JAMBIDAILY.COM — Hari terakhir pelaksanaan “Persit Bisa 2” di Balai Kartini Jakarta, Sabtu (9/5/2026), menjadi momen paling sibuk sekaligus berkesan bagi Booth No. 65 milik Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi. Setelah dua hari menarik perhatian pengunjung, penutupan event justru diwarnai lonjakan transaksi, pengepakan pesanan, hingga penjajakan kerja sama untuk pengembangan Batik Jambi.
Sejak pagi, Ny. Ruslaini Fadli bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, Ny. Chichi Putra Negara, telah berada di lokasi untuk mempersiapkan aktivitas hari terakhir pameran.Suasana booth tampak ramai sejak pukul 08.00 WIB. Berbagai koleksi Batik Jambi dengan motif khas seperti Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan Kuo-Kuo terus diminati pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Ny. Ruslaini Fadli terlihat memimpin langsung proses pengecekan kualitas setiap kain batik yang telah dipesan pengunjung pada hari sebelumnya. Bersama pengurus Persit, ia memastikan seluruh produk yang dibawa pulang pembeli tetap terjaga kualitas dan kerapihannya.
Di sisi lain, Ny. Chichi Putra Negara sibuk mengatur pembagian tugas pengurus booth, mulai dari pelayanan penjualan, pengemasan barang, hingga menjelaskan filosofi motif Batik Jambi kepada pengunjung.
“Yang membeli dalam jumlah besar kami arahkan langsung ke meja Bu Ruslaini, sementara pengunjung yang ingin melihat-lihat dan berfoto kami layani di bagian depan agar suasana tetap nyaman,” ujar Ny. Chichi.
Pada hari penutupan, panitia Persit Bisa 2 juga memberikan ruang khusus untuk sesi sharing dan business matching antar peserta UMKM Persit dari berbagai daerah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan tim Booth 65 untuk memperluas jaringan promosi dan pemasaran Batik Jambi.
Menurut Ny. Ruslaini, keikutsertaan dalam event nasional tersebut bukan hanya soal penjualan produk, tetapi juga upaya memperkenalkan budaya Jambi kepada masyarakat luas.
“Yang kami bawa bukan hanya kain batik, tetapi juga cerita, filosofi, dan identitas budaya Jambi,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan event, Booth 65 menjadi salah satu stand yang ramai dikunjungi karena menghadirkan proses membatik secara langsung, penggunaan pewarna alami, serta motif-motif khas Melayu Jambi yang sarat makna budaya.
Keberhasilan Batik Jambi tampil di Persit Bisa 2 dinilai tidak terlepas dari sinergi antara perajin, pengurus Persit, dan dukungan Kodim 0415/Jambi dalam membina UMKM berbasis budaya lokal.
Bagi tim Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, berakhirnya event bukan menjadi penutup perjalanan, melainkan langkah awal untuk membawa Batik Jambi semakin dikenal di tingkat nasional.
Dari Balai Kartini Jakarta, motif Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan Kuo-Kuo karya Ny. Ruslaini Fadli kini tidak hanya dibawa pulang sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya Jambi.














