banner 120x600
banner 120x600
POLHUKAM

Nah lo..! Fakta Terbaru Taman Kota Rp3 Miliar: Merek Jam Taman Dipertanyakan, Pengakuan Konsultan dan Teknisi Berbeda

×

Nah lo..! Fakta Terbaru Taman Kota Rp3 Miliar: Merek Jam Taman Dipertanyakan, Pengakuan Konsultan dan Teknisi Berbeda

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM– Polemik proyek Taman Kota senilai Rp3,15 miliar yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik kembali memunculkan fakta baru. Kali ini, perhatian tertuju pada jam taman yang sejak awal ramai diperbincangkan karena disebut memiliki nilai fantastis hingga ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, seorang konsultan yang pernah diwawancarai media terkait mahalnya harga jam taman tersebut menyebut bahwa merek jam yang terpasang di kawasan taman merupakan produk GF Clock Yasa Persada tipe AM130-AF.

Namun, keterangan berbeda justru muncul dari seorang teknisi yang ditemui langsung di lapangan saat melakukan perbaikan jam taman tersebut.

Di hadapan media, teknisi itu mengaku bahwa jam yang sedang diperbaikinya merupakan merek “Seiko”. Pernyataan itu disampaikan ketika teknisi melakukan perbaikan terhadap jam taman yang sebelumnya disebut memiliki nilai sekitar Rp400 juta.

“Jam ini mereknya Seiko bang. Kalau soal harga saya tidak tahu, itu urusan bos. Saya hanya teknisi,” ujar teknisi di lokasi.

Saat itu, teknisi diketahui didampingi salah seorang staf Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Merangin.

Perbedaan keterangan antara konsultan pengawas yang menyebut merek GF Clock Yasa Persada dan teknisi lapangan yang menyebut merek Seiko kini memunculkan pertanyaan baru di tengah publik. Apakah jam yang terpasang benar-benar sesuai spesifikasi sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya? Ataukah terdapat perbedaan antara dokumen pengadaan dengan barang yang terpasang di lapangan?

Terlebih lagi, jam taman tersebut sebelumnya juga sempat menjadi sorotan karena mengalami gangguan dan tidak berjalan normal. Bahkan, satu dari empat sisi jam diketahui beberapa kali terlihat mati dan tidak akurat menunjukkan waktu.

Fakta itu semakin menambah keraguan publik terhadap kualitas fasilitas yang disebut bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

Situasi ini dinilai penting untuk mendapat penjelasan resmi dari pihak terkait, baik kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, maupun Dinas PUPR Merangin, guna memastikan kesesuaian spesifikasi barang dengan nilai anggaran yang telah digunakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Merangin terkait perbedaan keterangan mengenai merek jam taman tersebut.

Di sisi lain, proyek taman kota ini diketahui telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, masyarakat kini menantikan hasil audit resmi lembaga tersebut.

Jika nantinya tidak ditemukan persoalan dalam hasil pemeriksaan, tentu hal itu menjadi penegasan bahwa seluruh pekerjaan telah sesuai aturan dan spesifikasi. Namun sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara dokumen pengadaan dengan kondisi riil di lapangan, maka hal itu berpotensi menjadi catatan serius dalam hasil audit.

Transparansi hasil pemeriksaan dinilai penting agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus memunculkan spekulasi terkait pengelolaan proyek yang menggunakan uang negara.(NZR)

Tinggalkan Balasan