banner 120x600
banner 120x600
POLHUKAM

Polemik Jam Taman Rp3 Miliar, Ini Penjelasan Konsultan Soal Merek hingga Jam yang Sering Gangguan

×

Polemik Jam Taman Rp3 Miliar, Ini Penjelasan Konsultan Soal Merek hingga Jam yang Sering Gangguan

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM – Polemik jam taman pada proyek Taman Kota senilai Rp3,15 miliar di Kabupaten Merangin terus bergulir. Setelah sebelumnya muncul perbedaan keterangan antara teknisi lapangan dan informasi yang berkembang terkait merek jam yang terpasang, kini konsultan pengawas proyek akhirnya memberikan penjelasan.

Darman Utama selaku konsultan pengawas proyek taman tersebut kepada JAMBIDAILY menjelaskan bahwa GF Clock Yasa Persada bukan merupakan merek jam, melainkan vendor atau supplier.

“GF Clock Yasa Persada itu vendor atau supplier-nya, pemilik brand. Jadi itu nama tokonya, bukan merek jam,” jelas Darman.

Menurutnya, tipe jam yang digunakan dalam proyek tersebut tetap AM130-AF sebagaimana yang tercantum dalam perencanaan.

Ia mengatakan, untuk tipe tersebut terdapat beberapa pilihan mesin dari berbagai produsen, termasuk produk Jepang seperti Seiko dan Citizen, hingga produk asal Jerman.

“Tipe ini ada yang pakai mesin Jepang, ada Seiko, ada Citizen, ada juga yang merek Jerman,” ujarnya.

Darman juga menjelaskan bahwa untuk master clock atau mesin penggerak, perangkat yang digunakan mendapat dukungan mesin Seiko. Sementara supplier lain seperti JPS disebut menggunakan Citizen, meski tetap dalam tipe yang sama.

“Untuk master clock atau mesinnya itu support pakai Seiko. Kalau JPS dia pakai Citizen, tapi tipenya tetap AM130-AF,” katanya.

Ia menegaskan, dalam proses perencanaan pihak konsultan tidak diperbolehkan menentukan merek tertentu, melainkan hanya menyebut tipe spesifikasi.

“Dalam perencanaan tidak boleh menentukan merek. Kami hanya menyebut tipe. Waktu membuat perencanaan kami juga survei ke tiga supplier tersebut,” jelasnya lagi.

Penjelasan itu disampaikan menyusul pengakuan seorang teknisi lapangan yang sebelumnya mengatakan kepada media bahwa jam yang sedang diperbaikinya merupakan merek Seiko.

Sebelumnya, teknisi tersebut ditemui saat melakukan perbaikan jam taman yang sempat mengalami gangguan.

“Jam ini mereknya Seiko bang. Kalau soal harga saya tidak tahu, itu urusan bos. Saya hanya teknisi,” ujar teknisi kala itu.

Selain soal merek, Darman juga memberikan penjelasan terkait seringnya jam taman tersebut mengalami gangguan dan tidak akurat menunjukkan waktu.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena fasilitas penangkal petir pada sistem jam belum tersedia akibat keterbatasan anggaran.

“Jam itu sering tidak akurat karena penangkal petirnya belum ada. Itu karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Namun penjelasan tersebut kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah dan harga jam yang disebut mencapai ratusan juta rupiah, publik menilai fasilitas penting seperti sistem pengaman kelistrikan seharusnya telah menjadi bagian dari perencanaan awal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Merangin maupun kontraktor pelaksana belum memberikan penjelasan resmi terkait polemik tersebut.

Di sisi lain, proyek taman kota ini diketahui telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, masyarakat kini menantikan hasil audit resmi lembaga tersebut terkait keseluruhan pelaksanaan proyek.(NZR)

Tinggalkan Balasan