Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Pengamat Hukum Tata Negara UII Yogyakarta Sikapi Pelayanan Publik di Tanjab Barat

2 min read

JAMBIDAILY TANJAB BARAT – Kejadian mogok kerja para Dokter baru-baru ini terjadi di RSUD Daut Arif Kuala Tungkal, kejadian ini mengingatkan kita bahwa penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Bagaimana tidak, insentif seorang dokter yang harusnya dibayarkan namun tidak kunjung dibayarkan dari Juni hingga Desember 2020.

Padahal itu merupakan hak dari Dokter tersebut, ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM sebab Dokter memiliki hak untuk menerima insentif sebagai bentuk penghargaan jasa Dokter.

Salah satu Pengamat Hukum sekaligus Mahasiswa Magister Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Ilham Singgih Prakoso, S.H menyikapi kejadian ini sangatlah tidak manusiawi sebab budaya penghisapan dan penindasan masih terjadi, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa Indoensia dalam Pembukaan UUD 1945 sangat tegas menolak penjajahan sebab tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan keadilan.

Ilham juga mengatakan, Mogok kerja yang dilakukan oleh para Dokter Spesialis itu tentunya berimplikasi terhadap pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan dibidang kesehatan.

“Tentunya sikap yang dilakukan oleh para Dokter itu harus diberikan apresiasi setinggi tingginya sebab apabila mereka tidak menyuarakannya maka publik tidak akan pernah tahu jika sedang terjadi ketidakadilan di bumi Tanjab Barat,” Ucap Ilham, Jum’at (26/3/2021)

Perlu adanya lembaga yang memang fokus terhadap pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik, baik internal maupun eksternal,
sebagai lembaga pengawas eksternal artinya tidak memiliki hubugan hierarki kepada lembaga apapun baik pemerintah daerah maupun DPRD, selain itu sifatnya yang independen, inilah yang kemudian menjadi lembaga yang saat ini ideal dalam melaksanakan tugas pengawasan karena lebih objektif dalam melakukan penilaian.

Adapun lembaga-lembaga pengawasan pelayanan publik yang ada hari ini belum berjalan secara optimal. Sebagai contoh lahirnya lembaga KPK akibat dari ketidak optimalan lembaga-lembaga lain dalam melakukan pemberantasan korupsi, begitu juga dengan adanya lembaga pengawas pelayanan publik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BACA JUGA:  'Ibarat Melihara Anak Harimau' Ancaman Fasha untuk Para Ketua Partai

Namun sampai saai ini eksistensi Lembaga ini di Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum terlihat, padahal jelas itu merupakan amanah dari Perda No 2 Tahun 2012 dimana dalam ketentuan penutupnya pasal 77 ayat (2) KPP dibentuk paling lama 1 (satu) tahun sejak berlakunya peraturan daerah ini.

“Oleh karenanya sebagai amanah perda maka Pemerintah dan Juga DPRD sebagai pemangku kebijakan harus segera membentuk lembaga Komisi Pelayanan Publik sehingga komitmen terhadap perbaikan pelayanan publik bukan hanya sebatas wacana kosong yang tidak pernah termanifestasikan secara konkret.” Pungkas Ilham. (Hmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *