalam operasionalnya.

Berbagai kompetisi juga disiapkan, mulai dari Lomba Berkisah, Ranking I CBP dan QRIS, hingga Cerdas Cermat Eksyar yang mengedukasi masyarakat dengan cara menyenangkan.

Tidak hanya itu, lomba khas daerah seperti Jambi Negeri 3 Kopi, kaligrafi, mewarnai, dan hadroh memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang berpadu dengan semangat ekonomi syariah.

Sesi diskusi interaktif menghadirkan tokoh nasional seperti dr. Aisyah Dahlan, Habib Husein Ja’far Al Hadar, dan Ustadz Hanan Attaki.

Kemudian Narasumber lainnya yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sutan Emir Hidayat, Ph.D, dan Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS yaitu ibu Dr. Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H., M.A.,.Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkaya wawasan masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan nilai-nilai ekonomi syariah.

Sesi diskusi interaktif menghadirkan tokoh nasional seperti dr. Aisyah Dahlan, Habib Husein Ja’far Al Hadar, dan Ustadz Hanan Attaki. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkaya wawasan masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan nilai-nilai ekonomi syariah.

Menurut Rafidah yang juga sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN STS Jambi dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) AFEBIS ini, kehadiran IAEI Jambi dalam festival ini semakin relevan dengan kondisi ekonomi daerah.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi (Februari 2026), pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2025 tercatat sebesar 4,93% (y-on-y), meningkat dibandingkan 4,50% pada 2024, Sementara itu pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% (yoy) secara keseluruhan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 5,03%, dengan kinerja kuartal IV-2025 mencapai 5,39% yang didorong oleh kuatnya permintaan domestik dan investasi.

Rafidah menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih berada di bawah rata-rata nasional, ia tetap optimis terhadap prospek pembangunan daerah.

“Perbedaan angka pertumbuhan ini tidak menjadi penghalang. Justru kami melihat adanya peluang besar untuk memperkuat sektor UMKM, memperluas literasi keuangan syariah, dan mendorong inklusi keuangan yang lebih merata. Dengan dukungan Bank Indonesia dan kolaborasi lintas lembaga, Jambi memiliki potensi untuk mengejar bahkan melampaui capaian nasional di masa mendatang,” ujarnya.

Optimisme tersebut didasarkan pada data terbaru hingga April 2026, peran UMKM di Provinsi Jambi terbukti semakin kuat sebagai pilar utama perekonomian daerah.

Data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi menunjukkan jumlah UMKM meningkat signifikan dari 165.497 unit pada 2021 menjadi 176.051 unit pada 2023. UMKM tersebar di berbagai sektor seperti kuliner, perdagangan, jasa, dan kerajinan di seluruh kabupaten/kota, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi lokal dan penopang penyerapan tenaga kerja.

Secara umum, kontribusi UMKM juga selaras dengan tren nasional yang mencapai sekitar 61% terhadap PDB, mempertegas perannya sebagai fondasi ekonomi berbasis masyarakat.
Di sisi lain, tren ekonomi syariah di Provinsi Jambi juga menunjukkan perkembangan positif. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan aset perbankan syariah sebesar 26% dan pembiayaan 19,23% hingga 2026.

Kondisi ini mendorong semakin banyak pelaku UMKM beralih ke usaha berbasis halal dan memanfaatkan layanan keuangan syariah. Dukungan juga datang dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi melalui penyelenggaraan Siginjai Fest 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi ekonomi syariah sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas dan lebih kompetitif.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa pembangunan ekonomi Jambi juga ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor jasa dan perdagangan berbasis UMKM menunjukkan pertumbuhan yang lebih dinamis.
Hal ini sejalan dengan visi Bank Indonesia dan IAEI untuk memperkuat literasi keuangan syariah, sehingga UMKM dapat berkembang dengan tata kelola yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia dan partisipasi aktif IAEI Jambi, Siginjai Fest 2026 diproyeksikan menjadi katalisator transformasi ekonomi syariah di Jambi.

Festival ini bukan tentang keramaian semata, melainkan tentang membangun pemahaman, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem halal yang berkelanjutan. ***

Yuliana/JD

Tinggalkan Balasan