Ridhwan, S.Ag.,M.E.Sy
(Akademisi-Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi)
Realitas perilaku ekonomi generasi muda saat ini lebih gemar belanja Online karena semakin mudah, kecendrungan dan minat terhadap produk luar negeri semakin tinggi, gaya hidup konsumtif meningkat, sebagian besar generasi muda lebih banyak mengkonsumsi daripada memproduksi.
Fakta yang terlihat dan dirasakan oleh pelaku ekonomi saat ini bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Sementara generasi muda menjadi kelompok potensial pengguna internet dan e-commerce terbesar.
Tantangan Ekonomi Modern saat ini yang dihadapi adalah kondisi dimana rupiah melemah terhadap dolar AS, persaingan ekonomi global semakin ketat, penggunaan AI dan digitalisasi mengubah dunia kerja.
Kondisi tersebut memunculkan dampak berupa; produk-produk impor semakin mahal, lapangan kerja konvensional semakin berkurang, diperlukan keterampilan baru yang inovatif dan kompetitif untuk bertahan.
Jika generasi muda hanya menjadi konsumen dikondisi tersebut maka dampak yang akan terjadi dapat dilihat dari dua sisi:
Bagi individu; ketergantungan oada produk luar, sulit mandiri secara finansial, tidak memiliki nilai tambah ekonomi.
Bagi Negara; rupiah (uang) lari ke luar negeri, ketergantungan terhadap impor semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi melambat.
Dalam mencermati kondisi demikian, maka generasi muda sejatinya tampil sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa (Umat), dengan upaya nyata:
Menciptakan usaha, menghasilkan inovasi, membuka lapangan pekerjaan, mengembangan produk lokal, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Contoh nyata dapat berupa pengembangan UMKM digital, Content Creator Edukatif, Startup teknologi, Bisnis berbasis media sosial.
Langkah nyata generasi muda yang harus dilakukan adalah upgrade diri terkait literasi keuangan, skill digital, komunikadi bahasa asing, serta upgrade pola pikir dari kapan saya mendapat pekerjaan menjadi kapan saya bisa menciptakan pekerjaan.
Hari ini kita berharap peran generasi muda dalam meng- internalisasi prinsip ekonomi Islam (amanah, keadilan, produktivitas, kejujuran dan kemashlahatan) sebagai nilai penggerak ekonomi umat dengan tampil sebagai pelaku usaha/industri halal, menghasilkan dan berkontribusi terhadap terciptanya kesejahteraan masyarakat (umat).
Oleh karena itu karakter yang dibutuhkan generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) adalah kreatif, adaptif, produktif, berintegritas, dan berakhlak.
Kesimpulan:
Ekonomi modern menghadirkan tantangan baru dengan berbagai dampak yang ditimbulkan.
Generasi muda tidak boleh hanta menjadi konsumen, tapi harus mampu menjadi penggerak, tampil sebagai inovator, wirausahawan dan pencipta lapangan kerja.
Ekonomi Islam memberikan landasan moral, agar generasi muda memiliki karakter Islami, sehingga mampu mengembangkan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.














